Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
Opini Archives - Page 14 of 18 - DIANNS.ORG

Category: Opini

Impian Kartini: Ibu dan Guru Umat Manusia

Penulis : Aliefiana Fernanda V Karena itu saya harus memasuki bidang emansipasi perempuan dengan hati-hati sekali . Jika kami di sini meminta pendidikan dan pengajaran bagi para gadis, ya, bahkan meminta-minta dan memohon, maka hal itu bukan karena kami ingin menjadikan mereka saingan kaum lelaki dalam perjuangan hidup, melainkan ingin menjadikan kaum perempuan lebih siap menghadapi tugas besar yang dianugerahkan Ibu Pertiwi kepadanya, yaitu menjadikannya seorang ibu“pendidik pertama umat manusia!“ Kartini, dalam surat tertanggal Oktober 1902. Tahun ini saya berusia 20 tahun. Usia yang sama ketika Kartini muda berjuang mendobrak kebiasaan dan kepercayaan masyarakat Jawa pada masanya. Kepercayaan yang membatasi hak...

Read More

Keluh Kesah Warga FIA Terhadap Fasilitas

Penulis : Mechelin Dirgahayu Sky Karikatur oleh Fadhila Isniana Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) memiliki berbagai fasilitas yang yang fungsinya sebagai penunjuang kegiatan pembelajaran dan memberi kenyamanan mahasiswa FIA selama berada di kampus. Akan tetapi pada kenyataannya masih banyak terdengar keluhan dari mahasiswa terkait fasilitas yang rusak atau bahkan tidak berfungsi ketika digunakan. Permasalahan tentang fasilitas-fasilitas di FIA ini yang selalu menjadi keluh kesah di setiap tahunnya Dimulai dari fasilitas-fasilitas yang terdapat di gedung FIA. Para mahasiswa dan juga beberapa dosen sering mengeluhkan fasilitas yang terdapat di dalam kelas, seperti air conditioner (AC) dan proyektor yang tidak berfungsi. Kadang mahasiswa harus mengambil proyektor pengganti atau memanggil office boy untuk mengoperasikan proyektor tersebut. Padahal proyektor-proyektor tersebut diperlukan dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas. Ketika proyektor tersebut tidak dapat digunakan, dengan terpaksa para mahasiswa harus menunda presentasi mereka atau mencari kelas lain yang proyektornya masih bisa digunakan. Hal tersebut tentunya akan memakan waktu dan mengganggu kegiatan perkuliahan. Masalah AC yang tidak berfungsi juga sering menjadi keluhan. Di beberapa ruangan kelas banyak AC yang sudah rusak dibiarkan begitu saja tanpa kejelasan kapan akan diperbaiki. Bangku-bangku yang sudah tidak layak pakai juga masih ada di beberapa kelas. Bangku yang layak pakai adalah salah satu faktor kenyamanan paling utama mahasiswa selama berada di kelas. Keluhan lainnya terdapat pada kamar mandi yang ada di beberapa gedung-gedung FIA. Mulai dari tidak tersedianya sabun yang ada di kamar mandi kampus...

Read More

Pendidikan dan Jaring-Jaring Liberalisme

  Penulis : Syaukani Ichsan Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Alinea ke-4 menjelaskan, bahwa tujuan bangsa ini salah satunya adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa. Penggalan frase kalimat secara tegas merupakan tanggungjawab pemerintah secara absolut terhadap konstituennya (rakyat) untuk memperoleh pendidikan murah, layak, dan tanpa diskiriminatif. Peran pemerintah sebagai pengejawantahan kekuasaan administratif “DPR,MPR,dan Presiden“ untuk mengartikulasikan suara rakyat seharusnya mampu diwujudkan. Namun, hal itu tidak mampu dijalankan akibat derasnya arus globalisasi dan cita-cita ekonomi neoliberalisme. Globalisasi merupakan serangkaian proses yang bertujuan menciptakan akselerasi liberalisasi, sebagaimana komunikasi, arus perpindahan manusia (human mobility), teknologi informasi, keterbukaan sistem informasi, dan membentuk suatu dunia yang saling berinterkoneksi (Global Village). Tidak hanya itu, adanya globalisasi juga mengakibatkan evolusi sosial terhadap seluruh perilaku dan pola kehidupan, baik secara psikologis maupun sosiologis manusia. Alhasil, melalui instrumen globalisasi manusia menghadirkan ketakutan dalam dirinya atas ketidakmampuannya untuk bersaing. Sejalan dengan itu, liberalisasi dan globalisasi juga tidak dapat dipisahkan dari peran kapitalis dan para oligarkis (kelompok) yang menguasai hajat hidup orang banyak. Ironisnya, pola pikir yang bersifat kapitalistik ini, pada akhirnya menjadi suatu aliran pemikiran (knowledge capitalism) yang terjadi dalam institusi pendidikan yang mengutamakan prinsip produksi , efektivitas dan efisiensi, serta pemusatan pada kerja-kerja teknis dan manajerial. Besarnya kontribusi Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) dalam hubungannya antara pendidikan dan industri, membuat manusia dapat dipertukarkan layaknya komoditas. Oleh karena itu, bagi mereka yang tidak mempunyai biaya, kompetensi, dan daya saing...

