Oleh : Debby, Rizky, Rahma, dan Esa

Sebagai Perguruan Tinggi Negeri, Universitas Brawijaya (UB) seyogyanya menjadi sebuah oase atau wadah dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Pada pelaksanaannya, UB memiliki tanggung jawab atas terselenggarannya setiap pembelajaran kemahasiswaan, baik kegiatan kurikuler, maupun kegiatan ekstrakurikuler yang diperuntukan untuk pengembangan minat dan bakat mahasiswa. Pengembangan atas minat dan bakat yang dimiliki oleh para mahasiswa dapat di capai, salah satunya dengan turut aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler kemahasiswaan. Dalam mendukung ketiga hal tersebut, dukungan moriil dan materiil, serta akses pelayanan yang diberikan oleh Perguruan tinggi menjadi amat penting dalam setiap pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan.

Secara legal, UB telah melimpahkan kewenangan pengelolaan pemenuhan jaminan kualitas terhadap mahasiswa kepada tiap-tiap fakultas, termasuk Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) yang mendapatkan pelimpahan kewenangan untuk menaungi kegiatan ekstrakulikuler mahasiswanya. Atas dasar desentralisasi tersebut, fakultas berkewajiban untuk memenuhi jaminan kualitas dan memenuhi setiap hak-hak yang dimiliki oleh masyarakat fakultas. Utamanya yang secara langsung kerap bersinggungan dengan pelayanan birokrasi kampus adalah Lembaga Otonomi Fakultas (LOF). Fakultas Ilmu Administrasi memiliki enam belas Lembaga Kemahasiswaan yang di bentuk dengan tujuan untuk mewadahi minat dan bakat mahasiswa FIA. Sebagai bagian dari proses pembelajaran kampus sesuai dengan pasal 14 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi, seyogyanya LOF perlu mendapat perhatian khusus dari pihak fakultas dengan adanya daya dukung legalitas, baiknya pelayanan, dan pembiayaan bagi LOF (Lembaga Otonom Fakultas). Selain itu, kejelasan atas transparansi dana pagu yang diperuntukan kepada kegiatan mahasiswa tentu saja menjadi aspek panas yang asyik untuk diperbincangkan. Selain pihak birokrasi kampus, Badan ˜Eksekutif™ Mahasiswa (BEM) selaku wakil mahasiswa tentu memiliki andil dalam mengadvokasi aspirasi masyarakat FIA. Pelaksanaan alur pelayanan kemahasiswaan dan kejelasan atas setiap prosedur permohonan perizinan kegiatan menjadikan BEM masuk dalam salah satu variabel yang perlu di uji.

Berdasarkan konteks tersebut, untuk mengetahui Indeks Kepuasan masyarakat “Dalam hal ini mahasiswa, atas pelayanan birokrasi kampus, LPM DIANNS melakukan sebuah riset akhir tahun mengenai pelayanan kegiatan mahasiswa, dimana LPM DIANNS melakukan riset kepada enam belas LOF FIA dengan tujuan sampelnya adalah ketua dan sekretaris dari tiap-tiap LOF di FIA. Dalam riset akhir tahun ini, fokus penelitian kepada pemberi pelayanan kegiatan kemahasiswaan, yaitu Wakil Dekan III selaku Bidang Kemahasiswaan, Staf Ahli Pembantu Dekan III, Staf Kemahasiswaan, serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIA selaku wakil mahasiswa yang memiliki fungsi untuk menampung aspirasi mahasiswa FIA. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan mengenai Indeks Kepuasan Masyarakat “Dalam hal ini mahasiswa, terhadap Layanan Administrasi Fakultas Ilmu Administrasi dengan membandingkan antara pelayanan yang dialami dengan pelayanan yang diharapkan sesuai dengan indikator kualitas layanan, yaitu Akurasi Pelayanan, Keterbukaan (Transparancy), Kepastian Waktu Pelayanan, Kesopanan dan keramahan, Tanggung Jawab (Responsiveness), dan Kemudahan Pelayanan. Tujuan Penelitian yang dilakukan LPM DIANNS ini bersifat evaluatif, seperti apa yang dikatakan oleh (Sukmadinata:2009) evaluatif merupakan suatu desain atau prosedur dalam mengumpulkan dan menganalisis data secara sistematik untuk menentukan manfaat dari suatu praktik pendidikan. Disini, penelitian ini ingin memberikan evaluasi terhadap kinerja pelayanan kemahasiswaan selama satu tahun. Dengan harapan hasil penelitian dari divisi penelitian dan pengembangan LPM DIANNS, dapay dijadikan bahan pertimbangan untuk peningkatan kualitas pelayanan kegiatan kemahasiswaan di Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya.

