Kategori: Resensi

Arok Dedes, Sebuah Gambaran tentang Indonesia dari Pram untuk Kita

Penulis: Dinda Indah Asmara Arok Dedes. Buku ini sebenarnya belum menjadi prioritas saya untuk dibaca dibandingkan dengan karya-karya Pram yang lain, Tetralogi Pulau Buru misalnya, yang hingga kini belum dapat saya tutuk-kan. Namun, Arok Dedes yang terpampang sebagai judulnya telah membawa pikiran saya membayang tentang kisah berdarah keluarga Kerajaan Singosari itu ketika saya melihatnya di ruang baca fakultas. Alhasil, saya pun meraihnya dari rak buku, lalu berasyik masyuk dengannya. Buku ini, sebagaimana Tetralogi Pulau Buru, juga ditulis Pram ketika ia berada dalam pembuangan di pulau yang merupakan salah satu bagian dari Kepulauan Maluku itu. Satu hal yang membuat saya...

Read More

Redistribusi Lahan Menuju Kedaulatan Pangan

Penulis: Hayu Primajaya Judul : LAHAN DAN KEDAULATAN PANGAN Penulis : DR. Ir. Gatot Irianto M.S., DAA. Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Halaman : 190 halaman Ukuran : 135mm X 200mm Tahun terbit : 2016 Buku yang diterbitkan pada awal 2016 ini memaparkan mengenai pelbagai permasalahan lahan dan kedaulatan pangan yang ada di Indonesia. Dalam hal ini, lahan dan kedaulatan pangan merupakan dua hal yang tak terpisahkan, karena sejatinya kedaulatan pangan berbeda dengan ketahanan pangan. Jika ketahanan pangan menekankan pada ketersediaan pangan bagi seluruh warga negara, sekalipun harus mengimpor dari luar negeri, kedaulatan pangan lebih kepada pemenuhan kebutuhan pangan...

Read More

Bertuhan Tanpa Agama : Bertrand Russel Tentang Agama, Filsafat, dan Sains

Sumber gambar: www.goodreads.comOleh : Hendra Kristopel Judul  : Bertuhan Tanpa Agama Penulis  : Bertrand Russell Penerjemah : Imam Baehaqi Penerbit : Resist Book Halaman : 321 halaman Ukuran  : 14 cm x 21 cm Pada masa Renaissance (pencerahan) dan setelahnya, mulai banyak bermunculan pemikiran-pemikiran skeptis terhadap agama yang sebelumnya dirasakan sangat membelenggu kehidupan manusia. Bertrand Russell termasuk ke dalam kelompok pemikir bebas yang terus menulis masalah agama. Agama adalah salah satu pokok masalah dari tulisan-tulisan awal dalam buku rahasia harian yang mulai disimpan ketika ia berusia 17 tahun. Sepanjang hidupnya, Russell mendekati agama sebagai seorang filosof, sejarawan, kritikus sosial, dan individu. Russell mengemukakan penentangannya terhadap agama dalam debat publik dengan para tokoh agama terkemuka dan merasa senang membuat sindiran-sindiran anti-agama, seperti jawabannya, ketika ia dibawa ke hadapan Tahta Langit (Tuhan), ia akan menegur Penciptanya karena tidak menyediakan cukup bukti akan eksistensi-Nya. Russell adalah seorang yang agnostik saat menuangkan pemikirannya ke dalam setiap tulisan hariannya. Agnostik adalah orang yang berpikir bahwa mungkin mengetahui kebenaran dalam masalah-masalah seperti Tuhan dan kehidupan akhirat, masalah yang menjadi perhatian setiap agama. Apakah agnostik itu ateis? Tidak. Agnostik berbeda dengan ateis, dan berbeda pula dengan orang yang beragama. Ateis dapat mengetahui bahwa Tuhan itu tidak ada. Agama dapat mengetahui bahwa Tuhan itu ada. Sedangkan agnostik adalah menunda keputusan. Mengatakan bahwa tidak ada dasar yang mencukupi untuk menerima atau menolak. Agnostik tidak menerima “otoritas” seperti hukum...

