Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
Ragam Archives - Page 16 of 19 - DIANNS.ORG

Category: Ragam

Ranu dan Elang (Pelarian)

Penulis : Ria Fitriani Aku terus berjalan, menyusuri belantara yang sunyi dan sepi. Disini aku merasa tenang dan mungkin bahagia, daripada harus berada disekitar keramaian yang lalu lalang. Disana penuh kepalsuan. Ada yang tertawa sampai terbahak-bahak, ada yang menangis terisak-isak. Ada yang tidur diranjang yang lembut dan hangat, ada yang menggigil kedinginan di kolong jembatan sambil mengais sisa-sisa makanan yang terbuang. Di negeriku yang indah ini, ada berjuta kisah sedih tentang manusia-manusia terbuang. Dan aku, manusia yang bodoh ini, hanya mampu melihat tanpa bisa berbuat. Andai saja aku punya secuil keberanian untuk memperjuangkan nasib mereka. Andai saja… Disinilah aku...

Read More

Negeri Tak Terlihat

Penulis : Ganis Harianto Tak terasa namun perlahan pasti Tiada pernah diundang malah datang Setiap partikel hingga molekul menyelinap Perlahan dan mengendap di sudut ruang hampa Muncul dikala benang hitam dan putih bertemu Berselindung pula sepanjang bulan bintang bercahaya Keheningan menyapa tatkala ingar bingar memudar Hingga lirih terasa mulai hirup sampai hembusan Iringan irama alami para nokturnalpun menemani Lama-lama tak terasa Perihnya sudah terbiasa Tak lagi menjadi gumaman lagi Seperti sesuatu yang normal tak ada yang ganjal Kini berair sudah indera penglihatan Memerah tapi tidak berdarah Sehingga harapan seakan kabur Terang tetapi samar-samar jadinya Rasanya seperti sudah mati Sesama...

Read More

Berhenti Menyakitiku

Penulis : Mechelin D. Sky Seharusnya malam ini aku bisa bermimpi indah Seharusnya malam ini air mataku tidak tumpah Seharusnya malam ini aku tidak meringis kesakitan Seharusnya malam ini aku mendengarkan ibu bersinden Ibu sudah lama pergi Ayah masih tetap disini Ibu sudah meraih mimpinya Ayah masih dengan amarahnya Aku tidak tau apa yang membuat Ayah membenciku? Sekalipun aku memohon dan berdoa, Ayah tetap membenciku Amarahnya selalu memuncak ketika aku tidak bisa memberinya apa-apa Ayah hanya bisa memberiku amarahnya, di setiap harinya Biru, ungu, hijau, warna bekas luka di tubuhku Sore, malam, tengah malam, ayah menyiksaku Berharap esok pagi...

Read More

Gadis Senja Bangkok

Penulis: Mechelin D. Sky Di balik senja dengan warna jingga kemerahan, ku temukan dirimu berbalut cahaya yang membutakan mata. Rambutmu berkibar berhembus angin menyejukkan diriku. Wanginya manis, semanis musim panas. Siluet tubuhmu terlukis indah. Aku memang sering bilangnya semenjak bertemu denganmu. Tapi, kali ini aku harus pergi. Bisakah kita berjumpa lagi? Seperti tahun-tahun sebelumnya, aku akan ikut dalam perjalanan yang tak terduga dan penuh pelajaran keluar dari Negaraku, indonesia. Aku akan selamat gunung-gunung, bukit-bukit, laut, museum, dan tempat bersejarah. Entah kemana saja, asal negara yang belum pernah ku kunjungi. Kali ini jariku menunjuk sebuah negara yang ada di bola dunia. Ah, lebih tepatnya ibu kota negara tersebut. Jariku menunjuk Bangkok...

Read More

SekBer

Penulis: Nurbaiti Permatasari   Sekilas kukenal aroma debu ini Debu yang mengelola mahasiswa-mahasiswi negeri ini Tersenggol penghirupan setiap hari Merekonstruksi menyongsong mimpi Namun, ihwal acara pun senjang Tiap bucu dungu tercipta Kaki bergerak, mulut mengumpat Mata memincing, telinga mendengar Namun, seolah tiada namun ada Ambang pintu terbuka Diam tak bersua Asa rasanya sia-sia Bungkam dan pirsa   Ini eigendom kita Tuan nyonya hidup di dalamnya Bukan batu tak bersuara   Ini nyawa demi tak guna Lalu lalang tiap hari Dekil sampai gundahan tak henti Lirikan tak berarti Gugahan hati seperti mati   Aku bungkam Melihat tuan-nyonya jadi patung Tiada...

Read More