Reporter : Ria Fitriani

Malang, dianns.org Jumlah mahasiswa baru yang menghadiri acara Samba (Sambut mahasiswa baru) di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) pada Sabtu, (26/09) berkurang dibandingkan dengan Ospek sebelumnya. Hal tersebut tampak dari barisan Maba yang lebih longgar dari biasanya. Seperti yang diakui oleh coordinator admin (co-admin), Faizar Rahman, Jumlah maba yang ikut acara samba hari ini memang berkurang dari Ospek sebelumnya. Hari ini yang datang sejumlah 781 orang dari total maba keseluruhan 1103 orang,ungkapnya. Hal tersebut berarti sebanyak 322 Maba tidak hadir dalam acara hari ini.

Menurut keterangan Ketua Pelaksana, Nanda Dita Syahpradana, berkurangnya jumlah peserta pada acara samba ini disebabkan oleh jadwal pelaksanaan acara yang berdekatan dengan libur cuti bersama Idul Adha. Selain itu, menurutnya juga ada sebagian mahasiswa yang berhalangan hadir karena sakit. Tidak semua mahasiswa yang berhalangan hadir dikarenakan bertepatan dengan hari libur, namun ada sebagian juga yang berhalangan karena sakit,terangnya.

Nanda mengungkapakan, pemilihan tanggal pelaksanaan samba yang berdekatan dengan hari libur memang sudah ditentukan dari awal. Mengingat acara samba ini juga bertepatan dengan acara Open House, dia menilai pemilihan jadwal untuk samba sudah sangat tepat. “Saya pikir kenapa nggaksekalian aja, supaya mereka bisa mengenal lembaga yang ada di fakultas dan universitas. Harapannya hari ini supaya benar-benar menjadi hari lembaga dan organisasi bagi Maba,tambah Nanda.

Disatu sisi, sehubungan dengan pemilihan tanggal Samba ini, Evi Ayu Indriani, mahasiswa jurusan Administrasi Perpajakan 2015 mengatakan bahwa ia terpaksa tidak pulang di hari raya Idul Adha karena waktu yang berdekatan dengan pelaksanaan Samba. Jujur sebenarnya agak keberatan juga kalau samba diadakan hari ini. Jadinya kan nggak bisa menikmati waktu libur bersama keluarga, padahal pengennya lebaran sama keluarga. Sedangkan Ospek sendiri sifatnya wajib untuk Maba,keluh mahasiswa asal Pacitan ini. Senada dengan pernyataan Evi, Yuniar Marinasari, Maba Prodi Ilmu Administrasi Publik asal Mojokerto, juga mengungkapkan bahwa ia keberatan apabila Samba diadakan hari ini. Sebenarnya ini kan kesempatan anak perantauan untuk bisa pulang, berhubung hari raya Idul Adha. Tapi karena acara ini wajib, ya mau tidak mau saya sendiri juga mengusahakan supaya bisa hadir, papar Yuniar.

Terlepas dari keluhan yang dilontarkan oleh kedua mahasiswa tersebut, mereka mengaku terkesan dengan acara Samba hari ini. Menurut mereka, acara ini cukup meriah dan berhasil membangun antusiasme Maba. Penampilan kakak-kakak dari masing-masing lembaga cukup menarik, bahkan ada penampilan yang gokil yang bikin kita jadi nggak ngantuk,ungkap Yuniar. Evi juga mengatakan bahwa ia sangat antusias untuk mengikuti semua lembaga yang ada setelah menyaksikan penampilan mereka di Samba.

Selain soal waktu pelaksanaan, proposal kegiatan Samba ternyata baru disampaikan dan ditandatangani oleh Pembantu Dekan III, Sri Mangesti pada H-1 pelaksanaan acara. Menanggapi hal tersebut, Nanda mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena terkendala Laporan Pertanggungjawaban panitia Ospek yang belum selesai. Yang menjadi kendala pada umumnya hampir sama dengan lembaga yang lain, proposal tidak bisa naik kalau LPJ belum selesai. Jadi ya, kita harus menyelesaikan LPJ terlebih dahulu,jelasnya.

Terkait kendala selama pelaksanaan, Nanda mengungkapkan bahwa pencahayaan di sekitar panggung menjadi salah satunya. Panggung yang hanya diterangi dengan satu buah lampu membuat pertunjukan yang ditampilkan oleh Lembaga Otonomi Fakultas (LOF) dan Lembaga Kedaulatan Mahasiswa (LKM) kurang terlihat jelas oleh peserta Ospek khusunya pleton-pleton yang berada di belakang. Halangannya ada di pencahayaan yang kurang, jadi yang tampil agak kurang kelihatan. Kalau pakai tenda ya seperti itu resikonya, disatu sisi supaya mereka tidak merasa panas tapi di lain sisi ya gelap, terang Nanda.

Fotografer : Aliefiana Fernanda V.