Kategori: Opini

Stereotip Orang Papua: Pembenaran Kekerasan Kultural

Penulis: Helmi Naufal  Awal tahun 2000, Presiden Abdurrahman Wahid, yang akrab disapa Gus Dur, memperbolehkan Kongres Rakyat Papua II dan pengibaran bendera Bintang Kejora. Pengibaran bendera itu diperbolehkan asal berdampingan dengan bendera Merah Putih. Selain itu bendera Merah Putih harus berada lebih tinggi dari bendera Bintang Kejora. Artinya, Gus Dur mengakui simbol kultural masyarakat Papua. Dengan mengakui simbol kultural, Gus Dur menempatkan masyarakat Papua sebagai manusia. Sebelum menggelar Kongres Rakyat Papua II, pemuka Papua menggelar musyawarah besar pada 23-26 Februari 2000. Musyawarah besar bertempat di Sentani, Jayapura. Hasilnya, terbentuk lembaga eksekutif mandiri yang dikenal dengan Presidium Dewan Papua. Mandat...

Read More

Negeri Agraris Tapi Krisis

Penulis: Wakhidatul Rohmawati Mengawali tahun 2018 isu melonjaknya harga beras jenis medium sempat menjadi perbincangan hangat  di tengah masyarakat. Di Jakarta misalnya, kenaikan mencapai Rp 14.100 per kilogram jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp 9.450 per kilogram  berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional. Tak sedikit masyarakat mengeluh mengingat kebutuhan pangan menjadi kebutuhan paling dasar yang berkaitan dengan perut. Keadaan pun sempat memanas ketika kenaikan harga beras berujung pada dikeluarnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 1 Tahun 2018 tentang Ekspor dan Impor Beras. Dengan dikeluarkannya peraturan ini otomatis pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuka...

Read More

Melawan Lupa, Merawat Ingatan, Lawan Penghilangan Paksa dan Penegakan HAM

Penulis: Dinda Indah Asmara Tepat 30 Agustus setiap tahunnya  diperingati sebagai  hari penghilangan paksa sedunia.  Di Indonesia tanggal itu jatuh tepat pada Kamis ke-551 aksi Kamisan digelar keluarga korban penghilangan paksa oleh Rezim Orde Baru untuk menuntut pertanggungjawaban negara atas nasib anak serta suami mereka, serta, dua puluh tahun sudah tiga belas aktivis yang dihilangkan secara paksa pada akhir rezim Orde Baru hilang dan sama sekali belum ada titik kejelasan.  Hari anti penghilangan paksa telah diperingati sejak tujuh tahun lalu. Namun saya baru mengetahuinya tadi pagi, saat berselancar di media sosial. Suatu hal yang lumayan menyedihkan. Melalui Resolusi Nomor...

Read More

Orientasi Pembangunan dan Ruang Hidup Hanya untuk Kaum Kapitalis

Penulis: Dewi Bayu Pamungkas “Masyarakat hanya diberikan mimpi tentang pembangunan dan kemajuan.” Interaksi manusia dengan alam sudah terjadi jauh sebelum manusia mengenal corak produksi, karena alamlah yang sejak dahulu menjamin kelangsungan hidup umat manusia. Hasil interaksi antara manusia dan alam menciptakan nilai-nilai dan etika dalam memperlakukan alam. Salah satu contohnya adalah masyarakat Jawa yang memperlakukan, mengganggap, dan memposisikan alam seperti sosok manusia. Hal ini yang menjadikan interaksi manusia dengan alam menjadi sedemikian beradab. Dahulu masyarakat Jawa menganggap bumi sebagai ibu karena bumi tempat menyediakan air, bercocok tanam, penyedia bahan bangunan, maupun penyedia sumber makanan bagi masyarakat sehingga harus dijaga...

Read More

Pembangunan yang Menyesatkan

Penulis: Hendra Kristopel Presiden Jokowi menyesali adanya tindakan kontradiktif dari masyarakat terhadap program pembangunan infrastruktur yang sedang digalakkan pemerintah. Sebagaimana pernyataanya yang dikutip dalam berita Kompas  “Kita ini mau bangun jalan tol ribut masalah lahan, ramai masalah pembebasan lahan, bolak balik ramai, stop enggak berjalan karena masalah ini,” kata Jokowi saat penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun 2016 di IstanBogor Jawa Barat, pada Selasa, 23 Mei 2017. Dari pernyataan tersebut kemudian terbesit pertanyaan apakah pembangunan dapat digeneralisir sebagai sebuah tindakan yang memaslahatkan? Apakah pembangunan menjadi aktivitas bergerak yang murni untuk mencapai kesejahteraan? Dan...

Read More