Malang (23/02/2026) – Komite Aksi Solidaritas untuk Ariyanto Tawakal (KASTA) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Kayutangan, Kota Malang, pada Senin 23 Februari 2026 sekitar pukul 15.00–18.00 WIB. Aksi yang diikuti oleh ratusan massa ini digelar sebagai bentuk solidaritas untuk menuntut keadilan atas kasus kekerasan yang dilakukan oleh anggota Brimob terhadap Ariyanto Tawakal.
Arianto Tawakal (14) seorang siswa asal Kabupaten Maluku Tenggara, meninggal dunia setelah dihantam helm taktikal seorang anggota Brimob, Bripda Masias Siahaya, pada tanggal 19 Februari lalu. Pelaku merupakan anggota Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor di Kota Tual.
Aksi yang diikuti oleh ratusan massa ini menyoroti tindak kekerasan yang kembali dilakukan oleh Polisi. Pasalnya, peristiwa kekerasan yang menimpa Ariyanto Tawakal ini bukan kali yang pertama. Banyak kejadian serupa yang melibatkan aparat kepolisian, seperti tewasnya driver ojol Affan Kurniawan yang terlindas mobil lapis baja milik Brimob, Gamma Rizkynata Oktafandy yang tewas ditembak anggota Satres Narkoba Polrestabes Semarang, hingga tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang akibat tindakan represif aparat. Hal ini disayangkan, karena anggota kepolisian yang terlibat dalam tindak kekerasan sering memperoleh impunitas, sehingga penegakan hukum tidak dapat dilakukan dengan seadil-adilnya. Akibatnya, tindakan repetisi pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) berat dapat terus dilakukan oleh aparat penegak hukum.
Dalam aksi tersebut massa menyampaikan empat poin tuntutan. Yaitu, meminta agar pelaku diadili seadil-adilnya serta menolak praktik impunitas, meminta negara memberikan perlindungan dan pemulihan hak korban tanpa mengurangi sanksi terhadap pelaku, menuntut evaluasi total terhadap kinerja dan anggaran aparat pertahanan dan keamanan negara, dan yang terakhir menyerukan penghentian praktik negara teror.
Berlangsung di tengah hujan gerimis yang mengguyur, aksi solidaritas berjalan tertib. Massa aksi secara lantang menyampaikan orasinya secara bergantian, membawa atribut-atribut yang berisi kritikan terhadap institusi tersebut. Hingga aksi berakhir, massa menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut dan menyatakan akan mengambil langkah lanjutan apabila tidak terdapat respons yang jelas dari pihak terkait.
Penulis: Bianca
Reporter: Eric, Ilham, Aulia, Rajul
Fotografer: Gina
Editor: Eca
Deslay: Eve