Langgam ku Terapung
Langgamku seribu Bertaut dengan elok nan ayu Menggebu dalam satu Indonesiaku Serta menari dengan gemintang bhinekaku Namun tunggu ! Apa arti satu jika tak ada sang cucu Jamahan yang bergelut dengan negriku yang rancu Pawana nadu yang tak henti terbius atas hiruk pikuk budayaku yang beradu Menangis, merintih, meronta, dan tetap saja larut lagi dan lagi Negriku hilang jati diri Budayaku lekang akan laju sang waktu Secuil yang menyelam akan transformasi langgam Cuma ragam luar, langgam liar yang patas Bukan pantas memang, patas untuk kau puja Kau dewakan dengan rajutan bulan yang aslinya menahan dendam Meyibukkan, entah sibuk sendirian...
Read More