Oleh : Dinda dan Rethiya

Pemilihan Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (Pemilwa FIA UB) 2015, menuai polemik pada saat proses penghitungan suara. Mulai dari dikeluarkannya mosi tidak percaya oleh para saksi sebelum proses penghitungan surat suara calon Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FIA 2016/2017 hingga ketika adanya perbedaan jumlah surat suara Presiden BEM FIA 2016/2017.

FIA UB baru saja menyelesaikan pelaksanaan proses penghitungan suara pada Kamis, (3/12) pukul 06.00 WIB di Gedung A lantai 1. Proses penghitungan surat suara untuk DPM FIA dimulai sejak Rabu, (2/12) pukul 20.15 WIB dan berakhir pada pukul 01.09 WIB. Sebelum penghitungan surat suara dilakukan, sempat terjadi mosi tidak percaya dari  para saksi. Hal tersebut  dikarenakan para saksi tidak hadir  pada saat proses penggantian kotak suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Bisnis.  Para saksi menuntut ditunjukkannya bukti dokumentasi penggantian kotak suara, waktu penggntian kotak suara, serta siapakah yang melakukan penggantian kotak suara. Panitia bersedia memenuhi tuntutan tersebut dan penghitungan surat suara dilanjutkan kembali.

Ketika ditemuai beberapa hari pasca kejadian tersebut, Coordinator acara, Ayudia Lestari atau yang akrab disapa Lesta, mengungkapkan bahwa 10 menit sebelum penggantian kotak suara panitia telah menghubungi para saksi untuk memberitahukan bahwa akan dilakukan penggantian kotak suara. Tetapi karena saksi tidak kunjung datang dan kotak suara semakin penuh, maka panitia memutuskan untuk mengganti kotak suara. Kotak suara diganti oleh Coordinator Panitia Pengawas (Panwas), yaitu Ismail Priyo.œDi jobdesk juga udah dijelaskan semisalnya saksi tidak hadir maka bisa digantikan panwas, tutur Lesta

Pada saat proses penghitungan surat suara DPM di TPS Bisnis dilanjutkan, kembali terjadi kesalahan. Data pemilih yang tertera pada bagian registrasi ternyata lebih banyak daripada yang ada di meja surat suara. Data pemilih di meja registrasi sebanyak 894 pemilih, sementara di meja surat suara hanya terdapat 871 surat suara. Selisih suara yang mencapai 23 suara inilah yang menimbulkan masalah. Namun, masalah ini akhirnya dapat diselesaikan setelah dilakukan penghitungan sisa surat suara dan surat suara yang sudah tercoblos dan hasilnyapun sesuai. Diketahui, jumlah total surat suara sebanyak 2464 surat suara, dibagi dua untuk TPS Bisnis dan Publik, masing-masing mendapat jatah 1232 surat suara.  Jumlah surat suara DPM yang sudah tercoblos sebanyak 871 surat suara, dengan satu surat suara Presiden BEM yang salah masuk ke kotak suara DPM, sementara sisa suara sebanyak 361.

Setelah itu dilanjutkan penghitungan suara untuk presiden dan  wakil presiden BEM 2016/2017 pada pukul 01.30 WIB. Dalam proses penghitungan jumlah surat suara, kembali terjadi kesalahan di TPS Bisnis. Terdapat perbedaan selisih jumlah surat suara, dimana sebelum penghitungan berjumlah 871 surat suara dan sesudah penghitungan berjumlah 872 surat suara. Menurut Lesta, kesalahan tersebut terjadi akibat penghitung turus belum memindah suara yang sebelumnya dianggap abstain menjadi suara sah. Kesalahan ini telah di selesaikan bersama saksi.œItu jadi ada kesalahan human error, penghitung turus di depan, kata Lesta.

Pada pemilwa tahun ini, peraih suara terbanyak untuk presiden BEM adalah pasangan nomor urut dua yaitu Sinergi Aditya dan Danan Kusuma Wijaya dengan perolehan 771 suara, disusul oleh pasangan nomor urut satu, Salman al-Farisi dan Irfan Syahrullah Lukum, dengan perolehan 592 suara, dan durutan ketiga adalah pasangan nomor urut tiga, Muhammad Zainal Mustofa dan Muhammad Rizaldi, dengan perolehan 342 suara.

Sementara sembilan calon anggota DPM terpilih, yang mendapat suara terbanyak adalah calon DPM nomor urut 10, Muhammad Nur Fauzan, dengan perolehan suara sebesar 216. Kemudian disusul oleh calon DPM dengan nomor urut 3 yaitu Hani Fajriani dengan 170 suara. Pada tempat ketiga perolehan suara terbanyak di tempati oleh calon DPM nomor urut 8 yaitu Daniel Bona Geraldo dengan jumlah 163 suara. Untuk perolehan suara terbanyak keempat diduduki nomor urut 5 yaitu Aditya Ramadhan Prakoso dengan suara 141. Kemudian diikuti oleh nomor urut 7 yaitu Imran Rafai dengan perolehan 139 suara. Suara terbanyak selanjutnya diraih oleh nomor urut 2 yaitu Wiky Bilqiis dengan 135  suara. Pemilik suara terbanyak ke-tujuh di miliki oleh nomor urut 6, Rocky Tri Nuryanto, dengan perolehan suara 123.  Untuk perolehan suara terbanyak kedelapan dan kesembilan, ditempati oleh Joshua Albert Monareh dan Moh Faishal Yordani A. B., dengan perolehan suara masing “ masing 118 dan 105 suara.

Selesainya perhitungan surat suara tersebut menandakan terpilihnya Sinergi Aditya dan Danan Kusuma Wijaya sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM 2016/2017, serta 9 anggota DPM 2016/2017.