Read More

HARGA SATU SUARA SANG INTELEKTUAL

Written by Hesti Rahmadhani Pemilihan calon legislatif menjadi ritual pembuka pesta demokrasi. 9 April 2014 tak luput dari permainan kotor para aktor. Membeli suara rakyat seakan menjadi hal lumrah dalam pesta 5 tahunan ini. Berbagai modus dilancarkan demi sebuah tahta. Tak heran jika kemudian parlemen hanya berisi serigala-serigala berbulu domba. Iwan Fals pernah mengatakan bahwa pemilihan umum adalah sebuah harapan. Satu suara adalah satu harapan. Saya setuju pernyataan tersebut. Meski seringkali konsekuensi harapan itu adalah kekecewaan. Seperti halnya ketika pilihan kita ternyata korupsi, ya sudah, laporkan ke komisi pemberantasan korupsi, bantulah mengungkapkan. Apakah kemudian kita harus tetap memilih? Tidak harus, memilih atau tidak memilih itu adalah pilihan, dengan catatan harus memiliki alasan yang logis. Ada lebih dari 214.5 juta warga punya hak memilih di tahun ini versi Komisi Pemilihan Umum. 30% dari total jumlah pemilih adalah pemilih muda. Demografi yang sangat signifikan, suara mereka sangat berpengaruh dalam menentukan hasil pemilu. Berbagai lini bergerak menyelamatkan suara pemilih muda. Gerakan pendidikan pemilih muda digalakkan disetiap penjuru negeri. Mulai dari memberikan informasi terkait pemilu bersih melalui media digital sampai turun ke jalan melakukan aksi untuk negeri. Namun ironis, ketika masa depan akan ditentukan oleh generasi muda, banyak generasi muda malah mengikuti arahan para serigala berbulu domba yang haus akan kekuasaan parlemen. Itu terjadi di KAMPUS saya. Mahasiswa yang notabene adalah kaum intelektual, agent of change, seringkali menjadi simbol progresifitas, dan selalu dianggap kreatif,...

Read More

Penulis : Novita Ariyani Saat ini, ketika kita mendengar kata pemuda maka kita akan berpikir bagaimana pergaulan mereka. Berawal dari sebuah pergaulan, kita dapat menilai bagaimana jadinya mereka yang akan terbawa ke arah mana. Arah positif maupun negatif dapat dilihat dari segi tindakan mereka. AIDS sebuah penyakit yaitu penyakit yang timbulakibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang sedang marak-maraknya hadir dalam dunia kehidupan pemuda saat ini. AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome, bukan penyakit turunan, akan tetapi suatu penyakit yang didapat atau ditularkan dari satu orang ke orang lainnya. Infeksi HIV telah dipastikan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS. AIDS merupakan fase terminal dari infeksi HIV. Adapun jumlah penderita AIDS di Indonesia semakin bertambah dari tahun ke tahun. Bahkan pada tahun 2014, diprediksi akan meningkat hingga 79 ribu jiwa. Setiap 1 Desember, kita memperingati hari AIDS sedunia. Kita tidak bisa membenarkan atau mempermasalahkan AIDS yang terjangkit dalam tubuh mereka. Kita yang melihat hanya bisa menyesal kenapa hal tersebut bisa terjadi. Tidak bisa dipungkiri, dalam kehidupan masyarakat Indonesia jika terdapat pemuda seperti itu maka sudah jelas terdapat pihak-pihak yang enggan untuk bersama (mengasingkan) mereka dengan alasan takut tertular, terpengaruh, dan sebagainya. Tetapi, di lain pihak terdapat organisasi-organisasi yang peduli akan masyarakat atau pemuda yang terjerumus ke dalam lorong gelap dan terjangkit penyakit AIDS dan pemuda pemakai...

Read More