Category: Actual

MENGUPAS PESAN ASAP KARHUTLA

[Riset] Seakan belum lengkap pasca 1 tahun dilanda pandemi Covid-19, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sudah lebih dahulu secara rutin menyapa tanah air kembali berulah. Berkaca dari karhutla yang terjadi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, Pulau Sumatera dan Kalimantan adalah salah satu wilayah langganan tahunan yang selalu berhadapan dengan karhutla. Namun kali ini Provinsi Riau menjadi salah satu provinsi dengan wilayah terdampak karhutla terluas di awal tahun 2021 ini. Historis Hitam Karhutla di Tanah Air Dilansir dari greenpeace.org Laporan terbaru Greenpeace Asia Tenggara ‘Karhutla Dalam Lima Tahun Terakhir’ mengungkap kegagalan total pemerintah Indonesia dalam melindungi hutan dan...

Read More

LIKA – LIKU MENUJU PENGESAHAN RUU PKS

Rancangan Undang – Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) belum juga mendapatkan kepastian pengesahannya. Meski telah diajukan sejak tahun 2016, hingga saat ini naskah RUU PKS belum juga disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sedangkan kasus kekerasan seksual kian bertambah tanpa memiliki payung hukum yang adil. Hal ini menjadi perhatian khusus dalam diskusi publik yang diadakan oleh Humanistik FIA Universitas Brawijaya dengan tema ‘Jalan Berliku Menuju Ketokan Palu RUU PKS’ (08/05). “RUU PKS sendiri menunjukkan bahwa kekerasan seksual ini nyata di sekitar kita, tetapi tidak semua melihat itu sebagai suatu bagian yang memang harus diselesaikan bersama,” ujar Dhia...

Read More

Memperingati Bulan Kartini, Jaringan Gusdurian Menilik Peran Perempuan dalam Film “Our Mothers’ Land”

Sebagai bentuk penyambutan bulan Kartini, Jaringan GUSDURian Indonesia mengadakan webinar bertema “Kartini Merawat Bumi” pada Jum’at (02/04). Film “Our Mother Land” karya Febriana Firdaus yang di produseri oleh The Gecko Project dan Mongabay digunakan sebagai fokus pembahasannya. Diskusi dalam webinar ini diawali dengan penayangan film “Our Mother Land”. Film ini bercerita tentang perempuan yang mengorganisir serta memimpin suatu gerakan. Gerakan tersebut bertujuan untuk mempertahankan tanah dan kelestarian lingkungan dari para pemodal. Film ini memuat perjalanan Febriana Firdaus, seorang jurnalis independen. Febriana menceritakan perjuangan perempuan di beberapa wilayah konflik yang dihadapkan dengan kekerasan, ancaman penahanan, dan kematian. Ia menyusuri pelosok...

Read More

Meninjau Kembali Hakikat Sekolah

Menggali lebih dalam mengenai hakikat sekolah, Perkumpulan Homeschooler Indonesia (PHI) mengadakan webinar bertema ‘Hidup untuk Sekolah atau Sekolah untuk Hidup’ (07/03). Dalam fokus pembahasannya, mereka menggunakan buku berjudul ‘Sekolah itu Candu’ yang ditulis oleh Roem Topatimasang sebagai bahan diskusi. Khususnya bab pertama dan kedua tentang refleksi sejarah dan hakikat sekolah. Ellen Nugroho, anggota PHI sekaligus moderator, mengawali diskusi dengan memaparkan hasil riset Roem tentang akar kata sekolah. “Sekolah berasal dari bahasa latin skhole, scola, schola yang berarti waktu senggang atau waktu luang,” ungkapnya. Hal ini merujuk pada kebiasaan orang Yunani Kuno yang mempunyai banyak waktu luang. Lalu mereka mengisinya...

Read More

Menilik Nasib Puan Indonesia di Kala Pandemi

Kekerasan terhadap perempuan mengalami peningkatan yang cukup tinggi selama pandemi. Berdasarkan data Komnas Perempuan Indonesia, kekerasan berbasis gender telah meningkat 63% selama masa pandemi Covid-19. Menyikapi hal tersebut, Amnesty Chapter UIN Jakarta mengadakan diskusi via online dengan tajuk Voices and Action of Women During Pandemi pada Jumat malam (12-03). “Hal ini (red: peningkatan kekerasan berbasis gender) merupakan situasi yang cukup memprihatinkan” tegas Nurina Savitri, narasumber dari Amnesty Internasional Indonesia. Sebab menurutnya hak perempuan itu juga merupakan hak mereka sebagai manusia pada umumnya. Oleh karena itu antara laki-laki dan perempuan seharusnya tidak boleh ada pembedaan. “Walaupun memang ada beberapa kondisi...

Read More