Kategori: Beranda

Kelanjutan Nasib Represifitas terhadap Persma

Reporter: Rima Fahmi A. dan Salsa Nur A. Malang, dianns.org – Muhammad Iqbal yang merupakan anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SUAKA, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung mengalami intimidasi dan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian Bandung. Hal tersebut terjadi ketika proses peliputan mengenai demonstrasi penolakan pendirian rumah deret di Kawasan Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan pada Kamis, 12 April 2018 di Balaikota Bandung. Mengenai tindak lanjut kasus tersebut, Iqbal didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung telah menempuh proses pelaporan kepada pihak berwajib. Kasus tersebut juga memunculkan reaksi dari berbagai pihak diantaranya Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung...

Read More

Tak Henti Mengemudi

Fotografer dan Narasi: Dika Widiananta “Cesss” suara rem angin sebuah bus yang berbunyi sesaat sebelum berangkat meninggalkan garasinya. Terlihat sebuah bus pariwisata berwarna biru dengan corak yang indah dan bertuliskan Mahkota menyusuri jalanan yang saat itu sedang ramai menuju tempat penjemputan. Dibalik kemudi besarnya terdapat seorang pria berbadan tanggung yang murah senyum. Pria berumur 39 tahun itu sangat lihai dalam membawa bus nya melewati keramaian kota.  Suharno namanya, namun biasa dipanggil Pak Harno atau Pak No. Hari itu Pak Harno akan mengantarkan rombongan wisata ke ibu kota. Sesampainya di lokasi penjemputan beliau mengajak untuk ngopi di warung yang berada...

Read More

Dobrak Media Alternatif Lewat Persma

Reporter: Iqbal Achmad W. dan Putri Ayu S. Kekosongan posisi dalam segi pemberitaan yang ditinggalkan oleh media mainstream, yang hanya mengutamakan profit, datang media alternatiflah untuk mengisi kekosongan tersebut dalam memberitakan dan menginformasikan suatu isu yang terjadi di masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Abdul Wahid, selaku pemateri dalam Diskusi Pers Mahasiswa (Persma) Diskursus Publik Di Antara Media Mainstream dan Media Alternatif pada Selasa, 13 Februari 2018 di Omah Diksi. Dari kondisi tersebut dimana media mainstream terkekang oleh lingkaran kapital muncul media alternatif untuk menyajikan sebuah berita yang berbeda dan memberikan pemahaman kepada publik. Media alternatif perlu memberikan informasi yang...

Read More

Pawon

Penulis: Dinda Indah Asmara Suara cetik api terdengar. Titik api memberi sedikit lihat dalam ruangan gelap pekat. Dimar yang telah nyala lalu dipindahkan ke atas meja. Cahayanya jadi semakin meluas dan mata lebih leluasa untuk melihat isi ruangan. Temboknya yang berbata merah, panci-panci berpantat hitam yang digantung berjejeran, rak piring kayu, juga gentong tanah liat dekat pawonan kini terlihat meski dalam keremangan. Ruangan itu adalah dapur yang sederhana. Orang Jawa menyebutnya pawon. Tangan keriput yang juga menyalakan dimar tadi lalu meraih blarak. Gerakannya menimbulkan suara kresek kresek yang agak riuh. Segenggam daun kelapa kering berhasil ia ambil. Ia lalu...

Read More

Kampung 3G (Glintung Go Green)

Reporter: Dinda Indah dan Bimo Adi Glintung Go Green (3G), merupakan sebutan kampung yang bernuansa hijau asri, berada di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Belimbing, Kota Malang, tepatnya RW 23. Nuansa ini didukung oleh tanaman hidroponik yang menghiasi sepanjang jalan perkampungan. Selain itu, kebersihan pemandangan perkampungan dan jalan yang terjaga, buat kesan lingkungan hidup yang sehat. Gerakan tersebut digagas oleh ketua RW, Bambang Irianto. Ia menuturkan pertama kali mengusung gerakan ramah lingkungan, karena kampung yang sekarang asri, dahulu kerap dilanda banjir dan kesehatan warga yang rentan akan penyakit degeneratif hingga menimbulkan angka kematian warga. Pertama kali gerakan ini disosialisasikan tidak banyak warga yang mendukung. Untuk membangun kesadaran warga dalam mendukung gerakan ini tidak mudah, banyak kendala yang ditemui. Misalnya, dana untuk menanam yang dipermasalahkan warga. Namun, Ketua RW kampung ini memiliki cara yang jitu untuk mengajak warganya menghijaukan lingkungan, yaitu dengan tidak memberikan layanan administrasi kepada warga yang tidak mau menanam tanaman di rumahnya. Contoh, setiap warga yang meminta surat untuk perkawinan, diberikan syarat wajib menanam satu tanaman di lingkungan rumahnya. Selain itu membawa dua buah botol bekas yang menjadi syarat warga dalam pengambilan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Ada banyak langkah yang diambil untuk menghijaukan kampung ini, seperti mengoptimalkan fungsi decomposer untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk, memperbanyak lubang biopori agar air terserap maksimal, dan mengurangi penggunaan listrik. Selain itu, di kampung ini juga ada bank sampah. Sehingga sampah-sampah non–organik sisa kegiatan rumah tangga...

Read More