Malang, 30 Agustus 2026 – Pelaksanaan Open House Raja Brawijaya pada 29–30 Agustus 2026 diwarnai persoalan penumpukan massa saat pelaksanaan penugasan STAMPS OH DAY 1. Dalam penugasan tersebut, mahasiswa baru diwajibkan mengumpulkan empat cap stempel di empat titik yang telah ditentukan dalam kurun waktu 24 jam.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan keterangan sejumlah mahasiswa baru, titik pengambilan stempel tersebar di area Rektorat Universitas Brawijaya (UB), depan Perpustakaan UB, Bundaran UB, serta area Fakultas Kedokteran. Persebaran titik tersebut membuat mahasiswa baru harus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya untuk menyelesaikan penugasan.
Namun, pelaksanaan penugasan turut menimbulkan persoalan bagi mahasiswa. Salah satunya berupa antrean panjang yang membuat sejumlah mahasiswa baru mengalami kelelahan. Berdasarkan pantauan, penumpukan terjadi ketika jumlah pos yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa baru yang datang dalam waktu yang relatif bersamaan. Kondisi tersebut diperparah oleh pengaturan barisan yang tidak berjalan sesuai dengan alur yang ditentukan, serta kendala pada ketersediaan tinta cap stempel.
“Kurang penempatannya. Kan ada empat titik sedangkan kita ada belasan ribu jadi terkendala di antre yang panjang” ujar salah satu mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Selain persoalan antrean, terdapat pula kebingungan terkait pihak yang berwenang memberikan stempel. Sejumlah mahasiswa baru sempat meminta cap stempel kepada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang membuka booth tenant dalam rangkaian Open House Raja Brawijaya. Padahal, stempel untuk penugasan STAMPS OH Day 1 diberikan oleh panitia Raja Brawijaya pada titik-titik yang telah ditentukan.
Salah satu anggota UKM mengatakan bahwa pihaknya sempat ditanyai oleh mahasiswa baru mengenai stempel, meski tidak memiliki kewenangan untuk memberikannya. “Maba nanya apa ada stempel? Panitia (UKM) nggak tahu apa-apa soal stempel,” ujar salah satu anggota UKM tersebut.
Akibatnya, mahasiswa yang mendatangi booth untuk meminta stempel harus kembali mencari titik yang sesuai setelah mendapatkan informasi bahwa stempel penugasan hanya dapat diperoleh dari panitia Raja Brawijaya.
Kepadatan mahasiswa baru di sekitar area booth juga berdampak pada aktivitas UKM sebagai tenant. Penumpukan massa membuat ruang gerak menjadi terbatas, sehingga UKM mengalami kesulitan melakukan mobilisasi, termasuk ketika harus memindahkan barang dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk keperluan tenant.
Menanggapi kondisi tersebut, panitia kemudian mengumumkan perubahan mekanisme penugasan STAMPS OH Day 1. Pada 29 Agustus 2026 pukul 11.53 WIB, melalui akun X resmi RAJA Brawijaya, panitia menyampaikan perubahan terkait ketentuan penugasan dimana mahasiswa baru hanya perlu memperoleh satu stempel untuk menyelesaikan penugasan tersebut. Kemudian, pada malam harinya pukul 19.38 WIB, panitia kembali memberikan pengumuman bahwa penugasan STAMPS OH DAY 2 ditiadakan. Perubahan ini menjadi langkah penyesuaian terhadap pelaksanaan penugasan yang telah menuai banyak kritik dari partisipan Open House RAJA Brawijaya, terutama bagi mahasiswa baru.
Penulis: Meyda & Kiya
Editor: Eca
Reporter: Meyda & Kiya
Foto: Meyda
Deslay: Keev