Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
Opini Archives - Page 8 of 18 - DIANNS.ORG

Category: Opini

Negeri Agraris Tapi Krisis

Penulis: Wakhidatul Rohmawati Mengawali tahun 2018 isu melonjaknya harga beras jenis medium sempat menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Di Jakarta misalnya, kenaikan mencapai Rp 14.100 per kilogram jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp 9.450 per kilogram berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional. Tak sedikit masyarakat mengeluh mengingat kebutuhan pangan menjadi kebutuhan paling dasar yang berkaitan dengan perut. Keadaan pun sempat memanas ketika kenaikan harga beras berujung pada dikeluarnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 1 Tahun 2018 tentang Ekspor dan Impor Beras. Dengan dikeluarkannya peraturan ini otomatis pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuka...

Read More

Melawan Lupa, Merawat Ingatan, Lawan Penghilangan Paksa dan Penegakan HAM

Penulis: Dinda Indah Asmara Tepat 30 Agustus setiap tahunnya diperingati sebagai hari penghilangan paksa sedunia. Di Indonesia tanggal itu jatuh tepat pada Kamis ke-551 aksi Kamisan digelar keluarga korban penghilangan paksa oleh Rezim Orde Baru untuk menuntut pertanggungjawaban negara atas nasib anak serta suami mereka, serta, dua puluh tahun sudah tiga belas aktivis yang dihilangkan secara paksa pada akhir rezim Orde Baru hilang dan sama sekali belum ada titik kejelasan. Hari anti penghilangan paksa telah diperingati sejak tujuh tahun lalu. Namun saya baru mengetahuinya tadi pagi, saat berselancar di media sosial. Suatu hal yang lumayan menyedihkan. Melalui Resolusi Nomor...

Read More

Orientasi Pembangunan dan Ruang Hidup Hanya untuk Kaum Kapitalis

Penulis: Dewi Bayu Pamungkas “Masyarakat hanya diberikan mimpi tentang pembangunan dan kemajuan.” Interaksi manusia dengan alam sudah terjadi jauh sebelum manusia mengenal corak produksi, karena alamlah yang sejak dahulu menjamin kelangsungan hidup umat manusia. Hasil interaksi antara manusia dan alam menciptakan nilai-nilai dan etika dalam memperlakukan alam. Salah satu contohnya adalah masyarakat Jawa yang memperlakukan, mengganggap, dan memposisikan alam seperti sosok manusia. Hal ini yang menjadikan interaksi manusia dengan alam menjadi sedemikian beradab. Dahulu masyarakat Jawa menganggap bumi sebagai ibu karena bumi tempat menyediakan air, bercocok tanam, penyedia bahan bangunan, maupun penyedia sumber makanan bagi masyarakat sehingga harus dijaga...

Read More

Pembangunan yang Menyesatkan

Penulis: Hendra Kristopel Presiden Jokowi menyesali adanya tindakan kontradiktif dari masyarakat terhadap program pembangunan infrastruktur yang sedang digalakkan pemerintah. Sebagaimana pernyataanya yang dikutip dalam berita Kompas “Kita ini mau bangun jalan tol ribut masalah lahan, ramai masalah pembebasan lahan, bolak balik ramai, stop enggak berjalan karena masalah ini,” kata Jokowi saat penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun 2016 di IstanBogor Jawa Barat, pada Selasa, 23 Mei 2017. Dari pernyataan tersebut kemudian terbesit pertanyaan apakah pembangunan dapat digeneralisir sebagai sebuah tindakan yang memaslahatkan? Apakah pembangunan menjadi aktivitas bergerak yang murni untuk mencapai kesejahteraan? Dan...

Read More

Ruang Makin Tipis, Kota Menghisapku Habis

Penulis: Satria Utama mentari tinggal terik bara tanpa janji kota tumbuh, kian asing, kian tak peduli dan kita tersisih di dunia yang ngeri dan tak terpahami ini (balada harian – silampukau) Jakarta, Surabaya, Semarang dan kota­kota besar lainnya tumbuh dengan pesatnya. Tetapi dibalik kemegahan pembangunan itu ada masyarakat yang termarjinalkan yang terkena dampak pembangunan. Kondisi ruang kota hari ini semakin ruwet dan masyarakat miskin perkotaan selalu kalah oleh kekuatan dominan. Begitulah kira­-kira yang ingin disampaikan duo pekerja seni asal Kota Pahlawan dalam lagu tersebut. Bijdragen tot de taal­ landen volkenkunde, merilis jurnal pada tahun 1969 yang menyebutkan bahwa berdasarkan...

Read More