Read More

Diskursus : Gagasan Politik Machiavelli

Oleh: Satria Utama Judul: Diskursus Penulis: Niccolo Machiavelli Penerjemah: Yudi Santoso dan Sovia VP Penerbit: Narasi dan Pustaka Promethea Halaman: 452 halaman Ukuran: 16 cm x 24 cm Paling orang mengenal Niccolo Machiavelli hanya dari membaca The Prince atau yang dalam bahasa Italia Il Principe (Sang Pangeran). Ini menjadi batu sandungan terbesar untuk mengenal Machiavelli. Karena sederhananya, dalam The Prince yang cukup singkat itu, pemikiran Machiavelli dikenal sebagai pemikiran politik yang jahat. Sedangkan, dalam karyanya yang lain, yaitu The Discourses (Diskursus), tampaklah ia sebagai republikan. Demikian pun, diskursus memuat ide politik Machiavelli lebih kaya. Boleh dikatakan, Diskursus adalah testamen politik Machiavelli yang terlengkap. Jika buku The Prince besar karena intensitasnya, Diskursus besar karena bermacam macam kandungan di dalamnya. Jika nama The Prince besar karena buku ini memberikan gambaran tentang tata kekuatan pemerintahan, Diskursus besar karena memberikan kesatuan dalam negara. Terakhir, kalau nama The Prince besar karena sifat polemisnya, Diskursus besar karena keseimbangannya. Selama ini muncullah yang mengatakan bahwa Machiavelli merupakan pelopor ilmu politik modern yang amoral, karena dicurigai menganut paham politik menghalalkan segala cara. Lebih lanjut, istilah Machiavellianisme dikonotasikan sebagai segala pikiran, sikap, dan tindakan kotor dan kejam dalam ranah politik. Salah kaprah kepada Machiavelli dan pemikirannya ini yang disebabkan oleh kekeliruan dalam pengertian Machiavelli, terutama mengenai karyanya, sang pangeran. Dalam karya tersebut, Machiavelli mengungkapkan. Yang ada pada waktu itu. Machiavelli segala hal yang nyata pada zamannya tersebut, dan bukan apa yang ideal atau ideal yang dia inginkan, yang harus dilakukan oleh...

Read More

Kisah Perjalanan Spiritual Di Langit Amerika

Oleh : Joko Iwan Pada tanggal 11 September 2001, dunia dikejutkan oleh runtuhnya gedung WTC  (World Trade Center) setelah ditabrak oleh sebuah pesawat yang telah dibajak oleh sekelompok teroris yang  menganggap aksinya tersebut sebagai sebuah jihad untuk agama Islam. Sejak saat itulah dunia mulai beranggapan bahwa Islam merupakan sebuah agama yang sarat akan kekerasan. Sehingga orang di dunia mengalami fobia terhadap agama islam, karena pandangan yang salah tersebut. Delapan tahun berlalu sejak kejadian tersebut, dibelahan bumi lainnya, tepatnya Wina, Austria. Disana tinggal sepasang suami istri yang merupakan tokoh utama di cerita ini. Sang suami, Rangga sedang  menyelesaikan kuliah  tahun kedua S3-nya sekaligus sebagai asisten dosen. Sementara sang istri Hanum mulai sibuk sebagai seorang wartawan di surat kabar gratis di kota itu, Heute ist Wunderbar. Di kantor surat kabar tersebut, Hanum dianggap sebagai salah satu wartawan terbaik karena dianggap telah berhasil melakukan berbagai tugas peliputannya dengan sangat baik. Salah satunya, ketika dia berhasil mewawancarai Natascha Kampusch, seorang korban penculikan dimana wartawan dari media lainnya kesulitan untuk mewawancarainya. Hingga pada akhirnya, suatu  ketika saat perusahaan surat kabar tersebut berada diambang kebangkrutan karena kurangnya laba dari surat kabar gratisnya. Pada akhirnya Getrud Robinson, sang pemimpin redaksi memberikan tugas pada Hanum untuk membuat sebuah artikel dengan topik: “Would the world be better without Islam?” Dan untuk itu dia akan ke New York, Amerika Serikat untuk menemui beberapa narasumber yang telah ditentukan. Sementara itu...

Read More
  • 1
  • 2