Reporter :  Athiyyah Rahma dan Nurbaiti Permatasari

Malang, DIANNS.org – Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Brawijaya (UB) 2015 sebanyak 13.387 orang mengikuti pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Universitas (PKKMU). PKKMU merupakan rangkaian acara untuk memperkenalkan kehidupan kampus kepada Maba. Acara yang dilaksanakan pada hari Selasa, 1 September 2015 dimulai pada pukul 05.30 WIB. PKKMU ini di buka dengan penampilan Marching Band Ekalavya Universitas Brawijaya. Salah satu rangkaian acara antara lain pembekalan materi tentang Kebangsaan dan Kepemimpinan yang merupakan materi wajib dari Dikti. Materi ini disampaikan dari pihak militer yaitu Bapak Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Beliau menyampaikan materi di tiga tempat yang berbeda dengan live streaming, yaitu Samantha Krida(Sakri), Gor Pertamina, dan Student Center(SC). Namun, karena materi sifatnya berkesinambungan dan berbeda dari satu tempat dengan tempat lainnya, maka penyampaiannya dinilai tidak efektif.

Materi yang bertemakan kebangsaan dan kepemimpinan disampaikan ditiga tempat masing-masing 30 menit. Maba hanya bisa menyaksikan beliau lewat layar live streaming. Namun, hal ini membuat banyak Maba yang tidur, makan, minum, dan berbicara dengan teman sehingga menjadi tidak efektif. Sebenarnya materi yang disampaikan dari Pak Gatot itu bagus. Tapi kayak gak efektif. Pertama, karena posisi saya dibelakang serta teman sekitar ramai sendiri. Kedua, beliau tidak ada di tempat sehingga menjadi kurang menarik perhatian. Ujar salah satu mahasiswa Baru dari Fakultas Teknik.

Ketika ditanya tentang efektif atau tidaknya materi yang disampaikan lewat live streaming, Djairan mengatakan, Itu semua memang permintaan dari Pak Gatot sendiri. Mulai dari materi yang disampaikan, waktu, hingga pembagian materi di tiga tempat. Saya sebenarnya kasihan dengan teman-teman maba karena mereka pasti lelah sekali. Jadi, sebenarnya dari pihak panitia sendiri itu tidak tahu tentang materi yang disampaikan oleh Gatot.

Djairan menambahkan, terpilihnya pemateri dari pihak militer karena rekomendasi dari rektorat. Pihak rektorat menginginkan pemateri dari Militer. Karena tugas dari militer sendiri adalah untuk membela keutuhan NKRI. Jadi saya rasa materi ini lebih baik jika disampaikan dari pihak militer, ujarnya.

Terkait tema dan materi yang disampaikan, Djairan mengatakan bahwa materi yang disampaikan tidak jauh dari tugas mereka yaitu menjaga kedaulatan NKRI, perang, dan melaksanakan tugas. Saya dari awal juga sudah paham. Materi tidak jauh dari hal itu.