Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
Ragam Archives - Page 2 of 19 - DIANNS.ORG

Category: Ragam

MELANGKAH

Bandung, 26 Mei 2013 Hari ini di bawah sinaran mentari yang masih malu-malu menampakkan wujudnya, kulangkahkan kakiku bersama dengan hati yang menemui persimpangan. Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagiku dan mungkin teman-teman SMA-ku juga. Tepat hari ini, kami akan melangsungkan kegiatan Purnawiyata, begitulah kami menyebutnya. Acara seremonial yang dibuat untuk merayakan kelulusan bagi kami, kelas 12. Aku bahagia, tapi tak sepenuhnya. Ada tiga per empat perasaanku yang justru mengisyaratkan kalau aku tidak sepenuhnya hadir di sini. Tanpa kusadari, aku telah sampai di seberang gerbang sekolah. Perjalananku kini cukup membingungkan, di bawah rimbunnya pepohonan, lalu lalang ramainya kendaraan yang...

Read More

Angin dan Rindu

Jangan terlalu sering buatku melayang Segalanya sulit terbayang Sebab semua tentangmu hanyalah bayang-bayang Kepalaku terasa pening Cukup datang dan temui aku sering Biar semuanya jadi hening Sampai semua jelas kalau aku tak bisa berpaling Mengapa sesulit ini mendekap Sini mendekat agar mudah kutangkap Meski ada banyak yang belum kau ungkap Aku tau aku mudah mengharap Biarlah semua begitu Kusisipkan rindu pada angin Kutitipkan candu pada jalan senggang Meski kadang semua tak berbalas Tolong jangan jauh, kak Aku gelisah dilanda resah Aku takut salah arah Bisa saja hatiku patah Mungkin nanti aku pasrah Kemudian menyerah Jangan jauh jauh, aku mau merengkuh Janji akan merajut kenangan masih terikat Pulanglah dan temui aku cepat Tak apa aku tunggu kamu Sampai mau bertemu Dan tanggalkan rindu antara aku dan kamu   Penulis: Ocvita Rohmadhona Editor: Fritania...

Read More

Sang Bijaksana

Sang Bijaksana   Aku datang sebagai manusia kosong Kata Ibu: Aku adalah kecil yang harus disempurnakan Diriku penuh akan kosong, katanya Aku lahir hanya dengan menyuarakan tangis, bukan dengan suara hapalan perkalian Kemudian tatkala pagi menjunjung mentari Aku diantar Ibu pada seorang bijaksana Dengannya Aku dibasuh ensiklopedia Direndam pada hitungan matematika Diuji pada soal memabukkan Sampai diriku tumbuh dewasa Sampai dengan kosong yang penuh akan wawasan Kata Ibu: Kamu harus berterima kasih pada sang bijaksana   Penulis : Fatiha Azzahra Editor : Ocvita...

Read More

RUANG KOSONG YANG TAK PERNAH SEPI

Ruangan itu masih sama. Lengkap dengan segala perabotnya. Ranjang dengan kayu kenari yang menjadi rangkanya, masih utuh dan kuat meski warnanya kian memudar. Kasur dari kapuknya terselimuti rapi dengan kain biru bermotif sulur. Gulungan selimut terlihat rapi di atas bantal yang tertata di ujung kepala ranjang. Tepat di samping ranjang, di atas meja, Ibu meletakkan segelas air putih dan pisang goreng yang masih mengepul asapnya. Pemandangan ini terlihat setiap hari Sabtu dan Minggu olehku yang sedang duduk di meja makan menikmati sarapan. Sudah 25 tahun berlalu, Ibuku yang usianya sudah memasuki angka 70 itu tak pernah lekang seharipun, bahkan...

Read More

Kebodohanku

Hari itu, aku mengenakan kemeja coklat kotak-kotak dengan celana kulot hitam. Kerudung segi empat yang terus tertiup angin dan sepatu sneakers yang terus mengeluarkan suara ketika berjalan. Waktu itu, cuaca mendung berangin, intinya tidak bersahabat. Kugendong tas ransel kecil bercorak daun bombay. Sambil melahap bakpao khas Pak Sumirto, aku berjalan menuju fakultas yang tidak pernah kurindukan. Ketika selangkah dua langkah memasuki lingkungan fakultas, seseorang dengan kasarnya menepuk pundakku. “Anjink… sakit dodol,” keluhku, kemudian menatap orang itu. “Sendirian aja, bareng dong keatasnya,” ujarnya cengar cengir. Dia Fina, teman SD-ku yang entah kenapa takdir mempertemukan kita berdua di fakultas yang sama....

Read More