Karikatur oleh Ria Fitriani

Malang, DIANNS.org – Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) membuka program magang internasional pada tahun 2015. Program ini merupakan kerja sama FIA dengan Sekolah Pemerintah Universiti Utara Malaysia (UUM). Program ini hanya diikuti oleh tujuh belas orang mahasiswa dari empat ratus dua puluh dua orang mahasiswa Administrasi Publik angkatan 2012. Tiga belas orang yang berasal dari kelas K (bahasa Inggris) dan empat orang dari kelas reguler. Rata-rata (mahasiswa) memang tidak berminat magang internasional karena sudah bisa tempat magang duluan . Lagian banyak juga yang minder karena harus berbahasa Inggris di sana, ?? Tutur Abdullah Fahmi, Ketua Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HUMANISTIK).

Sebelum magang internasional ini dilaksanakan, pihak fakultas sudah melakukan sosialisasi sebanyak dua kali namun belum bisa meningkatkan minat mahasiswa. Fakultas tidak melakukan sosialisasi secara masif karena program ini masih dalam tahap uji coba. Ketidakjelasan bentuk program ini juga disinyalir menjadi penyebab rendahnya minat mahasiswa. Pihak fakultas pasti program ini masih tergabung jadi mereka masih mencoba mencari bentuk terbaik.

Senada dengan Fahmi, salah satu mahasiswa Administrasi Publik angkatan 2012 yang tidak berkenan dimaksud namanya salah satu alasannya tidak berminat mengikuti program yang dilaksanakan pada 19-29 Mei 2015 ini karena tingkat universitas yang sedang berada di bawah Universitas Brawijaya (UB). UUM berada di peringkat ke-1.697 dalam peringkat universitas dunia sedang UB berada di peringkat ke-738.

Sebenarnya kita sudah mencoba bekerja sama dengan universitas lain tapi hanya UUM yang memiliki banyak kesamaan matakuliah dengan kita (FIA). Sekitar dua puluh lima matakuliah yang sama. Masalah peringkat juga kita perhitungkan namun kita lebih menekankan untuk membuka wawasan mahasiswa melalui studi serumpun ini. UMM hanya sebagai cantolan atau sarana untuk menjalin kerja sama, terang Lely Indah Mindarti selaku Ketua Program Studi Administrasi Publik saat ditemui DIANNS di ruangannya pada Senin (1/6/2015) lalu.

Magang internasional ini membutuhkan waktu yang sama dengan magang biasa, yaitu dua bulan. Bulan pertama, ketujuh belas mahasiswa yang diharuskan mengurus semua keperluan magang seperti paspor , pemesanan tiket pulang pergi, dan penuhi di indonesia sendiri tanpa bantuan dari fakultas. Fakultas ini merupakan salah satu pembekalan magang. Selain itu, mahasiswa juga dibekali cara beretika yang baik selama di sana. Mengingat Malaysia memiliki budaya yang berbeda dalam masih dalam lingkup Asia Tenggara.

Pada bulan kedua, mahasiswa diwajibkan melakukan observasi di UUM dan UB, masing-masing selama dua minggu. Selama di UUM terbagi dalam lima kelompok dan kemudian mengobservasi lima unit kegiatan yang berbeda, yaitu perpustakaan, UUM Press , pusat kesehatan, manajemen pengelolaan asrama mahasiswa, dan koperasi. Nantinya, setelah kembali ke UB, mereka akan ditempatkan di unit kegiatan sejenis yang dimiliki UB. UB juga bisa punya perpustakaan, UB Press , Rumah Sakit Akademik, asrama, dan koperasi. Mereka bisa ditempatkan di sana untuk studi banding, ?? Jelas Lely.

Setelah proses magang tersebut selesai, barulah ketujuh belas mahasiswa tersebut diminta membuat laporan magang mengenai perbandingan layanan publik setiap unit aktivitas di UMM dengan unit kegiatan yang dimiliki UB. Laporan magang yang diolah dengan laporan magang yang dibuat mahasiswa magang non internasional. Laporan magang internasional ini akan dibuat dalam dua bahasa. Laporan media Inggris ditujukan untuk mahasiswa kelas Kakang mahasiswa kelas reguler menggunakan bahasa indonesia.

Agenda yang dilakukan selama magang internasional tidak hanya mencari data di unit aktivitas. Namun, peserta magang juga mengikuti kuliah di UMM. Bahkan di akhir pekan, mereka diajak beberapa tempat wisata di indonesia. Sedangkan untuk review masalah mencakup biaya selama di Malaysia ditanggung SETIAP mahasiswa Dan Bantuan Dari International Office  Kantor Pusat. Biaya yang dibutuhkan selama magang ini adalah enam juta lima ratus ribu rupiah (Rp6.500.000). Mereka diberi bantuan sebesar dua juta rupiah (Rp2.000.000) dan pas ditanggung oleh mahasiswa sendiri, ?? Imbuh wanita lulusan Universiti Kebangsaan Malaysia tersebut.

Tujuan dari magang internasional ini adalah tambah jejaring internasional mahasiswa, mengingat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah di depan mata. Sementara UUM dipilih karena FIA telah menjalin kerja sama dengan universitas tersebut sejak tahun 2009. Kerja sama diawali dengan pelaksanaan seminar internasional dan ke depannya akan berkembang menjadi silang dosen, student exchange , dan seminar serumpun dengan Malaysia dan Thailand dalam tiga bahasa, yaitu bahasa indonesia, Bahasa Melayu, dan bahasa Inggris.

Menindaklanjuti magang internasional yang telah melakukan dan merencanakan pertukaran pelajar, FIA memiliki wacana untuk mengubah kelas K Administrasi Publik menjadi kelas Internasional. Perbedaan antara kedua kelas ini terletak pada fungsinya. Jika kelas K yang sekarang berfungsi untuk memperkuat kemampuan mahasiswa FIA di dunia internasional, kelas Internasional selain berfungsi untuk memperkuat kemampuan mahasiswa juga dapat menampung mahasiswa asing yang ingin belajar di FIA. Jadi, jika ada mahasiswa asing yang ingin belajar di FIA, kita sudah siap menampung dan programnya juga sudah siap. Selama ini untuk program magister dan doktor di FIA sudah memiliki kelas Internasional tapi untuk program sarjana belum. Sedangkan untuk program sarjana di Fakultas Ekonomi dan Bisnis sudah memiliki kelas seperti ini, ?? Tandas MR.

Reporter: Clara Dilasanti dan Dea Kusuma Riyadi