Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
Berita Archives - Page 5 of 70 - DIANNS.ORG

Category: Berita

MEREFLEKSI DEMOKRASI

MEREFLEKSI DEMOKRASI “Government of the people, by the people, and for the people” Atau ketika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi pemerintahan rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Mungkin itu adalah satu dari sekian banyak definisi dari demokrasi. Ungkapan yang dikenal oleh masyarakat luas tersebut merupakan pendapat dari Presiden Amerika Serikat ke-16—Abraham Lincoln dalam “Gettysburg Address” pada tahun 1863. “Demokrasi adalah proses di mana orang-orang memilih seseorang yang kelak akan mereka salahkan” Pendapat lain tentang demokrasi di atas lahir dari Bertrand Russell—filsuf, ahli matematika, dan kemudian menjadi satu di antara lebih dari ratusan definisi demokrasi yang ada saat ini. Sebagian orang berhak untuk tidak sepakat dengan pengertian tersebut, tapi rasa-rasanya masuk akal juga. Apabila kita cermati dari dua pengertian di atas saja, maka demokrasi memiliki kaitan yang erat dengan rakyat dan proses politik. Maka hemat saya, rakyat yang baik—bijak, terdidik, berpengetahuan, matang, dan hal-hal baik lainnya akan menjadi instrumen proses politik yang ideal dan pada akhirnya akan menghasilkan pemimpin yang ideal pula. Begitupun sebaliknya. Maka pertanyaan setelahnya, apakah kita sudah menjadi rakyat yang ideal dan menjadi bagian dari instrumen proses politik yang baik? Lalu sudahkah kita pantas untuk berharap mendapatkan pemimpin yang semestinya didapatkan? Tentu jawabannya akan beragam. Tak akan ada yang sama antara satu mulut dengan mulut lainnya. Tapi secara umum, saya akan katakan belum. Belum karena tingkat literasi kita masih peringkat 70 dari 80 negara dengan skor 359...

Read More

Mahasiswa FIA Mengadakan Konservasi Penyu Terbesar Universitas Brawijaya

Mahasiswa FIA Mengadakan Konservasi Penyu Terbesar Universitas Brawijaya 31 Agustus 2024, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) telah tuntas melaksanakan program kerja unggulan yang diusung oleh Kementrian Sosial Masyarakat yang diberi tajuk Conserve: Conservation Operation for Nature, Sustainability, and Environmental Vitality. Pada program kerja ini, Conserve membawakan kegiatan berupa sekolah alam dan pelepasan penyu yang berlokasi di Pantai Bajulmati, Malang. Organisasi BEM FIA UB berkolaborasi dengan BEM Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB dan Himpunan Mahasiswa Prodi Budidaya Perairan (HMPBP) FPIK UB untuk program kerja ini. Kegiatan ini juga menggandeng pihak BSTC (Bajulmati Sea Turtle Conservation) sebagai organisasi konservasi lingkungan dan melepas 196 penyu di tepi pantai. Pihak Conserve juga berperan sebagai donatur yang memberikan 1 sarang penyu untuk dilepasliarkan. Acara sekolah alam yang dijelaskan oleh Ibu Tientus selaku humas BSTC memaparkan apa itu organisasi yang didirikannya, bagaimana merawat penyu, cara menanam mangrove dan lain-lain. Tentu diskusi ini juga diwarnai dengan beberapa pertanyaan oleh peserta yang ingin tahu lebih lanjut mengenai isu lingkungan ini. Setelah acara sekolah alam, dilanjutkan dengan fasilitas yang ada di BSTC seperti tempat penyu dirawat, penetasan telur penyu, dan makam penyu. Sebelum pelepasan penyu, Ibu tientus melakukan briefing untuk proses kelancaran saat pelepasliaran nanti. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 06.00 WIB hingga 16.30 WIB. Ketua pelaksana Conserve, Najhan Adzikra, menegaskan, “Semoga dengan adanya program kerja ini dapat menjadikan mahasiswa...

