Malang, DIANNS.org – Panitia Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Universitas (PK2MU) Brawijaya 2015 tidak memberlakukan sanksi bagi mahasiswa baru (maba) yang tidak mengerjakan tugas ospek. Tidak diberlakukannya sanksi dikarenakan tidak adanya Surat Keputusan (SK) Rektor yang menyebutkan pemberian sanksi dalam PK2MU. Djairan selaku Ketua Pelaksana PK2MU mengatakan, Sebenarnya panitia ingin memberlakukan sanksi. Akan tetapi tidak ada SK Rektor yang memperbolehkan kami memberlakukan sanksi akademik, sanksi fisik, dan lain-lain. Kalau kami tetap mengenakan sanksi, berarti nanti kami ikut melanggar aturan. Berdasarkan penuturannya, sanksi bagi maba yang tidak mengerjakan tugas sama dengan maba yang terlambat, yakni berupa teguran dari panitia.

Sedangkan bagi maba yang mengerjakan tugas dengan bantuan jasa jual beli tugas ospek atau joki ospek, Djairan berkomentar bahwa hal seperti itu memang selalu terjadi. Oleh sebab itu, porsi tugas online ditingkatkan menjadi 80%. Tindakan itu, menurutnya, merupakan salah satu inovasinya dalam mereduksi jumlah joki ospek. Karena panitia tidak memiliki kewenangan untuk melarang aktivitas jual beli tugas ospek. Panitia tidak ada hak untuk memberikan sanksi baik bagi maba yang menggunakan joki maupun joki itu sendiri. Bahkan rektorat sendiri pun tidak mengeluarkan pemberitahuan bahwa hal itu dilarang. Jadi maba nggak bakal tahu itu dilarang atau tidak, papar Djairan ketika ditemui di gedung Samantha Krida (1/9) oleh Dianns.

Pengumpulan tugas dilakukan ketika maba tiba di gerbang masuk Jalan Veteran dan Jalan M. Panjaitan. Tugas yang dikumpulkan yakni tugas esai sebanyak empat buah. Djairan menerangkan bahwa esai-esai tersebut akan melalui proses penataan dan penilaian oleh Divisi PIT dan Divisi Acara. Penilaian akan menghasilkan tiga esai terbaik yang nantinya diberi penghargaan. Selain itu, esai-esai yang dinilai layak juga akan diteruskan ke fakultas masing-masing untuk menampung ide-ide kreatif dari maba.Wakil Dekan Tiga dari setiap fakultas se-UB minta kerjasama dengan panitia Raja Brawijaya untuk menyerahkan esai-esai terbaik karya maba dari fakultas masing-masing. Tujuannya untuk menampung ide-ide kreatif sebagai bentuk dukungan kita ke pimnas. Karena prestasi UB kan menurun dari tahun kemarin, terang Djairan.

Tujuan PK2MU yang dikemas dalam Rangkaian Acara Jelajah Almamater Brawijaya (Raja Brawijaya) menurut Djairan yakni agar mahasiswa Brawijaya mencintai almamater dan bangga akan negaranya. Tugas ospek menjadi salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut dengan dibuatnya tugas online esai yang bertema Aku, Brawijayaku untuk Indonesia dan Dunia, empat peran mahasiswa, dan seseorang yang menginspirasi hidup. Karena dengan tema-tema ini, maba dapat mengenal dirinya sendiri untuk mencintai almamater dan Indonesia, terang mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2011 ini.

Sementara maba yang ditemui Dianns di gedung Samantha Krida (1/9) berpendapat, tujuan dibuatnya tugas ospek adalah sebagai latihan untuk menjadi mahasiswa baru. Sebagai mahasiswa baru, saya merasa maba itu harus ngerjain. Ya udah dikerjain aja biar nggak kena sanksi, ujar maba FMIPA yang bernama Aisyah Zahrotul Rachma. Senada dengan Aisyah, Rahmadian Pratiwi juga mengungkapkan alasan dia mengerjakan tugas adalah karena kewajibannya sebagai maba. Ia juga mengakui adanya perasaan takut terkena sanksi apabila tidak mengerjakan tugas. Namun perasaan takut itu akan hilang ketika kita mengerjakannya dengan benar, tambahnya.

Menanggapi hal ini, Djairan berkomentar, Untuk menanamkan nilai ke 12.400 orang itu kan nggak semudah mendikte anak kecil ya. Apalagi itu 12.000 maba dan mereka lulusan SMA. Nggak mungkin apa yang kita mau bakal terwujud. Jadi kalau kami sudah berusaha semaksimal ini, tapi kalau problem-nya masih di mahasiswa sendiri, berarti usaha kami sampai di sana. Di sisi lain, Djairan menampik bahwa tugas ospek dibebankan bertujuan untuk memperingatkan maba agar mempersiapkan diri pada banyaknya tugas-tugas kuliah.

Reporter :  Zendy Titis dan Nurhidayah Istiqomah