Kategori: Beranda

Dobrak Media Alternatif Lewat Persma

Reporter: Iqbal Achmad W. dan Putri Ayu S. Kekosongan posisi dalam segi pemberitaan yang ditinggalkan oleh media mainstream, yang hanya mengutamakan profit, datang media alternatiflah untuk mengisi kekosongan tersebut dalam memberitakan dan menginformasikan suatu isu yang terjadi di masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Abdul Wahid, selaku pemateri dalam Diskusi Pers Mahasiswa (Persma) Diskursus Publik Di Antara Media Mainstream dan Media Alternatif pada Selasa, 13 Februari 2018 di Omah Diksi. Dari kondisi tersebut dimana media mainstream terkekang oleh lingkaran kapital muncul media alternatif untuk menyajikan sebuah berita yang berbeda dan memberikan pemahaman kepada publik. Media alternatif perlu memberikan informasi yang...

Read More

Pawon

Penulis: Dinda Indah Asmara Suara cetik api terdengar. Titik api memberi sedikit lihat dalam ruangan gelap pekat. Dimar yang telah nyala lalu dipindahkan ke atas meja. Cahayanya jadi semakin meluas dan mata lebih leluasa untuk melihat isi ruangan. Temboknya yang berbata merah, panci-panci berpantat hitam yang digantung berjejeran, rak piring kayu, juga gentong tanah liat dekat pawonan kini terlihat meski dalam keremangan. Ruangan itu adalah dapur yang sederhana. Orang Jawa menyebutnya pawon. Tangan keriput yang juga menyalakan dimar tadi lalu meraih blarak. Gerakannya menimbulkan suara kresek kresek yang agak riuh. Segenggam daun kelapa kering berhasil ia ambil. Ia lalu...

Read More

Kampung 3G (Glintung Go Green)

Reporter: Dinda Indah dan Bimo Adi Glintung Go Green (3G), merupakan sebutan kampung yang bernuansa hijau asri, berada di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Belimbing, Kota Malang, tepatnya RW 23. Nuansa ini didukung oleh tanaman hidroponik yang menghiasi sepanjang jalan perkampungan. Selain itu, kebersihan pemandangan perkampungan dan jalan yang terjaga, buat kesan lingkungan hidup yang sehat. Gerakan tersebut digagas oleh ketua RW, Bambang Irianto. Ia menuturkan pertama kali mengusung gerakan ramah lingkungan, karena kampung yang sekarang asri, dahulu kerap dilanda banjir dan kesehatan warga yang rentan akan penyakit degeneratif hingga menimbulkan angka kematian warga. Pertama kali gerakan ini disosialisasikan tidak banyak warga yang mendukung. Untuk membangun kesadaran warga dalam mendukung gerakan ini tidak mudah, banyak kendala yang ditemui. Misalnya, dana untuk menanam yang dipermasalahkan warga. Namun, Ketua RW kampung ini memiliki cara yang jitu untuk mengajak warganya menghijaukan lingkungan, yaitu dengan tidak memberikan layanan administrasi kepada warga yang tidak mau menanam tanaman di rumahnya. Contoh, setiap warga yang meminta surat untuk perkawinan, diberikan syarat wajib menanam satu tanaman di lingkungan rumahnya. Selain itu membawa dua buah botol bekas yang menjadi syarat warga dalam pengambilan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Ada banyak langkah yang diambil untuk menghijaukan kampung ini, seperti mengoptimalkan fungsi decomposer untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk, memperbanyak lubang biopori agar air terserap maksimal, dan mengurangi penggunaan listrik. Selain itu, di kampung ini juga ada bank sampah. Sehingga sampah-sampah non–organik sisa kegiatan rumah tangga...

Read More

Penyamun di Kampung Srikandi

Oleh: Athika Sri A. Belum puaskah kau tertawa Tidur pulas beralaskan gua emas Tak kau pikirkan bala yang kau buat Merampas tanah di kampung orang Para Srikandi-ku tidur dibawah tenda hitam Menjaga permadaniku agar tak ber-abu Para Srikandi-ku datang dengan memasung jalan Berharap sang Ratu Adil menitipkan titahnya Permadani hijauku yang malang sekarang hilang tak terlihat Permadani hijauku yang usang sekarang tandus tak tertinggal Hadir apa yang kau buat wahai penjarah! Harta karunku yang melimpah, lanun datang menjarahnya Sumber dahagaku yang mengalir deras, sekarang kering kerontang tak tertinggal Dulu padiku yang menguning, kini mengabu tak mau Bangsat !! Lumbung makananku menjadi lumbung semen Mulutku tak sudi mengunyah pasir abumu Kembalikan surga kami Enyah kau! Angkat kakimu dari tanah leluhur...

Read More