Kategori: Opini

Memerdekakan Pendidikan

Penulis: Muhammad Bahmudah “School is the advertising agency which makes you believe that you need the society as it is.” -Ivan Illich- Kutipan di atas diambil dari sebuah buku yang berjudul “Deschooling Society”. Ivan Illich menggertak pendidikan dengan mengkritik pola guna sekolah atas penyadaran terhadap masyarakat. Pandangan Illich menceritakan bahwa sekolah adalah sasaran bagi masyarakat yang dilembagakan, dan menurut beliau penting adanya sebuah konsep “Deschool” atau budaya baru dalam belajar. Lebih kritis lagi, beliau mengejawantahkan bahwa masyarakat tidak perlu sekolah. Namun Illich tidak menganjurkan penghapusan atas sekolah. Akan tetapi, adanya pembatasan terhadap peran sekolah sebagai sebuah lembaga yang cenderung...

Read More

Apa Kata Mereka tentang Agraria?

  Permasalahan agraria di Indonesia hingga kini tak kunjung usai. Berbicara agraria maka tidak jauh dari kebutuhan mengenai pertanahan, pengairan, hingga angkasa diatasnya. Maka tidak lain kebutuhan dalam hal ini memunculkan kepentingan yang sering kali bersebrangan antar subjek tertentu, Sepeti munculnya konflik horizontal antar masyarakat hingga penguasaan negara atas tanah yang tidak memberikan solusi untuk rakyat hingga kini masih terjadi. Video testimoni ini merupakan beberapa pendapat mengenai lingkup permasalahan agraria di Indonesia. Hal ini berhubungan dengan apa itu agraria hingga menyangkut kebijakan pemerintah. Ini kata mereka tentang persoalan agraria di Indonesia. Apakah tanah yang dulunya dimiliki rakyat, kini tetap milik...

Read More

Menelisik Keseriusan Reforma Agraria

Penulis: Abdillah Akbar Selang memasuki tahun ketiga Kabinet Kerja dengan seperangkat Nawa Cita yang selalu ditenteng Presiden Jokowi sepanjang masa jabatannya, belum terlihat keseriusan pemerintah dalam mewujudkan agenda reforma agraria sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria atau UU PA. Seperti halnya dengan celotehan janji era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, reforma agraria juga kerap disebut sebagai Program Prioritas Presiden Joko Widodo. Namun, sebagaimana dalam pelaksanaannya yang tak lepas dari cengkeraman politik pemerintah semata, ketimbang perwujudan dari keadilan sosial dalam arti sebenarnya. Dilihat dari sisi lain, lahan-lahan agraria terus dijarah oleh berbagai jilid...

Read More

Demi Swasembada Pangan, Petani Dikorbankan

Penulis: Jo Cigo Bertani merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan negeri ini. Tak terbayang apa jadinya bila seluruh petani di Indonesia berhenti mencangkul sawahnya, bisa saja Indonesia akan mengalami krisis pangan yang parah. Tetapi kejadian ini mungkin saja terjadi apabila hak petani direnggut, seperti yang tengah terjadi di Padang. Melalui Surat Edaran (SE) bernomor 521.1/1984/Distanhorbun/2017 Tentang Dukungan Gerakan Percepatan Tanam Padi tertanggal 6 Maret 2017 oleh gubernur setempat, publik dibuat terkejut. Itu dikarenakan SE resmi tersebut mengandung poin yang memerintahkan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan UPT Pertanian Kecamatan untuk ikut “membantu” program...

Read More

Komersialisasi Pendidikan: Berdagang Ilmu demi Pasar

Penulis: Jo Cigo Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar di era globalisasi dan juga sebagai indikator maju tidaknya suatu negara. Dengan pendidikan pula kita dapat mengetahui peradaban suatu bangsa, karena berhasil atau tidaknya pendidikan di sebuah negara dapat mempengaruhi negara tersebut di kemudian hari. Demi terwujudnya kehidupan yang berperadaban, maka pendidikan haruslah memanusiakan manusia. Sebagaimana pendapat salah satu tokoh pendidikan Paulo Freire, ia mengatakan, “Orang yang buta huruf adalah manusia kosong dan itu adalah awal dari penindasan.” Sedangkan pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara merupakan proses pembudayaan yakni suatu usaha memberikan nilai-nilai luhur kepada generasi baru dalam masyarakat yang tidak hanya bersifat pemeliharaan tetapi juga dengan maksud memajukan. Upaya kebudayaan (pendidikan) dapat ditempuh dengan sikap (laku) yang dikenal dengan Teori Trikon, yakni kontinu, konsentris, dan konvergen. Dengan kata lain, tugas pendidikan adalah sebagai proses dialektika yang memanusiakan manusia dan juga mengembalikan sifat hakikat manusia tersebut seoptimal mungkin. Pendidikan yang humanis menekankan pentingnya pelestarian eksistensi manusia. Dalam arti membantu manusia lebih manusiawi, lebih berbudaya, sebagai manusia yang utuh berkembang seperti yang diungkapkan Ki Hajar Dewantara menyangkut daya cipta (kognitif), daya rasa (afektif), dan daya karsa (konatif). Namun belakangan ini kita kerap mendengar kalimat-kalimat “komersialiasasi pendidikan merupakan salah satu cara kapitalis”, “pendidikan sekarang mendehumanisasi manusia”, atau “pendidikan sekarang diciptakan untuk mencetak manusia yang dapat memenuhi kebutuhan pasar”. Kemudian apabila kita rangkum dari beberapa kalimat tersebut, maka akan timbul suatu pertanyaan, “Untuk apa...

Read More