Author: LPM DIANNS

GERPOLEK : Galau Pemilu

Fotografer : M. Khoirul A Malang, dianns.org – Galau Pemilu menjadi tema diskusi perdana Gerakan Potensi Intelektual (GERPOLEK) yang dilaksanakan HUMANISTIK (26/3). Bertempat di basement gedung A Prof. Taher Al Habsy, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Diskusi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman baru terhadap mahasiswa mengenai problematika dan kondisi pemilu saat ini. GERPOLEK rencananya akan dilaksanakan setiap dua minggu sekali dengan tema yang berbeda setiap minggu. “Diskusi seperti ini sangat penting untuk menarik minat mahasiswa dalam berdiskusi, sehingga mahasiswa dapat lebih aktif dan berminat terhadap diskusi,” tutur Jibril selaku ketua pelaksana GERPOLEK. Diskusi diisi oleh Dito Arief, alumni mahasiswa FIA UB 2002 yang mencalonkan diri sebagai calon legislatif Kota Malang. Dito Arief menjelaskan seluk-beluk pemilu sejak tahun 2009 sampai sekarang, khususnya yang terjadi di Kota Malang. “Sebenarnya pemilihan umum masih tidak relevan untuk masyarakat Indonesia kalangan menengah kebawah. Karena masyarakat di kalangan tersebut masih memikirkan apa yang akan mereka dapat, bila memilih salah satu calon legislatif tersebut. Walaupun bingung dengan banyaknya calon legislatif atau partai politik, kita harus tetap menggunakan hak suara untuk memilih. Apabila tidak mengenal calonnya, kita dapat memilih partai politiknya. Jangan sampai kita golput, karena golput tidak akan mengubah keadaan menjadi lebih baik,” ujar Dito Arief. Reporter : Esa Kurnia, Asti Faizati, dan Novita A...

Read More

Berlagak Kreatif, Rosok Jadi Mainan

Fotografer : Clara Malang, dianns.org – Komunitas Primitive Rosok Craft memajang kumpulan karya yang terbuat dari barang rosok di Creatfest 2014 (24/3). Primitive Rosok Craft merupakan komunitas asal Singosari yang bergerak di bidang handycraft. Mereka memanfaatkan barang rosok seperti korek api yang disulap menjadi mainan unik sesuai keinginan dan imajinasi sendiri. Okta selaku ketua komunitas handycraf mengatakan “Kita tidak membatasi anggota, siapapun boleh menjadi anggota Primitive Rosok Craft,” Sekarang, Primitive Rosok Craft memiliki lima belas anggota yang terdiri dari segala usia mulai dari anak-anak hingga dewasa. Beberapa karya unik Primitive Rosok Craft seperti robot, vespa, dan dinosaurus mencuri perhatian dari peserta maupun pembicara utama, Pidi Baiq. Creatfest 2014 diselenggarakan setiap tahun oleh Administration Music Club (AMC), Fakultas Ilmu Administrasi. Dengan mengusung tema Berlagak Kreatif, acara ini mengajak setiap orang untuk mengembangkan kreativitas sesuai minat dan bakat masing-masing. Selain Primitive Rosok Craft terdapat juga Malang Sunday Drawing, Backpacker Malang, Move On Market Malang, Iksan Skuter, dan Adji Prasetya. Dan tak kalah menarik, Pidi Baiq, imam besar band The Panas Dalam, penulis buku tetralogi ‘Drunken Monster’ dan beberapa buku best seller lainnya menjadi pembicara utama berlagak kreatif. Lebih dari dua ratus peserta turut meramaikan Gor Pertamina (24/3). Konsep acara Creatfest dibuat santai dan tidak formal, Berbeda dengan talk show pada umumnya, peserta diminta mengelilingi Pidi Baiq. Disela-sela talk show, Pidi Baiq dengan gaya guyonan yang menginspirasi, menghibur peserta dengan membawakan lima lagu yakni anakonda, kucing, nia, hanya dulu, dan ditutup dengan lagu berjudul jangan takut....

Read More

Penulis : Novita Ariyani Saat ini, ketika kita mendengar kata pemuda maka kita akan berpikir bagaimana pergaulan mereka. Berawal dari sebuah pergaulan, kita dapat menilai bagaimana jadinya mereka yang akan terbawa ke arah mana. Arah positif maupun negatif dapat dilihat dari segi tindakan mereka. AIDS sebuah penyakit yaitu penyakit yang timbulakibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang sedang marak-maraknya hadir dalam dunia kehidupan pemuda saat ini. AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome, bukan penyakit turunan, akan tetapi suatu penyakit yang didapat atau ditularkan dari satu orang ke orang lainnya. Infeksi HIV telah dipastikan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS. AIDS merupakan fase terminal dari infeksi HIV. Adapun jumlah penderita AIDS di Indonesia semakin bertambah dari tahun ke tahun. Bahkan pada tahun 2014, diprediksi akan meningkat hingga 79 ribu jiwa. Setiap 1 Desember, kita memperingati hari AIDS sedunia. Kita tidak bisa membenarkan atau mempermasalahkan AIDS yang terjangkit dalam tubuh mereka. Kita yang melihat hanya bisa menyesal kenapa hal tersebut bisa terjadi. Tidak bisa dipungkiri, dalam kehidupan masyarakat Indonesia jika terdapat pemuda seperti itu maka sudah jelas terdapat pihak-pihak yang enggan untuk bersama (mengasingkan) mereka dengan alasan takut tertular, terpengaruh, dan sebagainya. Tetapi, di lain pihak terdapat organisasi-organisasi yang peduli akan masyarakat atau pemuda yang terjerumus ke dalam lorong gelap dan terjangkit penyakit AIDS dan pemuda pemakai...

