Sumber : Mediamegapolitan.com

Begitu terhormat dan istimewanya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang duduk di gedung mewah Senayan, Jakarta. Di tengah maraknya korupsi dan skandal yang menyangkut beberapa anggota dewan, Indonesia justru masuk peringkat teratas dengan gaji anggota DPR paling besar di dunia. Peringkat ini disusun bukan berdasar jumlah tetapi berdasar perbandingan gaji dengan pendapatan per kapita penduduk. Data gaji anggota DPR itu dirilis oleh Independent Parliamentary Standards Authority (IPSA) dan Dana Moneter Internasional (IMF). Data ini juga dimuat majalah Economist edisi 20-26 Juli 2013.

Nigeria menjadi negara yang memiliki gaji anggota DPR paling besar di dunia, yaitu 116 kali lipat dari pendapatan per kapita penduduknya. Disusul negara Kenya dengan pendapatan anggota DPR-nya 76 kali lipat dari pendapatan per kapita warga Kenya per tahun. Peringkat ketiga Ghana dengan pendapatan anggota legislatifnya 30 kali lipat lebih besar dari pendapatan per kapita penduduk Ghana. Selanjutnya Indonesia berada di peringkat keempat dengan jumlah gaji anggota DPR-nya 18 kali lipat dari pendapat per kapita rata-rata penduduk Indonesia.

Mengutip dari merdeka.com, seorang anggota DPR yang duduk di kursi legislatif itu setiap bulannya mendapatkan gaji pokok sebesar Rp 15.510.000. Sementara mereka juga masih mendapatkan tunjangan listrik Rp 5.496.000, tunjangan aspirasi Rp 7.200.000, tunjangan kehormatan Rp 3.150.000, tunjangan komunikasi Rp 12 juta, dan tunjangan pengawasan Rp 2.100.000.

Apabila ditotal, jumlah bersih yang diperoleh seorang anggota DPR tiap bulan yakni Rp 46.100.000. Sehingga setiap tahunnya para anggota DPR mengantongi gaji sebesar Rp 554 juta. Asumsi ini tak berbeda jauh dengan data IPSA dan IMF yang menyebut gaji anggota DPR di Indonesia USD 65.000 per tahun.

Bandingkan saja dengan negara maju, seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Prancis, dan Malaysia. Di Amerika Serikat gaji anggota parlemen berkisar 3,5 kali pendapatan per kapita penduduk. Demikian juga dengan gaji anggota DPR di Jepang, berkisar 3 kali pendapatan per kapita penduduknya. Jerman berkisar 3 kali pendapatan per kapita penduduknya dan Prancis berkisar 2 kali pendapatan per kapita penduduknya. Di Malaysia, gaji anggota parlemen mencapai USD 25.000 per tahun, sekitar 2,5 pendapatan per kapita penduduknya.

Gaji yang cukup besar bagi beberapa anggota dewan justru tidak diimbangi kinerja yang baik pula. Berbagai kasus yang mengaitkan anggota dewan, seperti korupsi yang tengah marak akhir-akhir ini merupakan cerminan betapa tak ada kata kenyang bagi mereka dalam hal materi.

Penulis  : Nova Andriani