Kategori: Produk

Buletin Radikal Edisi April 2018

Buletin Radikal : Edisi April 2018 PTN BH menjadi narasi yang terus menerus digaungkan di ruang ruang perguruan tinggi. Terdengar manis dengan kata OTONOM serta KEMANDIRIAN yang tersemat di dalamnya, namun sejatinya PTN BH telah membuat pendidikan menyimpang dari orientasinya. Pendidikan dipaksa untuk membuka pintu lebar lebar terhadap komersialisasi. Tak boleh ada yang disia-siakan dalam ruang kampus. Semuanya harus dimanfaatkan sebaik baiknya untuk menambah isi kantong kampus. Kemudian nama mentereng berjuluk berstandar internasional pun dikejar untuk sebuah gengsi sebuah institusi pendidikan. Pendidikan kini telah menjadi suatu hal yang semakin sulit untuk dijangkau semua lapisan. Pendidikan pun kini melupakan tugasnya...

Read More

Perampasan Tanah = Perampasan Ruang Hidup Tanah sebagai bagian dari agraria tidak terbatas pada tanah permukaan, melainkan juga ruang hidup di atasnya. Ia memegang peran krusial bagi keberlangsungan kehidupan. Klaim sepihak atas tanah karena itu menyebabkan penderitaan yang besar. Tidak berhenti pada sebatas privatisasi, tapi juga berlanjut pada hilangnya fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi tanah tersebut bagi rakyat. Perampasan terus terjadi. Tanah dikuasai segelintir orang. Petani, nelayan, buruh, dan rakyat kecil menjadi korban. Tanah sumber penghidupan menjadi sumber perampasan. Bagaimana kita juga tak luput menjadi korban? Akhirnya, jika tanah terus direbut, rakyat terus terancam, petani sulit menggarap lahan, dan konflik agraria terus meningkat, pertanyaan yang muncul adalah “Tanah (Masih) Milik Rakyat?” Hadirilah diskusi LPM DIANNS pada Jum’at, 19 Mei 2017 di Gedung E Lantai 1, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Pemantik: Adib Dian Mahmudi (Koordinator Konsorsium Pembaharuan Agraria Jawa Timur) Abdul Kodir A. (Akademisi, Koordinator FNKSDA Malang) Hayu Primajaya (Redaktur Digital LPM DIANNS) Timeline: Pameran Foto (15.30 WIB) Live Karikatur (16.00 WIB) Panggung Rakyat (16.30 WIB) Diskusi & Pemutaran Film “Terancam di Garapan Sendiri” (17.30...

Read More
  • 1
  • 2