Kategori: Kabar Kampus

Nuansa Nasionalisme didalam PKKMU Universitas Brawijaya 2017

Reporter: Iko Dian W. dan Helmi Naufal Z. Malang, DIANNS – Rangkaian Acara Jelajah Almamater Universitas Brawijaya (Raja Brawijaya) tahun 2017/2018 yang dilaksanakan pada Sabtu, 19 Agustus 2017 dihadiri kurang lebih 10.000 Mahasiswa Baru (Maba). Acara tersebut dihadiri oleh Maba Program Sarjana (S1) dan Diploma (D3). Upacara penerimaan Maba atau yang disebut Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya (PK2MU) berlangsung di Lapangan Rektorat UB, Malang. Pada acara tersebut Rektor UB, Mohammad Bisri, melakukan penyematan jas almamater secara simbolik kepada perwakilan Maba, yang kemudian diikuti dengan pembacaan Sumpah Mahasiswa. Nuansa nasionalisme dipilih dalam penyambutan Maba ke-55 pada tahun...

Read More

Gedung Baru FIA UB: Sarana dan Prasarana Belum Merata

Reporter : Antonius Bagas dan Helmi Naufal Malang, DIANNS – Terhitung sejak Senin, 20 Februari 2017, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) telah memfungsikan Gedung E yang merupakan gedung baru di FIA. Meski fisik luar bangunan selesai dibangun dan gedung sudah digunakan pada hari pertama perkuliahan semester genap, namun ketersediaan sarana dan prasarana masih belum merata. Hingga hari ketiga kuliah masih ditemukan beberapa kekurangan terkait ruang kelas. Beberapa kelas masih belum dilengkapi proyektor dan wifi router. Ditemui pula ruang kelas yang jadwal penggunaannya bertabrakan. Kantin dan minimarket yang merupakan rencana awal, sampai hari ini masih belum terealisasi. Begitu juga dengan laboratorium-laboratorium yang dijanjikan, hanya Laboratorium Kewirausahaan yang dapat dioperasikan. Keadaan lantai 8 sampai 12 yang dirancang untuk ruang konferensi dan lain-lain, hingga kini masih kosong. Banyaknya 45 ruang kelas yang tersebar di beberapa lantai tidak diimbangi dengan pemenuhan lift yang memadai. Tersedia 3 lift untuk mengakses setiap lantai, namun baru 1 lift yang bisa beroperasi pada hari pertama perkuliahan sehingga menimbulkan antrian panjang di depan lift. Keadaan tersebut diperparah dengan insiden lift macet pada hari kedua perkuliahan. Pukul 06.15 WIB, tiga mahasiswa terjebak di dalam lift ketika lift sampai di lantai 5. Insiden itu berlangsung sekitar 30 menit sebelum petugas teknisi datang untuk mengevakuasi. Hal tersebut dibenarkan oleh Edi Pramono selaku Kepala Sub Bagian Umum dan Perlengkapan. “Kejadiannya pagi, jam 6 lewat 15 menit. Ada laporan terus saya...

Read More

Jadi Agenda Rutin Tiap Tahun, Pemilwa FIA Minim Partisipasi

Reporter: Ria Fitriani dan Hayu Primajaya Malang, DIANNS – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) kembali menggelar Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) pada Selasa, 21 November 2016. Pemilwa merupakan agenda rutin dari tahun ke tahun yang diadakan FIA UB untuk memilih pasangan Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (Pres/Wapres BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Seperti sebuah tradisi, minimnya partisipasi mahasiswa dalam pemilihan calon presiden dan wakil presiden BEM serta DPM masih mewarnai pemilwa kali ini. Tak hanya itu, minimnya peserta yang mendaftar baik sebagai presiden dan wakil presiden BEM maupun DPM juga masih menjadi perhatian tersendiri. Pihak Kestari Pemilwa FIA 2016 mencatat, hanya ada 1055 mahasiswa yang terdaftar sebagai daftar pemilih aktif (DPA) dari jumlah mahasiswa FIA yang masih aktif yaitu berkisar 6000 orang. Artinya, angka partisipasi pemilih jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan angka golput, dengan perbandingan 1:5. Terkait minimnya mahasiswa yang berpartisipasi dalam Pemilwa FIA 2016, M. Firdam Ainun Najib selaku Ketua Pelaksana (Kapel) menyayangkan tingginya angka golput pada Pemilwa FIA yang terjadi dari tahun ke tahun. Meskipun demikian, Firdam menuturkan, pertisipasi mahasiswa dalam Pemilwa FIA kali ini meningkat dibanding dengan tahun lalu meskipun tidak terlalu signifikan dengan dominasi pemilih dari Jurusan Administrasi Bisnis. “Partisipasi Pemilwa tahun ini memang masih banyak yang golput, tapi Alhamdulillah jumlahnya meningkat dari tahun lalu terutama dari jurusan Bisnis. Tapi saya akui memang partisipasi mahasiswa masihsangat jauh dari yang diharapkan,” ujarnya...