Read More

DPRD Kota Malang Tolak Usulan Perubahan RUU: Suara Kritis untuk Kepentingan Masyarakat

Ribuan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kota Malang, para pekerja dan berbagai elemen masyarakat serempak menggelar aksi demonstrasi “Kawal Putusan MK” di depan Gedung DPRD Kota malang pada Jumat (23/8). Aksi tersebut dipicu oleh adanya indikasi pelanggaran konstitusi yang dilakukan oleh Badan Legislasi DPR terkait revisi Undang-Undang PILKADA yang tidak sesuai dengan putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024 dan 70/PUU-XXI/2024. Massa aksi mulai bergerak sejak pukul 13.00 WIB memenuhi area depan Gedung DPRD Kota Malang dan berakhir sekitar pukul 17.45 WIB, setelah berhasil ditandatanganinya kertas berisi tuntutan aksi oleh sejumlah perwakilan DPRD Kota Malang dari berbagai partai politik, diantaranya: Eko Herdianto (PDIP), Arief Wahyudi (PKB), Rimzah (Gerindra) dan Ulum (PKS). I Made Rian Diana Kartika, selaku Ketua DPRD Kota Malang periode 2019-2024 juga memberikan tanggapannya di dalam gedung DPRD saat ditemui oleh beberapa rekan jurnalis setelah pembubaran massa berakhir. Menurutnya, aksi ini merupakan bom waktu yang menandakan bahwa kondisi Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Hal ini dikarenakan adanya pembangkangan konstitusi yang dilakukan oleh sejumlah oknum. “Pembangkangan terhadap konstitusi lewat pemaksaan kehendak oleh beberapa oknum yang memaksakan memakai aturan MA (Mahkamah Agung) ketimbang MK (Mahkamah Konstitusi) itu sudah jelas menyalahi aturan. Kami meyakini, sesuatu kesalahan yang terlalu mencolok pasti akan menjadi bom waktu. Rakyat bergerak lewat mahasiswa, kalau sudah mahasiswa bergerak, pasti Republik ini sedang tidak baik-baik saja.” Made juga menegaskan bahwa seluruh fraksi DPRD Kota Malang juga setuju...

Read More

GEMURUH DEMOKRASI: RATUSAN MAHASISWA FIA UB SUARAKAN KRITIK TERHADAP PEMERINTAH

Jumat, 23 Agustus 2024 riuh suara mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) mulai berkumandang sejak pukul 12.30 WIB bertempat di Pendopo FIA. Terdapat setidaknya 250 mahasiswa FIA UB yang tergabung dalam aksi demonstrasi ini. Aksi ini diinisiasi oleh Aliansi BEM Malang Raya, dilanjutkan dengan konsolidasi melalui Aliansi Mahasiswa Brawijaya (Amarah Brawijaya) untuk memasifkan seluruh elemen yang ada di UB. Aksi demonstrasi digelar di sekitar Gedung DPRD hingga Balai Kota Malang dengan titik kumpul awal di pendopo FIA UB. Sebelum keberangkatan, kastrat BEM FIA UB melakukan briefing terkait teknis lapangan. Mahasiswa FIA diminta membawa peralatan dalam aksi seperti...

Read More

AKSI MALANG BERGERAK: RIBUAN WARGA TUNTUT PENGHENTIAN REVISI UU PILKADA DPR

Malang, 23 Agustus 2024 – Aksi massa besar-besaran dari berbagai elemen masyarakat di Malang tengah memanas dengan hadirnya ribuan peserta aksi yang tergabung dalam gerakan Aliansi Malang Bergerak. Aksi ini dipicu oleh kekesalan terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo dan para anggota DPR yang dianggap telah mengkhianati konstitusi melalui pembahasan Revisi Undang-Undang (UU) Pilkada. Menurut Jamal (24), salah seorang peserta aksi, Presiden Joko Widodo dianggap telah meruntuhkan pondasi konstitusi demi kepentingan pribadi dan politik keluarga dengan melakukan intervensi terhadap keputusan suatu lembaga negara. “Kita disini memperjuangkan apa yang menjadi hak konstitusi supaya kedepannya konstitusi ini tidak dibuat mainan. Setelah terjadinya...

Read More