Penulis: LPM DIANNS

Dobrak Media Alternatif Lewat Persma

Reporter: Iqbal Achmad W. dan Putri Ayu S. Kekosongan posisi dalam segi pemberitaan yang ditinggalkan oleh media mainstream, yang hanya mengutamakan profit, datang media alternatiflah untuk mengisi kekosongan tersebut dalam memberitakan dan menginformasikan suatu isu yang terjadi di masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Abdul Wahid, selaku pemateri dalam Diskusi Pers Mahasiswa (Persma) Diskursus Publik Di Antara Media Mainstream dan Media Alternatif pada Selasa, 13 Februari 2018 di Omah Diksi. Dari kondisi tersebut dimana media mainstream terkekang oleh lingkaran kapital muncul media alternatif untuk menyajikan sebuah berita yang berbeda dan memberikan pemahaman kepada publik. Media alternatif perlu memberikan informasi yang...

Read More

Pawon

Penulis: Dinda Indah Asmara Suara cetik api terdengar. Titik api memberi sedikit lihat dalam ruangan gelap pekat. Dimar yang telah nyala lalu dipindahkan ke atas meja. Cahayanya jadi semakin meluas dan mata lebih leluasa untuk melihat isi ruangan. Temboknya yang berbata merah, panci-panci berpantat hitam yang digantung berjejeran, rak piring kayu, juga gentong tanah liat dekat pawonan kini terlihat meski dalam keremangan. Ruangan itu adalah dapur yang sederhana. Orang Jawa menyebutnya pawon. Tangan keriput yang juga menyalakan dimar tadi lalu meraih blarak. Gerakannya menimbulkan suara kresek kresek yang agak riuh. Segenggam daun kelapa kering berhasil ia ambil. Ia lalu...

Read More

Setiap Orang Jadi Pengajar, Perguruan Tak Akan Pernah Mati

Penulis: Helmi Naufal Cuk gendeng! 1 seru para penonton dalam hati. Bocah itu sungguh lincah. Di ajang sepak bola Tarkam tahun ini, bocah bernomor punggung lima itu menjadi idola. Bahkan hingga babak final ini berlangsung, bocah itu selalu menjadi nyawa dalam setiap pertandingan. Ketika bola sedang dikuasainya, seluruh penonton hening dan termengu. Hatinya berdebar-debar menantikan kreasi apa yang akan ia ciptakan. Goblok kon!” 2 umpat Arga menyaksikan seorang pemain terkena cedera. “Boncil memang piawai bermain bola. Hingga tak seorang pun dalam tim itu bisa mengimbangi cara bermainnya. Tapi kalau seluruh temannya cedera, bisa-bisa kandas tim payah itu! Toh dia juga tidak bisa bermain sendiri. Ia akan kerepotan mencari, merebut, dan menguasai bola seorang diri.” ocehnya kesal. Dewo tak menghiraukan ocehan kawannya itu. Ia tetap larut dalam pertandingan bola Antar Kampung itu. Arga dan Dewo memang penikmat sepak bola, khususnya sepakbola Tarkam. Dalam satu bulan ini tak sekalipun mereka mangkir untuk menonton pertandingan di lapangan bola. Letaknya yang berada di belakang paguron 3 mereka, menjadikannya cukup berjalan kaki untuk pergi kesana. Teman-teman di paguron pun seringkali turut menonton liga Tarkam ini bersama mereka. Tetapi khusus hari ini mereka hanya pergi ke lapangan berdua. Teman-temannya sedang latihan bela diri di paguron. Tidak sulit bagi anak-anak paguron mendapat izin dari guru mereka. Apalagi untuk menonton liga Tarkam yang tidak setiap hari ada. Jangankan untuk pergi menonton sepak bola. Meminta izin untuk keluar...

Read More