Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
LPM DIANNS

Author: LPM DIANNS

Memori Hitam Kawan Pers di Kala Pandemi

Fakta bahwa dihantam wabah selama hampir setahun tanpa menyandang status “menang”, Indonesia benar benar sedang mendapat ujian berat. Laporan terbaru sebagaimana yang dipaparkan dalam nasional.kompas.com, menyebutkan virus ini menjangkit satu juta lebih penduduk indonesia yang tersebar di sejumlah daerah. Meski diklaim sebagai “situasi darurat“, jurnalis tetap harus berperan sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada publik. Dalam era ini ( 2020-2021 ) tersimpan sejumlah memori hitam bagi sejumlah jurnalis di tanah air. Jika di era orde baru Surya Paloh mengekspresikan gejolak hatinya lewat koran hitam di hari pers nasional, sepertinya saya juga ingin mengungkapkan gejolak hati melalui tulisan hitam...

Read More

Dalam Bayang-Bayang Konsumerisme

Salah satu hal yang melekat di kehidupan perkotaan adalah konsumerisme. Konsumerisme merupakan perilaku konsumsi yang berlebihan atas dasar pada keinginan, dengan mengesampingkan nilai kebermanfaatan. Kegiatan konsumsi dijadikan ajang eksistensi diri agar diakui oleh orang lain. Perilaku seperti itu mendorong gaya hidup yang menganggap nilai keunggulan atau citra diri dapat dibeli dengan materi. Baru – baru ini saya menyadari kepemilikan uang, mobil, pendidikan, dan barang-barang mewah dianggap menjadi suatu nilai keunggulan bagi seseorang. Kemudian hal itu akan dijadikan tolak ukur kesuksesan bagi dirinya. Misalnya seperti “Saya lebih sukses dari dia karena memiliki mobil ini,” atau “Saya lebih pintar dari orang...

Read More

Redupnya Asa

[Foto Narasi] MalangーKamis, 8 Oktober 2020. Dalam rangka unjuk rasa terkait disahkannya Omnibus Law, massa dari berbagai elemen mahasiswa, buruh, dan masyarakat melakukan aksi longmarch dari stadion Gajayana menuju gedung DPRD kota Malang. Aksi tersebut merupakan bentuk sikap penolakan terhadap Omnibus Law yang cacat prosedur dan bermasalah. Sekitar pukul 11 siang, aksi mulai berlangsung ricuh. Menyuarakan kekecewaannya, massa melemparkan bom molotov, petasan, botol, dan batu ke gedung DPRD. Polisi menyiramkan water canon dan menembakkan gas air mata berkali-kali ke arah massa aksi. Akibat serangan polisi ini banyak massa aksi yang terluka. Sirine ambulans turut mewarnai aksi protes. ー JakartaーKamis,...

Read More

Seremonial Demokrasi di Pedesaan

Demokrasi hanya sebuah ekspresi seremonial yang semakin hari terus digeser dalam pemaknaannya. Terlalu jauh jika membahas demokrasi yang lingkupnya setingkat negara, yang sebenarnya pun tak jauh berbeda jika melihat lingkup lebih kecil yaitu desa. Demokrasi dalam lingkup setingkat desapun juga sudah dimaknai sedemikian berbeda. Hanya sebuah urusan voting ketika pemilihan lurah, ketua RT, maupun ketua RW. Kegiatan berdialog dan menemukan kata mufakat seperti hal yang langka kita temukan saat ini. Keputusan berada di tangan mereka yang mempunyai kuasa atas permainan politik desa. Masyarakat desa dipecah sedemikian rupa demi kepentingan golongan. Mungkin akan terlihat lumrah jika pada kondisi zaman sekarang...

Read More

Oktober Kelam : Pengesahan Rancangan Undang-Undang Omnibuslaw

Pengesahan rancangan undang-undang omnibus law (5/10) merupakan bentuk patah hati terdalam rakyat kepada pemerintah. Sungguh, rakyat mencintai negara ini dengan penuh rasa kasih dan sayang. Namun pemerintah mengkhianati kami. Maka atas keingkaran pemerintah saat ini, saya akan tuliskan bentuk ketidak percayaan lagi kepada mereka. Tidak ada pembuat undang-undang yang pembentukannya segopoh layaknya omnibus kecuali rezim hari ini. Omnibus law merupakan undang-undang sapu jagat. Undang-undang yang memadatkan banyaknya undang-undang dalam satu undang-undang. Namun celakanya, terdapat keganjalan metode legislasi pembuatan omnibus oleh pemerintah. Menurut Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) , pemerintahan mengabaikan asas kejelasan, kedayagunaan, dan hasilguna undang-undang. Ini...

Read More