Gaji Seuprit, Guru Ikut Menjerit
Kesejahteraan guru adalah salah satu topik yang tidak ada habisnya. Topik ini akan selalu hangat untuk dibahas karena sampai sekarang kesejahteraan guru masih jauh dari kata layak. Tugas yang dipikul seorang guru yang sangat berat tidak diimbangi dengan kesejahteraan yang memadai. Hal ini tentu menimbulkan kesenjangan antara apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka dapatkan. Guru yang menjadi salah satu SDM yang berpengaruh dalam kemajuan bangsa, malah mendapatkan kesenjangan yang luar biasa perihal gaji dan tugas yang mereka dapat dan lakukan. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut salah satu caranya adalah guru harus mempunyai side job demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di beberapa media sosial, sejumlah guru honorer menunjukkan penghasilannya dalam sebulan yang jauh dari Upah Minimum Kabupaten (UMK), gaji guru honorer di daerah berkisar Rp300.000,00 hingga Rp800.000,00 per bulan. Jumlah gaji tersebut tentu tidak akan mampu menunjang kehidupan mereka, apalagi di masa sekarang dengan keadaan segala harga kebutuhan pokok yang terlampau tinggi. Jika dipaksa untuk berhemat-pun jumlah gaji tersebut masih belum mampu memenuhi kebutuhan mereka. Tidak cukup disitu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa 42% masyarakat yang terjerat kasus pinjaman online (pinjol) ilegal adalah guru. Mengutip dari akun media sosial Instagram @furqanamc, “Sudah dinista bertahun-tahun, terjerat pula lehernya”. Sudah jelas jika hal ini terjadi akibat dari tidak ada solusi yang dapat diberikan kepada para guru di Indonesia. Mau bagaimana lagi ? Mereka tentu akan berlari mencari berbagai macam cara...
Read More