Penulis :  Mechelin Dirgahayu Sky

Karikatur oleh Fadhila Isniana

Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) memiliki berbagai fasilitas yang yang fungsinya sebagai penunjuang kegiatan pembelajaran dan memberi kenyamanan mahasiswa FIA selama berada di kampus. Akan tetapi pada kenyataannya masih banyak terdengar keluhan dari mahasiswa terkait fasilitas yang rusak atau bahkan tidak berfungsi ketika digunakan. Permasalahan tentang fasilitas-fasilitas di FIA ini yang selalu menjadi keluh kesah di setiap tahunnya

Dimulai dari fasilitas-fasilitas yang terdapat di gedung FIA. Para mahasiswa dan juga beberapa dosen sering mengeluhkan fasilitas yang terdapat di dalam kelas, seperti air conditioner (AC) dan proyektor yang tidak berfungsi. Kadang mahasiswa harus mengambil proyektor pengganti atau memanggil office boy untuk mengoperasikan proyektor tersebut. Padahal proyektor-proyektor tersebut diperlukan dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas. Ketika proyektor tersebut tidak dapat digunakan, dengan terpaksa para mahasiswa harus menunda presentasi mereka atau mencari kelas lain yang proyektornya masih bisa digunakan. Hal tersebut tentunya akan memakan waktu dan mengganggu kegiatan perkuliahan. Masalah AC yang tidak berfungsi juga sering menjadi keluhan. Di beberapa ruangan kelas banyak AC yang sudah rusak dibiarkan begitu saja tanpa kejelasan kapan akan diperbaiki. Bangku-bangku yang sudah tidak layak pakai juga masih ada di beberapa kelas. Bangku yang layak pakai adalah salah satu faktor kenyamanan paling utama mahasiswa selama berada di kelas. Keluhan lainnya terdapat pada kamar mandi yang ada di beberapa gedung-gedung FIA. Mulai dari tidak tersedianya sabun yang ada di kamar mandi kampus FIA sampai pintu-pintu kamar mandi yang tidak berfungsi dengan baik. Mungkin sabun bukan suatu masalah yang urgent, tapi tidak etis saja kalau selesai dari kamar mandi tidak mencuci tangan kita dengan sabun. Ditambah lagi dengan beberapa pintu kamar mandi di FIA yang kuncinya sudah rusak. Pintu kamar mandi yang rusak adalah hal yang fatal, dan sampai sekarang masih ada kamar mandi wanita di lantai dua gedung A yang belum juga diperbaiki. Padahal semua fasilitas itu adalah hak yang harus diterima semua mahasiswa FIA.

Beralih ke fasilitas-fasilitas yang ada di luar ruangan kelas, seperti tempat parkir. Tempat parkir di FIA dirasa masih belum bisa menampung seluruh kendaraan warga FIA. Pihak Dekanat dan jajarannya seharusnya membuat kebijakan yang lebih konkret untuk menyelesaikan masalah tempat parkir. Entah peluasan lahan parkir atau sebagainya. Sebenarnya sudah ada kebijakan yang berlaku belakangan ini bahwa setiap pengendara motor diwajibkan menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) sebelum masuk ke area parkir. Hal tersebut dilalakuan karena banyak mahasiswa luar FIA yang memarkir kendaraannya di tempat parkir FIA. Akan tetapi peraturan itu belum berjalan dengan baik. Terkadang peraturan tersebut diberlakukan, kadang tidak diberlakukan dengan baik oleh para petugas.

Semenjak gerbang Soekarno-Hatta yang terletak di samping kampus FIA dibuka. Banyak kendaraan yang memilih untuk keluar dari gerbang Soekarno-Hatta. Pada siang dan sore hari, sering terjadi penumpukan kendaraan yang keluar melalui gerbang Soekarno-Hatta dan menyebabkan kemacetan sampai di depan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).  Dampak dari kemacetan yang terjadi di depan pintu masuk FIA, membuat para mahasiswa dan dosen FIA terlambat masuk ke kelas. Padahal jalan tersebut menjadi satu-satunya jalan masuk menuju kampus FIA. Oleh sebab itu, para mahasiswa dan dosen FIA harus mengatur waktu mereka agar bisa datang tepat waktu.

Di FIA juga masih ramai dengan berita pencurian helm yang padahal bisa ditanggulangi dengan meletakkan beberapa Closed Circuit Television (CCTV) di tempat parkir FIA. Dengan adanya beberapa CCTV yang di letakkan di tempat parkir FIA kasus pencurian helm akan segera teratasi, dan lingkungan FIA menjadi lebih aman. Selain berita pencurian helm, mahasiswa FIA juga sering kehilangan kunci motor dan STNK yang entah terjatuh atau tertinggal di lingkungan FIA. Fungsi peletakkan CCTV di luar ruangan juga bisa membantu pemecahan kasus tersebut. Kunci motor atau STNK yang terjatuh dan tertinggal di beberapa tempat di ruangan terbuka bisa tertangkap CCTV dan para petugas bisa mengamankan barang tersebut di Unit Pelaksanaan Teknis (UPT).

Harapanya pihak Fakultas bisa menanggulangi permasalahan tentang fasilitas-fasilitas di FIA yang selalu menjadi keluh kesah di setiap tahunnya. Fasilitas yang memadai dan dapat berfungsi dengan sempurna pastilah sangat membantu mahasiswa maupun pengajar dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Rasa nyaman pun dapat dirasakan mahasiswa ketika berada di kampus jika fasilitasnya memadai. Mahasiswa yang sudah melaksanakan kewajibanya seperti membayar SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) atau UKT (Uang Kuliah Tunggal) sudah semestinya menerima haknya, yaitu salah satunya fasilitas yang memadai.