Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
LPM DIANNS

Author: LPM DIANNS

Maraknya Kekerasan Seksual di Tengah Pandemi

Isu kekerasan seksual terhadap perempuan selama pandemi semakin meningkat. Berdasar data Women’s Crisis Centre (WCC) terdapat 121 orang yang mengalaminya. Rinciannya: 50 orang lebih mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga dan 40 orang lebih mengalami Kekerasan dalam Pacaran. Hal itu diungkapkan oleh Sri Wahyuni dalam webinar bertajuk “Maintain Women’s Power Against Violence and Sexual Harassment” yang diadakan oleh Medical Students Committee for International Affairs (28/02). “Ini (red, pelaporan kasus kekerasan seksual pada tahun ini) menjadi sebuah perkembangan dua kali lipat kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya. Adanya peningkatan jumlah pelaporan kekerasan seksual tidak hanya dicatat oleh WCC. Hal serupa terjadi...

Read More

Pembubaran Paksa Massa Aksi di Malang pada Peringatan Hari Perempuan Internasional

Gerakan Perempuan Bersama Rakyat (Gempur) mengadakan aksi momentual saat peringatan International Women’s Day (IWD) di Malang (08/03). Mengusung tema “Hancurkan Kapitalisme! Sahkan RUU-PKS & Wujudkan Kesejahteraan Sosial Berbasis Gender,” aksi ini berencana melakukan long march dan mimbar bebas. Aksi dimulai dengan berjalan dari titik kumpul di Stadion Gajayana dan berakhir di Balai Kota. Namun, aksi tersebut dipaksa bubar oleh aparat saat masih berada di Stadion Gajayana. Is, peserta aksi, menjelaskan aksi berlangsung selama 15 menit. Kemudian, massa aksi dipaksa bubar oleh aparat. “Kami dipukul mundur oleh mereka dengan alasan tidak mengirim surat pemberitahuan dan menerapkan protokol covid saat aksi,...

Read More

Jangan Bedakan Kita Karena Kita Sama

Di pagi yang cerah ini aku sedang memasak nasi goreng untuk sarapanku dan kakakku. Biasanya sih yang masak Ibu dan aku cuma bantuin aja. Tapi hari ini Ayah dan Ibu harus berangkat keluar kota sejak dini hari tadi karena Ayah ada urusan pekerjaan selama beberapa hari di sana. Jadi mau nggak mau aku yang masak kali ini daripada nanti sakit perut karena harus makan masakan kakakku, hehe. Sebenernya kita bisa beli makanan diluar buat sarapan, tapi aku memilih masak sendiri agar lebih hemat dan uangnya bisa disimpen buat belanja online. Kalo urusan masak sih, skill-ku bisa dikatakan masih lumayan...

Read More

Ramai-Ramai Menentang Food Estate

Salah satu kebijakan yang digaungkan pemerintah Joko Widodo di periode kedua adalah kebijakan food estate. Hal ini dibuktikan dengan adanya proyek food estate ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Food estate adalah pembentukan ratusan ribu hektar lahan sebagai lumbung pangan nasional. Adapun kebijakan ini mulai digaungkan pemerintah sejak pandemi COVID-19 di awal tahun 2020. Tujuannya, agar Indonesia dapat mengatasi ancaman ketergangguan persediaan dan distribusi pangan akibat pandemi. Salah satu provinsi yang menjadi wilayah proyek food estate adalah Kalimantan Tengah. Namun, kebijakan food estate ini ditentang oleh para pegiat lingkungan. Mereka beralasan, kebijakan ini dapat merusak hutan alam dan gambut yang...

Read More

Kerentanan Hak Masyarakat Adat di Bawah Kepentingan Penguasa

Perampasan wilayah adat oleh pemerintah dan perusahaan bukanlah kisah baru yang terjadi hanya saat pandemi. Permasalahan tersebut merupakan kenyataan hidup masyarakat adat, sebelum Indonesia merdeka dan terus berlanjut setelahnya. Selama pandemi covid-19 berlangsung, keadaan bertambah parah. Terjadi dua kemerosotan peran pemerintah dan perusahaan yang berdampak buruk pada masyarakat adat. Pertama, pengesahan perubahan undang-undang minerba dan omnibus yang berimplikasi menguntungkan perusahaan. Kedua, terus terjadi kasus perampasan wilayah adat dengan kekerasan dan kriminalisasi. Hal itu dijelaskan oleh Rukka Sombolinggi, Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dalam webinar Kemunduran Selama Masa Pandemi : Perubahan Kebijakan yang Tidak Transparan, Pengabaian, dan Kriminalisasi Masyarakat...

Read More