Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
Berita Archives - Page 19 of 72 - DIANNS.ORG

Category: Berita

Pembubaran Paksa Massa Aksi di Malang pada Peringatan Hari Perempuan Internasional

Gerakan Perempuan Bersama Rakyat (Gempur) mengadakan aksi momentual saat peringatan International Women’s Day (IWD) di Malang (08/03). Mengusung tema “Hancurkan Kapitalisme! Sahkan RUU-PKS & Wujudkan Kesejahteraan Sosial Berbasis Gender,” aksi ini berencana melakukan long march dan mimbar bebas. Aksi dimulai dengan berjalan dari titik kumpul di Stadion Gajayana dan berakhir di Balai Kota. Namun, aksi tersebut dipaksa bubar oleh aparat saat masih berada di Stadion Gajayana. Is, peserta aksi, menjelaskan aksi berlangsung selama 15 menit. Kemudian, massa aksi dipaksa bubar oleh aparat. “Kami dipukul mundur oleh mereka dengan alasan tidak mengirim surat pemberitahuan dan menerapkan protokol covid saat aksi,...

Read More

Ramai-Ramai Menentang Food Estate

Salah satu kebijakan yang digaungkan pemerintah Joko Widodo di periode kedua adalah kebijakan food estate. Hal ini dibuktikan dengan adanya proyek food estate ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Food estate adalah pembentukan ratusan ribu hektar lahan sebagai lumbung pangan nasional. Adapun kebijakan ini mulai digaungkan pemerintah sejak pandemi COVID-19 di awal tahun 2020. Tujuannya, agar Indonesia dapat mengatasi ancaman ketergangguan persediaan dan distribusi pangan akibat pandemi. Salah satu provinsi yang menjadi wilayah proyek food estate adalah Kalimantan Tengah. Namun, kebijakan food estate ini ditentang oleh para pegiat lingkungan. Mereka beralasan, kebijakan ini dapat merusak hutan alam dan gambut yang...

Read More

Kerentanan Hak Masyarakat Adat di Bawah Kepentingan Penguasa

Perampasan wilayah adat oleh pemerintah dan perusahaan bukanlah kisah baru yang terjadi hanya saat pandemi. Permasalahan tersebut merupakan kenyataan hidup masyarakat adat, sebelum Indonesia merdeka dan terus berlanjut setelahnya. Selama pandemi covid-19 berlangsung, keadaan bertambah parah. Terjadi dua kemerosotan peran pemerintah dan perusahaan yang berdampak buruk pada masyarakat adat. Pertama, pengesahan perubahan undang-undang minerba dan omnibus yang berimplikasi menguntungkan perusahaan. Kedua, terus terjadi kasus perampasan wilayah adat dengan kekerasan dan kriminalisasi. Hal itu dijelaskan oleh Rukka Sombolinggi, Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dalam webinar Kemunduran Selama Masa Pandemi : Perubahan Kebijakan yang Tidak Transparan, Pengabaian, dan Kriminalisasi Masyarakat...

Read More

Gugatan Masyarakat Terhadap Salah Prosedur Kepolisian dalam Penangkapan Tiga Aktivis di Malang

Malang, DIANNS.ORG – Konferensi pers online di latar belakangi oleh penangkapan 3 aktivis di Malang pada bulan lalu (19/04). Kepolisian Polres Kota Malang menangkap Ahmad Fitron Fernanda, Alfian Aris Subakti, dan Saka Ridho atas tuduhan vandalisme. Mereka ditahan dengan dugaan penghasutan kepada masyarakat untuk melawan kapitalisme. Haris Azhar, Direktur Lokataru Foundation mengungkapkan adanya kejanggalan terhadap penangkapan 3 aktivis di Malang. Pasalnya terdapat banyak penerapan hukum acara dan penggunaan pasal materilnya yang tidak tepat dalam penangkapan mereka. Menurutnya penangkapan ini memiliki kesamaan modus seperti penangkapan mahasiswa pada September tahun lalu saat aksi reformasi di korupsi. Ia menuturkan bahwa mereka saat itu...

Read More

Pers Rilis: Bebaskan Tiga Pemuda yang Ditangkap dan Ditahan oleh Polres Malang

Di tengah pandemi ini terjadi peristiwa tidak demokratis, berupa penangkapan dan penahanan tanpa prosedur serta melanggar hak warga negara kembali terjadi. Pihak kepolisian, kali ini Polres Malang menangkap dan menahan tiga pemuda/mahasiswa bernama Ahmad Fitron Fernanda, M. Alfian Aris Subakti dan Saka Ridho atas tuduhan vandalisme, kemudian melebar menjadi penghasutan. Tindakan penahanan ini tidak mencerminkan profesionalitas polisi sebagai penegak hukum yang melakukan tindakan penangkapan dan penahanan tidak sesuai aturan yang ada. Pasalnya ketiga pemuda yang ditahan saat ini ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. Menurut keterangan dari keluarga Fitron, Alfian dan Mamul, ketiga pemuda ini tiba-tiba ditangkap tanpa menunjukan...

Read More