Malang, dianns.org – 24/09/2013 bertempat di gedung A lantai 4 Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya diadakan Temu Administrator Muda Indonesia. Acara ini dimulai sejak tanggal 22/09/2013 dengan mengundang universitas-universitas yang mempunyai jurusan Ilmu Administrasi Publik atau Ilmu Admnistrasi Negara se-Indonesia. Pada Temu Administrator kali ini, masing-masing delegasi melakukan presentasi dan diskusi karya ilmiah dengan tema “Kebijakan Pembangunan Berbasis Potensi Keungulam Lokal.” Masing-masing universitas mendelegasikan 3-5 orang mahasiswanya untuk mewakili universitasnya. Acara ini dihadiri oleh 84 delegasi dari 20 universitas yang tersebar di Indonesia.

“Untuk anggota tetap yang tidak hadir di Temu Adminsitrator ini akan mendapatkan punishment sesuai dengan kesepakatan forum dari sidang tahun lalu yang diselenggarakan di Universitas Sriwijaya Palembang. Jadi ini sifatnya wajib agar Temu Adminsitrator ini tidak dibuat main-main,” ungkap Putri, divisi acara.

Saat wartawan LPM DIANNS menanyakan mengenai alasan mengapa Temu Administrator diadakan di FIA UB, pihak Humanistik yang merupakan himpunan penyelenggara menjawab bahwa hal ini berdasarkan kesepakatan yang telah dilakukan pada saat Temu Administrator tahun lalu. Jadi setiap tahunnya sidang selalu menentukan tempat dimana Temu Administrator akan diadakan dan tema pembuatan karya ilmiah yang akan dipresentasikan pada tahun berikutnya.

Setelah diadakan presentasi dan diskusi dari tiap-tiap universitas, pada akhir acara diumumkan pemenang dari pembuatan karya ilmiah yang dibuat oleh para delegasi. Presentasi ini dinilai dari pihak dosen FIA yaitu Bapak Rendra dan Bapak Oscar. Untuk juara pertama dimenangkan oleh Universitas Cendrawasih dan juara kedua diraih oleh Univesitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pada awalnya untuk menentukan pemenang dilakukan polling, tetapi setelah diadakan rapat dengan dekanat akhirnya dekanat mengusulkan untuk menentukan kriteria pemenang agar penilaian tidak bersifat subjektif. Kriteria pemenang meliputi penyajian, tata letak, sistematika bahasa, sikap presentasi dan kecocokan isu. Karya ilmiah UNY sendiri berjudul Segoro Amarto, Penelitian ini mengangakat tema Inovasi Kebijakan dengan berbasis kearifan lokal masyarakat Yogyakarta sesuai isu yang diangkat dalam acara Temu Admi kali ini. Secara ringkas Robi, perwakilan dari delegasi UNY menjelaskan penelitian ini mengupas program pemerintah Yogyakarta yakni Segoro Amarto, akronim dari Semangat Gotong Royong Agawe Majuning Yogyakarto. Kebijakan ini merupakan sebuah gerakan sosial yang kegiatannya berupa menanamkan nilai-nilai kearifan lokal kepada masyarakat Yogyakarta dengan harapan hal tersebut dapat menjadikan “senjata” untuk menuntaskan kemiskinan di daeraah Yogyakarta. Sebenarnya sumbangan pemikiran mahasiswa dalam karya ilmiah ini hanya akan tetap jadi konsep semata tanpa ada dukungan pemerintah daerah sendiri selaku pengambil kebijakan. Maka, diharapkan pemerintah juga tidak memandang sebelah mata. Pemerintah harus turut bekerja sama dalam usaha pengentasan kemiskinan di wilayahnya.

Sedangkan peserta Universitas Cendrawasih mengangkat keunggulan daerahnya yakni sagu, sebagai bahan pangan khas tanah Papua. Albert, delegasi Universitas Cendrawasih menjelaskan bahwa penelitiannya tersebut bertujuan untuk membantu pemerintah mensosialisasikan kepada masyarakat Papua agar bangga terhadap produk khas daerahnya dan tidak tergantung pada beras. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontrol terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang akan diambil.

 Reporter: Khoirul Anwar dan Jihan Khalida