Kategori: Berita

Dobrak Media Alternatif Lewat Persma

Reporter: Iqbal Achmad W. dan Putri Ayu S. Kekosongan posisi dalam segi pemberitaan yang ditinggalkan oleh media mainstream, yang hanya mengutamakan profit, datang media alternatiflah untuk mengisi kekosongan tersebut dalam memberitakan dan menginformasikan suatu isu yang terjadi di masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Abdul Wahid, selaku pemateri dalam Diskusi Pers Mahasiswa (Persma) Diskursus Publik Di Antara Media Mainstream dan Media Alternatif pada Selasa, 13 Februari 2018 di Omah Diksi. Dari kondisi tersebut dimana media mainstream terkekang oleh lingkaran kapital muncul media alternatif untuk menyajikan sebuah berita yang berbeda dan memberikan pemahaman kepada publik. Media alternatif perlu memberikan informasi yang...

Read More

Nuansa Nasionalisme didalam PKKMU Universitas Brawijaya 2017

Reporter: Iko Dian W. dan Helmi Naufal Z. Malang, DIANNS – Rangkaian Acara Jelajah Almamater Universitas Brawijaya (Raja Brawijaya) tahun 2017/2018 yang dilaksanakan pada Sabtu, 19 Agustus 2017 dihadiri kurang lebih 10.000 Mahasiswa Baru (Maba). Acara tersebut dihadiri oleh Maba Program Sarjana (S1) dan Diploma (D3). Upacara penerimaan Maba atau yang disebut Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya (PK2MU) berlangsung di Lapangan Rektorat UB, Malang. Pada acara tersebut Rektor UB, Mohammad Bisri, melakukan penyematan jas almamater secara simbolik kepada perwakilan Maba, yang kemudian diikuti dengan pembacaan Sumpah Mahasiswa. Nuansa nasionalisme dipilih dalam penyambutan Maba ke-55 pada tahun...

Read More

Dampak Otonomi Kampus di UI dan UGM

Reporter: Johanis Merkurius Cigo dan Athika Sri Ayuningtyas Sebagai kampus yang menjadi pilot project otonomi Perguruan Tinggi (PT), Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengalami perjalanan panjang dalam mengelola kampusnya secara otonom. LPM DIANNS mencoba menilik ke dalam dua kampus yang sudah lebih dulu menyandang status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH). Secara hukum, UI disahkan menjadi PTN BH pada tanggal 14 Oktober 2013 berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013 Tentang Statuta Universitas Indonesia. Namun jauh sebelum itu, model otonomi tata kelola PT sudah dilimpahkan ke UI sejak tahun 2000 dengan dikeluarkannya PP Nomor 152 Tahun 2000 Tentang Penetapan UI sebagai Badan Hukum Milik Negara. Selama tujuh belas tahun UI mengalami beberapa kali perubahan status hukum, meski pada hakikatnya sama. Yakni pengelolaan sumber daya universitas secara mandiri atau otonom. Pengelolaan secara otonom tercermin dari sistem pembayaran biaya perkuliahan mahasiswa. Berbeda dengan universitas lain, UI menerapkan sistem pembayaran dengan nama Biaya Operasional Pendidikan (BOP). Fadel Muhammad selaku anggota Majelis Wali Amanat UI Unsur Mahasiswa (MWA UI UM) 2016 menjelaskan konsep BOP yang juga terkena dampak PTN BH. Menurut penuturan Fadel, nominal yang harus dibayarkan mahasiswa UI sebelum tahun 2008 disamaratakan sebesar 1,5 juta bagi jurusan sains teknologi dan kesehatan (Saintek) dan 1,3 juta bagi jurusan sosial humaniora (Soshum). Namun sejak tahun 2008, BOP dipisahkan ke dalam dua mekanisme pengajuan yaitu BOP-Berkeadilan (BOP-B) dan BOP-Pilihan (BOP-P)...

Read More

Berstatus PTN BH, Akses Pendidikan Akan Semakin Sulit

Reporter: Iko Dian Wiratama dan Dinda Indah Asmara Malang, LPM DIANNS – Universitas Brawijaya (UB) saat ini tengah bersiap menuju status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH). PTN BH akan mengubah status salah satu universitas di Kota Malang ini yang sekarang masih berstatus Badan Layanan Umum (BLU). Tim persiapan telah terbentuk. Namun, peralihan status UB menjadi PTN BH tentu akan membawa berbagai perubahan dalam kampus. Hal ini menimbulkan banyak penolakan, terutama dari kalangan mahasiswa. Salah satu yang menjadi fokus penolakan adalah terkait akses pendidikan UB jika kelak status PTN BH sudah ditetapkan. Gaung PTN BH begitu ramai terdengar di Kampus Prabu Brawijaya akhir-akhir ini. Tim Persiapan PTN BH yang telah terbentuk sejak akhir tahun 2016, diketuai oleh Abdul Latief Abadi selaku dosen dari Fakultas Pertanian. Tujuan tim ini adalah mempersiapkan UB andai kata nanti mendapatkan mandat sebagai PTN BH, UB telah siap. Gaung PTN BH ini menuai banyak penolakan. Penolakan itu didengungkan dalam berbagai aksi yang sudah dilakukan oleh berbagai elemen mahasiswa. Salah satunya adalah aksi peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei lalu. Dalam aksi yang dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Brawijaya, mahasiswa mengambil posisi jelas, yaitu menolak PTN BH. Walau akhirnya di aras mahasiswa terjadi perpecahan, poin penolakan PTN BH yang sudah didengungkan berubah menjadi tuntutan adanya transparansi persiapan berupa hearing dan pelibatan mahasiswa dalam PTN BH. Penolakan PTN BH bukanlah tanpa alasan. Ada...

Read More