Read More

Rektorat Tak Penuhi Janji, Kasus Jaket dan Kaos 2015 Belum Usai

Reporter: M. Rizky Setiawan dan Melinda Cucut W. Aksi damai yang digagas oleh Aliansi Mahasiswa Brawijaya untuk menuntut transparansi anggaran pengadaan jaket dan kaos mahasiswa angkatan 2015 kepada pihak rektorat Universitas Brawijaya (UB) belum usai. Aksi yang dilakukan pada Jumat pagi, 21 Oktober 2016 di depan gedung rektora belum mendapat penyelesaian hingga berita ini diturunkan. Hal ini dikarenakan pihak rektorat UB urung menepati janji untuk melakukan audiensi dengan massa. Pihak rektorat sempat menemui massa sebelum salat Jumat dan menyatakan siap melakukan komparasi data terkait pengadaan jaket dan kaos seusai salat Jumat. Namun, janji tersebut tak kunjung ditepati. Sasmito Djati selaku Wakil Rektor (WR) IV sempat menyatakan siap menemui mahasiswa setelah salat Jumat untuk membahas permasalahan jaket dan kaos. Ia pun juga menyetujui adanya komparasi data anggaran pengadaan jaket dan kaos yang dimiliki massa dengan data milik rektorat. “Mau compare data ayok, saya siap anytime untuk membuka forum terkait permasalahan ini,” ujarnya pada Jumat siang. Namun kenyataan di lapangan berbicara lain, tak ada satu pun perwakilan rektorat yang membuka forum pembahasan anggaran tersebut. Dari pantauan reporter DIANNS, aksi damai dimulai pada pukul 09.30 WIB yang diawali dengan longmarch ke seluruh fakultas di UB. Massa aksi sempat berhenti sejenak di depan guest house karena mendapat kabar perihal keberadaan Rektor UB, M. Bisri, di sana. Namun, dikarenakan rektor memiliki agenda lain, massa pun gagal menemuinya. Massa kembali bergerak menuju gedung rektorat UB...

Read More

Tuntut Kejelasan Kaos dan Jaket, Aliansi Mahasiswa Brawijaya Gelar Aksi

Seluruh elemen mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Brawijaya pada 21 Oktober 2016, mengadakan aksi menuntut kejelasan kaos dan jaket angkatan 2015 dan 2016. Aksi diawali dengan long march dari gazebo UB dan berakhir di gedung rektorat untuk menemui rektor Mohammad Bisri. Dalam aksi tersebut massa bersepakat menuntut beberapa poin yaitu: 1. Menuntut kejelasan status kaos dan jaket angkatan 2015 dan 2016 2. Menuntut transparansi data berupa dokumen kotrak dan rencana anggaran, serta status lelang kaos dan jaket angkatan 2015 dan 2016 3. Menuntut pihak rektorat untuk menandatangani surat pernataan diatas materai untuk tidak mengulangi keterlambatan dalam pengadaan kaos dan jaket di tahun-tahun selanjutnya. Setelah penyampaian aspirasi, pihak rektorat melalui Wakil Rektor III dan Kasubag Barang Negara menyepakati untuk siap memberi data terkait pengadaan kaos dan jaket, membentuk sebuah forum dan penandatanganan surat pernyataan setelah salat Jumat. Di sela-sela aksi, WR III menawarkan beasiswa untuk 15 mahasiswa. Saat ini sedang dipersiapkan surat pernyataan dari pihak aliansi. fotografer: Satria Utama dan Wahyu...

Read More