Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
Ragam Archives - Page 3 of 19 - DIANNS.ORG

Category: Ragam

Alam dan Jeritannya yang Hilang

Siang ini cuaca sangat cerah hingga terik matahari terasa begitu menyengat. Aku memperhatikan area sekitar sembari merogoh ponsel di kantong celana hijau yang kukenakan. Setelah melihat layar ponsel yang menampilkan pemandangan Pegunungan Himalaya, kuarahkan jariku menelusuri laman peramalan cuaca hari ini. Benda persegi itu menginformasikan bahwa suhu udara sudah mencapai angka 29℃. Aku menghela nafas dan memutuskan untuk mencari pohon rindang yang bisa kujadikan tempat berteduh. Setelah berjalan menyusuri daun-daun tumbuhan tebu yang sudah mulai meninggi, samar-samar aku bisa mendengar suara aliran sungai. Bagus sekali, pikirku. Aku bisa berdiam di pinggiran sungai sembari menikmati kotak makan siang yang sudah...

Read More

SUARA TERBUNGKAM

Murung dan terbungkam Kutatap tembok dengan mata tanpa makna Terombang-ambing dalam kecemasan Sedang Tuan asyik bercanda Seakan tak pernah terjadi apa-apa   Tiap matahari tak lagi menampakkan pesonanya Saat itu kurenungkan salahku apa Pantaskah kelakuan keji kuterima? Darimu yang tak sedikit pun punya rasa iba   Manusiakah kau, Tuan? Tidak bisakah kau kendalikan nafsu binatang? Tanpa maaf, tanpa rasa bersalah Tuan pergi begitu saja   Setelah sekian lama kuberdiam diri Menyembunyikan pedih tanpa akhir ini Kuputuskan untuk keluar dan berani Mencari keadilan yang tak pasti   Akankah keadilan berpihak kepadaku? Atau telunjuk itu malah berbalik ke arahku?   Karya:...

Read More

Pancasila Pembawa Sukacita

Ku angkat kepala menatap panji diantara bulu emas berkilau yang terpatri dalam hati membasuh kekuatan dirimu   Pancasila dengarkan suara hati merana ini dengarkan tetasan darah menitih dalam hati terlalu sakit saat mulut ini raup jemari   Pancasila jadilah pelipur lara jadilah pengrajut luka karena dirimulah teluk asmara menjara   kau disini menaungiku merebut kembali pesonaku membentengiku seakan baja yang terpaku pancasila…   Penulis: Ivas...

Read More

Langgam ku Terapung

Langgamku seribu Bertaut dengan elok nan ayu Menggebu dalam satu Indonesiaku Serta menari dengan gemintang bhinekaku Namun tunggu ! Apa arti satu jika tak ada sang cucu Jamahan yang bergelut dengan negriku yang rancu Pawana nadu yang tak henti terbius atas hiruk pikuk budayaku yang beradu Menangis, merintih, meronta, dan tetap saja larut lagi dan lagi Negriku hilang jati diri Budayaku lekang akan laju sang waktu Secuil yang menyelam akan transformasi langgam Cuma ragam luar, langgam liar yang patas Bukan pantas memang, patas untuk kau puja Kau dewakan dengan rajutan bulan yang aslinya menahan dendam Meyibukkan, entah sibuk sendirian...

Read More

Jadi Sampah Jalanan

Menggelepar kesana kemari kawan terguling, terbang, terbanting di pinggir jalan dipijak atau tertindas tak dihiraukan lari atau tertatih tak diperhatikan tak pula dipedulikan berakhir di selokan atau di tempat pembuangan dasar sampah! begitulah nasibmu hanya dipandang, namun tak dipungut selesai guna, maka direnggut dibiarkan hingga mengkerut terdengar masam juga kecut terkadang kau bersembunyi di balik rumput kamu sampah, tak punya takut keroyokan timbulkan ribut aromamu membawa penyakit akut kronis dan buat predator kalang kabut terbirit meninggalkan hutan kabut   Penulis: Ilham...

Read More