Oleh : Karima Setyorini

Malang, DIANNS.ORG – Sabtu malam (28/11) Lembaga Otonomi Fakultas Administration Music Club (LOF AMC) menggelar pentas band-band indie yang diusung dengan judul Indiesche Party. Acara yang bertempat di Rooftop Mall Dinoyo ini diselenggarakan dalam rangka peluncuran album kompilasi kedua dari AMC. Band-band indie yang telah berkiprah di Indonesia sejak awal tahun 2000-an, yaitu Sore dan The Upstairs juga turut mewarnai keseruan malam itu.

Pada awal acara, panggung terlebih dahulu diramaikan oleh Chamomile, band indie yang mengusung aliran folk dengan sentuhan xylophone. Rooftop semakin meriah ketika The Upstairs tampil di panggung. Dengan gaya penuh energi, sang vokalis Jimi Multhazam dan anggota band memainkan 13 lagu dari album dan EP mereka. Akhirnya, penampilan The Upstairs ditutup dengan lagu epik Matraman, lagu romantis yang mengisahkan dua sejoli yang tak bisa bersatu karena jarak geografis dan terlebih, jarak kebudayaan yang membentangi antara Jawa dan Sunda: satu di Matraman, satu di Kota Kembang. Para penonton pun dibuat larut bernyanyi bersama.

Tak perlu menunggu lama setelah penampilan The Upstairs yang enerjik, Sore menjadikan puncak acara malam itu lengkap. Band yang mengaku tak memiliki genre khusus dalam bermusik ini mengawali penampilannya dengan menyanyikan Somos Libres dari album Centralismo. Sore juga menyanyikan dua lagu dari album ketiga mereka Los Skut Leboysyang rilis di pasaran November lalu, yaitu “8yang diciptakan Billy Saleh, gitaris Polka Wars dan R14, track kesepuluh dalam Los Skut Leboysyang khusus didedikasikan untuk Ria Irawan dan penyintas penyakit kanker.Band Indie asal Jakarta yang album Centralismopada 2005 pernah disebut oleh Time Magazine Asia sebagai One of Five Asian Albums Worth Buyingini juga mempersembahkan secara khusus lagu Pergi Tanpa Pesankepada sahabat mereka sekaligus personil band The Brandals, Rully Annash, yang baru saja berpulang.

Penampilan Sore di atas panggung malam itu, yang diakui oleh pemain bass sekaligus vokalis Sore, Awan Garnida, ditampilkan tanpa song list, sejatinya ditutup dengan lagu Sssst. Namun ketika lampu panggung dan alat musik serta sound mulai dimatikan, penonton berteriak bersama We want more! berulang-ulang dan akhirnya lampu panggung mulai dinyalakan kembali dan mereka benar-benar menutup penampilan mereka di Indiesche Party dengan No Fruit for Today. Malam itu adalah kali kedua gigs Sore di Malang dalam tahun ini. Ketika diwawancara DIANNS usai tampil, Sore mengungkapkan bahwa respon dari Malang selalu luar biasa. Dan ini menjadikan kita semakin dekat,ujar drummer Sore, Bemby Gusti.