Kemerdekaan Bersyarat Milik Pers di Indonesia
Kata pers seakan menjadi pedang bagi beberapa pemilik negeri. Pers bagaikan kerikil yang menghambat jalannya roda pemerintahan. Tanggal 9 Februari menjadi kelahiran pers palsu yang digemakan ke seluruh negeri. Mereka semua bersorak, merasa kebebasan berekspresi telah dilahirkan kembali. Tetapi apa yang harus dibahagiakan? Apa yang harus dirayakan dari sebuah selebrasi palsu ciptaan penguasa negeri. Perpaduan kepentingan dan korporasi melahirkan hari hitam, bukan hari bahagia milik kawan pers. Pers otoritarian, mungkin lebih tepat untuk menggambarkan keadaan kawan pers di era sebelum reformasi. Fungsi pers jauh dari kontrol sosial dan mengarah kepada fungsi penyebaran kebaikan pemerintah. Salah satu kawan pers saat itu, Ging...
Read More