Read More

Membangunkan Kembali Mahasiswa

Penulis : Karima Styorini Sejarah pergerakan mahasiswa mengajarkan satu hal: mahasiswa adalah pucuk harapan pemantik perubahan ketika organ-organ lain tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Di Indonesia, 28 Oktober 1928 adalah milik para pemuda, tak terkecuali pergerakan merebut kemerdekaan tahun 1945, peristiwa 1966, Malari 1974 hingga prahara 1998. Peristiwa-peristiwa tersebut adalah bukti bahwa mahasiswa adalah suatu wujud yang pemikiran dan perjuangannya ditakuti dan tak kenal kompromi. Namun, status mahasiswa hari ini dipertanyakan, masihkah menjadi agen perubahan atau sekedar sekumpulan makhluk asosial yang memperebutkan gelar sarjana demi mesin perusahaan? Kampus hari ini tak ubahnya sebuah acara pameran. Tengok depan, segerombolan mahasiswa-mahasiswi tertawa cekikikan berbagi-tukar informasi tentang gadget dan fashion keluaran paling mutakhir, tetapi ketika ditanya tentang bangsa dan Negara tak pernah sekalipun mereka memikirkan. Tengok belakang, sekelompok mahasiswa yang mengaku pejuang di jalan Tuhan, menggelar aksi kecil-kecilan menyuarakan lagu yang yang tak populer di telinga rakyat: bubarkan Pancasila, ganti dengan sistem lain! Sedang yang tak acuh, hanya melengos sinis dan lewat begitu saja, bahkan ketika kejahatan dan pengkhianatan terjadi di depan mata. Potret mahasiswa di atas adalah satu dari sekian banyak akibat yang timbul dari sistem pendidikan kampus yang tidak dapat dikatakan berhasil. Ironi demikian bukan terjadi semata-mata karena sistem pendidikan di kampus. Sistem dan model pendidikan yang diterapkan sejak manusia lahir, juga perlu dikoreksi. Intinya adalah, apa yang terjadi pada mahasiswa hari ini adalah akumulasi darioutput sistem pendidikan yang diterima secara terus-menerus sejak lahir hingga menyandang status...

Read More

Antara Harga dan Mutu

Written by Aliefiena Fernada Veronica Hey hey hey..pendidikan bukanlah perusahaan yang orientasinya uang Hey hey hey..pendidikan bukanlah formalitas yang penuh dengan kekosongan Pernah mendengar penggalan lagu di atas? Mungkin banyak diantara kita yang masih asing dengan pelantun ataupun lirik lagu tadi. Tapi dalam kenyataannya, kita semua familiar dengan apa yang disampaikan oleh lagu tersebut. Ya, tentang komersialisasi pendidikan. Sudah puluhan tahun sejak pertama kali kita merayakan Hari Pendidikan Nasional. Namun sayangnya dalam kurun waktu yang tidak sebentar itu, pendidikan di negara kita masih menjadi hal yang terus dipermasalahkan tiap tahunnya. Lagunya pun itu-itu saja. Biaya pendidikan yang mahal, kurangnya fasilitas pendidikan yang memadai, isu tentang pendidikan di daerah terpencil, sampai masalah pendidikan yang mulai dijadikan komoditi untuk mencari ceperan. Saya masih ingat bagaimana orang tua saya bercerita tentang sulitnya untuk mengenyam bangku kuliah pada jaman mereka karena disamping faktor ekonomi, keberadaan perguruan tinggi tidak sebanyak sekarang. Dewasa ini, perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta secara kuantitas terus mengalami peningkatan.Mereka tumbuh subur, seperti jamur di musim hujan. Hal ini sebenarnya baik, karena peningkatan jumlah perguruan tinggi adalah indikator munculnya lebih banyak kesadaran dari masyarakat tentang arti penting sebuah pendidikan. Tapi sayangnya, jika kita tinjau dari perspektif kualitas, peningkatan jumlah perguruan tinggi ini tidak dibarengi dengan peningkatan mutu pendidikan itu sendiri. Lalu apa kesimpulannya? Jelas! Hal ini berarti pendidikan di Indonesia masih berorientasi pada pendekatan bisnis. Masih terekam jelas dalam ingatan...

Read More