Kategori: Opini

Orientasi Pembangunan dan Ruang Hidup Hanya untuk Kaum Kapitalis

Penulis: Dewi Bayu Pamungkas “Masyarakat hanya diberikan mimpi tentang pembangunan dan kemajuan.” Interaksi manusia dengan alam sudah terjadi jauh sebelum manusia mengenal corak produksi, karena alamlah yang sejak dahulu menjamin kelangsungan hidup umat manusia. Hasil interaksi antara manusia dan alam menciptakan nilai-nilai dan etika dalam memperlakukan alam. Salah satu contohnya adalah masyarakat Jawa yang memperlakukan, mengganggap, dan memposisikan alam seperti sosok manusia. Hal ini yang menjadikan interaksi manusia dengan alam menjadi sedemikian beradab. Dahulu masyarakat Jawa menganggap bumi sebagai ibu karena bumi tempat menyediakan air, bercocok tanam, penyedia bahan bangunan, maupun penyedia sumber makanan bagi masyarakat sehingga harus dijaga...

Read More

Pembangunan yang Menyesatkan

Penulis: Hendra Kristopel Presiden Jokowi menyesali adanya tindakan kontradiktif dari masyarakat terhadap program pembangunan infrastruktur yang sedang digalakkan pemerintah. Sebagaimana pernyataanya yang dikutip dalam berita Kompas  “Kita ini mau bangun jalan tol ribut masalah lahan, ramai masalah pembebasan lahan, bolak balik ramai, stop enggak berjalan karena masalah ini,” kata Jokowi saat penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun 2016 di IstanBogor Jawa Barat, pada Selasa, 23 Mei 2017. Dari pernyataan tersebut kemudian terbesit pertanyaan apakah pembangunan dapat digeneralisir sebagai sebuah tindakan yang memaslahatkan? Apakah pembangunan menjadi aktivitas bergerak yang murni untuk mencapai kesejahteraan? Dan...

Read More

Ruang Makin Tipis, Kota Menghisapku Habis

Penulis:  Satria Utama mentari tinggal terik bara tanpa janji kota tumbuh, kian asing, kian tak peduli dan kita tersisih di dunia yang ngeri dan tak terpahami ini (balada harian – silampukau) Jakarta, Surabaya, Semarang dan kota­kota besar lainnya tumbuh dengan pesatnya. Tetapi dibalik kemegahan pembangunan itu ada masyarakat yang termarjinalkan yang terkena dampak pembangunan. Kondisi ruang kota hari ini semakin ruwet dan masyarakat miskin perkotaan selalu kalah oleh kekuatan dominan. Begitulah kira­-kira yang ingin disampaikan duo pekerja seni asal Kota Pahlawan dalam lagu tersebut. Bijdragen tot de taal­ landen volkenkunde, merilis jurnal pada tahun 1969 yang menyebutkan bahwa berdasarkan...

Read More

Memerdekakan Pendidikan

Penulis: Muhammad Bahmudah “School is the advertising agency which makes you believe that you need the society as it is.” -Ivan Illich- Kutipan di atas diambil dari sebuah buku yang berjudul “Deschooling Society”. Ivan Illich menggertak pendidikan dengan mengkritik pola guna sekolah atas penyadaran terhadap masyarakat. Pandangan Illich menceritakan bahwa sekolah adalah sasaran bagi masyarakat yang dilembagakan, dan menurut beliau penting adanya sebuah konsep “Deschool” atau budaya baru dalam belajar. Lebih kritis lagi, beliau mengejawantahkan bahwa masyarakat tidak perlu sekolah. Namun Illich tidak menganjurkan penghapusan atas sekolah. Akan tetapi, adanya pembatasan terhadap peran sekolah sebagai sebuah lembaga yang cenderung...

Read More

Menelisik Keseriusan Reforma Agraria

Penulis: Abdillah Akbar Selang memasuki tahun ketiga Kabinet Kerja dengan seperangkat Nawa Cita yang selalu ditenteng Presiden Jokowi sepanjang masa jabatannya, belum terlihat keseriusan pemerintah dalam mewujudkan agenda reforma agraria sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria atau UU PA. Seperti halnya dengan celotehan janji era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, reforma agraria juga kerap disebut sebagai Program Prioritas Presiden Joko Widodo. Namun, sebagaimana dalam pelaksanaannya yang tak lepas dari cengkeraman politik pemerintah semata, ketimbang perwujudan dari keadilan sosial dalam arti sebenarnya. Dilihat dari sisi lain, lahan-lahan agraria terus dijarah oleh berbagai jilid...

Read More