 

Penjelasan Indeks Kepuasan Masyarakat Pengguna Pelayanan Kegiatan Kemahasiswa FIA UB

Responden LOF FIA UB

Komponen Nilai IKM Nilai IKM Konversi Mutu Pelayanan Kinerja
Wakil Dekan III 2.793 69.82 B Baik
Staf Ahli PD III 2.265 56.62 C Kurang Baik
Staf Kemahasiswaan 2.11 52.75 C Kurang Baik
Bada Eksekutif Kemahasiswaan 2.362 59.05 C Kurang Baik

Nilai Persepsi, Interval IKM, Interval Konversi IKM, Mutu Pelayanan dan Kinerja Unit Pelayanan

Nilai Persepsi Nilai Interval IKM NILAI INTERVAL KONVERSI IKM

 

MUTU PELAYANAN

 

KINERJA UNIT PELAYANAN

 

1

 

1,00 “ 1,75 25 “ 43,75

 

D

 

Tidak baik

 

2

 

1,76 “ 2,50 43,76 “ 62,50

 

C

 

Kurang baik

 

3

 

2,51 “ 3,25 62,51 “ 81,25

 

B

 

Baik

 

4

 

3,26 “ 4,00 81,26 “ 100,00

 

A

 

Sangat baik

 

IKM  Pengguna Pelayanan Kegiatan Kemahasiswa FIA UB Responden LOF FIA UB Untuk Wakil Dekan III

Unsur Pelayanan Nilai Unsur Pelayanan
1 Kejelasan mengenai waktu tunggu 2.58 B
2 Ketersediaan Waktu 2.5 C
3 Ketepatan mengenai materi pengajuan proposal 2.9 B
4 Ketepatan Format Penulisan Proposal 3.3 A
5 Kesopanan dan Keramahan 3.3 A
6 Menerima Keluhan 2.83 B
7 Menanggani Keluhan 2.75 B
8 Kemudahan Pelayanan 2.45 C
9 Fasilitas Pelayanan 3.5 A
10 Informasi Pelayanan 3.29 A
11 Transparansi Alokasi Dana 1.79 C
12 Transparansi Izin Kegiatan 2.54 B
Nilai Indeks Kepuasan : 2.79
Nilai IKM setelah di konservasi = nilai dasar : 2.79 x 25 = 69.82
Mutu Pelayanan : B
Kerja Unit Pelayanan : Baik

IKM  Pengguna Pelayanan Kegiatan Kemahasiswa FIA UB Responden LOF FIA UB Untuk Staf Ahli Wakil Dekan III

Unsur Pelayanan Nilai Unsur Pelayanan
1 Kesopanan dan Keramahan 3.      20 B
2 Akurasi Pelayanan 2.      79 B
3 Kejelasan Waktu Tunggu Pelayanan 2.      91 B
4 Ketersedian Waktu Pelayanan 2.      66 B
5 Kemudahan Mendapatkan Pelayanan 2.      95 B
Nilai Indeks Kepuasan :2.906
Nilai IKM setelah dikonversi = nilai dasar : 2.906 x 25 = 72.65
Mutu Pelayanan : B
Kerja Unit Pelayanan : Baik

 

IKM  Pengguna Pelayanan Kegiatan Kemahasiswa FIA UB Responden LOF FIA UB Untuk Staf Kemahasiswaan

Unsur  Pelayanan Nilai Unsur Pelayanan
1 Kesopanan dan Keramahan 3.      16 B
2 Ketepatan LPJ sesuai dengan proposal yang diajukan 2.      20 C
3 Ketepatan Format Penulisan LPJ 2.      28 B
4 Ketepatan evaluasi LPJ 2.      75 B
5 Menerima Keluhan 3.      25 B
6 Menangani Keluhan 2.      70 B
7 Kemudahan mendapatkan pelayanan 1.      75 D
8 Fasilitas Pelayanan 3.      12 B
9 Informasi Pelayanan 2.      70 B
Nilai Indeks Kepuasan : 2.415
Nilai IKM setelah dikonversi = nilai dasar : 2.415 x 25 = 60.375
Mutu Pelayanan : C
Kerja Unit Pelayanan : Kurang Baik

 

grafiklitbang

IKM  Pengguna Pelayanan Kegiatan Kemahasiswa FIA UB Responden LOF FIA UB Untuk Badan Eksekutif Kemahasiswaan

Unsur Pelayanan Nilai Unsur Pelayanan
1 Kejelasan Mengenai Waktu Tunggu 2.      50 C
2 Ketersediaan Waktu 2.      54 B
3 Advokasi Masalah Pelayanan Kemahasiswaan Tanggung Jawab Dalam Penyimpanan Berkas Kegiatan Kemahasiswaan 2.      29 C
4 Tanggung Jawab Dalam Penyimpanan Berkas Kegiatan 1.      87 C
5 Kemudahan mendapatkan pelayanan 2.      29 C
Nilai Indeks Kepuasan : 2.298
Nilai IKM setelah dikonversi = nilai dasar : 2.298 x 25 = 57.45
Mutu Pelayanan : C
Kerja Unit Pelayanan : Kurang Baik