Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
LPM DIANNS, Author at DIANNS.ORG - Page 5 of 19

Author: LPM DIANNS

Rakyat Mana yang Kau Bela?

Penulis: Bimo Adi Kresno Mari kita mengingat kembali perjuangan sembilan perempuan yang mempertahankan wilayah mereka di Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. Masih jelas dalam ingatan, bagaimana aksi yang mereka lakukan sebagai wujud protes terhadap kejamnya ketidakadilan. Mereka rela mengecorkan semen ke kaki mereka selama sepekan di depan Istana Negara pada 12 April 2016 silam. Semen yang mengeras tersebut seakan menggambarkan betapa kerasnya kehidupan yang membuat mereka sengsara. Pantas rasanya, jika keberanian tersebut membuat mereka disejajarkan dengan sosok perempuan pemberani dalam pewayangan: Srikandi. Pada 26 Juli 2016 lalu, Srikandi Kendeng kembali melakukan aksi untuk menagih janji berdialog dengan Presiden Jokowi. Belasan...

Read More

Fotografer: Bimo Adi Kresno Tari Jarik sedang dilenggokan oleh anak-anak dari salah satu sanggar yang berasal dari Solo. Berbagai sanggar tari lain yang berasal dari Jogja dan Jakarta ikut menampilkan berbagai macam tarian tradisonal dari berbagai daerah di Indonesia. Pagelaran ini dikemas dalam acara Semarak Budaya Indonesia yang dihelat di Teater Terbuka, Taman Balekambang, Kota Solo, pada hari Jumat dan Sabtu, 29-30 Juli...

Read More

NASIONALISME ITU PEMERSATU, BUKAN PEMISAH BUNG!

Penulis: Dinda Indah Asmara Setelah pembubaran Belok Kiri Fest, Lady Fest, dan acara nobar alias nonton bareng film Pulau Buru Tanah Air Beta di Universitas Airlangga,serta kisruh segala sesuatu yang berbau ‘kiri’. Lagi-lagi aparat keamanan dan ormas-ormas reaksioner kembali berulah. Kali ini menimpa mahasiswa Papua di Yogyakarta yang tergabung dalam Persatuan Rakyat untuk Pembebasan Papua Barat (PRPPB). Sekelompok mahasiswa tersebut berencana mengadakan aksi damai untuk mendukung The United Liberation Movement West Papua (ULMWP) untuk menjadi anggota penuh Melanesian Spearhead Group (MSG). Aksi tersebut rencananya dilakukan pada 15 Juli 2016 dengan long march yang dimulai dari Asrama Mahasiswa Papua Kamasan...

Read More

Putusan Tribunal: Negara Indonesia Bersalah Atas Kejahatan Terhadap Kemanusiaan Pada Tragedi 1965

Reporter: Hendra Kristopel Putusan akhir International People’s Tribunal (IPT) 1965 diselenggarakan dan disaksikan secara serentak di beberapa Negara, termasuk di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta. “Aksi pembunuhan massal dan semua kejahatan tak bermoral sejak 1965, dan kegagalan untuk mencegahnya, atau menindak pelakunya berlangsung di bawah tanggung jawab sepenuhnya Negara Indonesia,” ujar Zak Yacoob, Ketua Majelis Hakim IPT 65. Keputusan akhir itu menyimpulkan bahwa terdapat 10 tindakan kejahatan HAM berat yang terjadi di Indonesia pada tahun 1965 dan sesudahnya. Negara Indonesia harus bertanggung jawab dan terbukti bersalah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan karena memerintahkan dan melakukan (khususnya Tentara Nasional...

Read More

PERNYATAAN SIKAP LPM DIANNS ATAS TINDAKAN REPRESIF POLDA YOGYAKARTA

Adanya tindakan represif aparat negara terhadap aksi-aksi damai yang digelar rakyat Papua pada kurun waktu ini semakin memperlihatkan sikap arogansi aparatur negara dalam menjalankan fungsinya. Puluhan aktivis dan rakyat Papua yang dituduh melakukan mobilisasi gerakan separatis ditangkap, disiksa, dianiaya, dan bahkan dilecehkan. Seakan tak berujung, hal ini pula yang terlihat dari aksi brutal yang dilakukan oleh kepolisian dan sejumlah massa reaksioner di Yogyakarta terhadap aksi damai yang dilakukan oleh mahasiswa Papua di Yogyakarta pada 15 Juli 2016 lalu. Kejadian bermula ketika Persatuan Rakyat untuk Pembebasan Papua Barat (PRPPB). berencana untuk melakukan aksi damai menuntut dukungan ULMWP (The United Liberation Movement West Papua) untuk menjadi anggota penuh pada forum Melanesian Spearhead Group (MSG). Namun, sebelum aksi damai itu dilangsungkan, ratusan personel kepolisian mengepung asrama dan kemudian mahasiswa didorong masuk ke dalam asrama. Pintu gerbang dan pintu belakang asrama tidak luput dari blokade yang dilakukan oleh polisi. Bukan hanya itu, polisi juga melakukan penangkapan sewenang-wenang dan melakukan pemukulan terhadap warga Papua di asrama mahasiswa tersebut. Selang beberapa waktu, ketika mahasiswa Papua sedang menggelar orasi politik karena blokade long march yang dilakukan pihak kepolisian sebelumnya, datang sejumlah massa yang tergabung dalam beberapa organisasi yang kemudian diduga melakukan intimidasi verbal dan rasial kepada mahasiswa dan warga Papua. Pemblokadean dan tindakan represif personel kepolisian terhadap aksi mahasiswa Papua tersebut sejatinya telah mencoreng nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) dan pluralitas yang tentu merupakan pondasi sebuah...

Read More