Category: Berita

Memperingati Bulan Kartini, Jaringan Gusdurian Menilik Peran Perempuan dalam Film “Our Mothers’ Land”

Sebagai bentuk penyambutan bulan Kartini, Jaringan GUSDURian Indonesia mengadakan webinar bertema “Kartini Merawat Bumi” pada Jum’at (02/04). Film “Our Mother Land” karya Febriana Firdaus yang di produseri oleh The Gecko Project dan Mongabay digunakan sebagai fokus pembahasannya. Diskusi dalam webinar ini diawali dengan penayangan film “Our Mother Land”. Film ini bercerita tentang perempuan yang mengorganisir serta memimpin suatu gerakan. Gerakan tersebut bertujuan untuk mempertahankan tanah dan kelestarian lingkungan dari para pemodal. Film ini memuat perjalanan Febriana Firdaus, seorang jurnalis independen. Febriana menceritakan perjuangan perempuan di beberapa wilayah konflik yang dihadapkan dengan kekerasan, ancaman penahanan, dan kematian. Ia menyusuri pelosok...

Read More

Meninjau Kembali Hakikat Sekolah

Menggali lebih dalam mengenai hakikat sekolah, Perkumpulan Homeschooler Indonesia (PHI) mengadakan webinar bertema ‘Hidup untuk Sekolah atau Sekolah untuk Hidup’ (07/03). Dalam fokus pembahasannya, mereka menggunakan buku berjudul ‘Sekolah itu Candu’ yang ditulis oleh Roem Topatimasang sebagai bahan diskusi. Khususnya bab pertama dan kedua tentang refleksi sejarah dan hakikat sekolah. Ellen Nugroho, anggota PHI sekaligus moderator, mengawali diskusi dengan memaparkan hasil riset Roem tentang akar kata sekolah. “Sekolah berasal dari bahasa latin skhole, scola, schola yang berarti waktu senggang atau waktu luang,” ungkapnya. Hal ini merujuk pada kebiasaan orang Yunani Kuno yang mempunyai banyak waktu luang. Lalu mereka mengisinya...

Read More

Menilik Nasib Puan Indonesia di Kala Pandemi

Kekerasan terhadap perempuan mengalami peningkatan yang cukup tinggi selama pandemi. Berdasarkan data Komnas Perempuan Indonesia, kekerasan berbasis gender telah meningkat 63% selama masa pandemi Covid-19. Menyikapi hal tersebut, Amnesty Chapter UIN Jakarta mengadakan diskusi via online dengan tajuk Voices and Action of Women During Pandemi pada Jumat malam (12-03). “Hal ini (red: peningkatan kekerasan berbasis gender) merupakan situasi yang cukup memprihatinkan” tegas Nurina Savitri, narasumber dari Amnesty Internasional Indonesia. Sebab menurutnya hak perempuan itu juga merupakan hak mereka sebagai manusia pada umumnya. Oleh karena itu antara laki-laki dan perempuan seharusnya tidak boleh ada pembedaan. “Walaupun memang ada beberapa kondisi...

Read More

Penjara Suara oleh UU ITE

[Riset] Seakan melenceng dari tujuan awal, UU ITE yang seharusnya melindungi hak bersuara diruang maya justru malah menjadi tameng yang menciderai hak kebebasan bersuara. Masalah UU ITE yang terus-menerus bermunculan menyebabkan banyaknya usulan agar pasal-pasal yang dinilai multitafsir direvisi, karena hanya mengantarkan korbannya menuju jeruji besi. Sedikit Lebih Dekat dengan UU ITE Berdasarkan kumparan.com, gagasan adanya UU ITE bermula sekitar awal tahun 2000 saat era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Ketika itu, masih terjadi kekosongan hukum di ranah dunia maya atau cyber. Sehingga 2 perguruan tinggi negeri, Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran, masing-masing menyusun konsep RUU cyberlaw. Unpad...

Read More

Maraknya Kekerasan Seksual di Tengah Pandemi

Isu kekerasan seksual terhadap perempuan selama pandemi semakin meningkat. Berdasar data Women’s Crisis Centre (WCC) terdapat 121 orang yang mengalaminya. Rinciannya: 50 orang lebih mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga dan 40 orang lebih mengalami Kekerasan dalam Pacaran. Hal itu diungkapkan oleh Sri Wahyuni dalam webinar bertajuk “Maintain Women’s Power Against Violence and Sexual Harassment” yang diadakan oleh Medical Students Committee for International Affairs (28/02). “Ini (red, pelaporan kasus kekerasan seksual pada tahun ini) menjadi sebuah perkembangan dua kali lipat kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya. Adanya peningkatan jumlah pelaporan kekerasan seksual tidak hanya dicatat oleh WCC. Hal serupa terjadi...

Read More