Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
Puisi Archives - Page 7 of 9 - DIANNS.ORG

Category: Puisi

Waktu Aku Kecil

Penulis: Zendy Titis Waktu aku kecil, kutemukan tawa di pelataran rumah Di kebun belakang, di sawah kakek, di kali aku dan teriakan nyaring kawan-kawan gundulku Kami saling tawa dari onggokan bambu tua Sebentang layangan, butir kelereng, putaran gasing Keliling desa, mencicip hujan, mandi di Kali Waktu aku besar, kutemukan semua itu di layar Tak harus kepanasan atau gatal kena ulat Tak harus lengket kena keringat Kusedot waktu kecilku dalam layar Meski aku sadar, kawanku hilang Tawa lawas yang...

Read More

Vokasi Tanpa Ad

Peulis: Zendy Titis Advokasi Bukan, maksudku Vokasi Kehilangan Ad-nya Hilang di balik telapak orang tuanya Vokasi tumbuh liar di luar pagar Kita meringkuk hangat dipeluk rektorat Tapi hangat tak langsung berarti selamat Kita masih terancam daemon Dalam U dan B, kita sama! Tapi beda F dan V mengaburkan semuanya Di mata U, K, dan T, kita sama juga! Tapi lima ratus kita, kawan, adalah sejuta mereka Apakah Vokasi terlalu durhaka? Ataukah dosa masa kelam masih menjadi luka? Kenapa Vokasi dikebiri? Kenapa kita juga mau dikebiri? Ilustrator: Fadhilla...

Read More

Senapan

Penulis : Ayu Dyah Hapsari Semenjak berita kehilangan tiba Itu ruh kami lepas dari raga Bung, orang-orang punya senapan dalam kepalnya Hanya saja diam menetap entah berapa lama Bagi beta buat apa dibela Sebab bagimu tahta, bagiku luka Jika hanya diperintah membatu itu kami punya cerita Bung, orang-orang punya senapan dalam mulutnya Kita sama tahu apalah arti senapan mematikan Bila pelurunya kau jejer rapi di dalam rahang Bung, mari kukenalkan itu senapan berjudul kedaulatan Biar saja sampai sesak juga di hati pelatuknya akan ku letakkan Tenanglah tak kan menyakitkan ataupun mematikan...

Read More

Akademisi Badut

Penulis : Ganis Harianto Hah… Baru saja terasa ketikan janji diutarakan Dari mulut busuk dan tulisan besarmu itu Yang dulu sudah kami percayakan Dan saat ini terkuak penyesalan akan masa lalu Buka… Bukan soal jabatan Atau juga pilihanku padamu Namun soal kelakuan Oleh kalian para petinggi yang mengaku akademisi Tak bosan rasanya membohongi kami Sampai detik ini Memang terkadang realita tak sesuai dengan ekspektasi Tapi jangan jadikan itu alasan untuk ingkar janji Karena tak seperti keadaan ekspektasi hari ini Mempunyai posisi digunakan untuk korupsi Bukan kami yang tak mempercayai Namun bukti berkata lain Data menjelaskan semuanya Jangan lagi berpura-pura...

Read More

Melagu

Penulis : Debby Yuliana W. Aku makan besi Bukan lagi ikan tapi besi Aku anak besi, lahir dari biji-biji besi Ketika kau keruk pasir-pasir besi Aku mati tertimbun pasir besi Bukan lagi tanah merah Namun, tanah besi Aku menjual nasi, kamu menjual besi Aku mati sendiri, kamu bermandikan dollar pasir besi Seorang aktivis lingkungan, berteriak berorasi Hingga pucat pasi Kita harus berhenti! Mengeruk pasir besi! Ikan-ikan mati terkeruk Ekosistem tergerus Rantai makanan terputus Namun, dollar cukup membius Oknum-oknum di malang yang semakin terpuruk Karena tak lagi menuntut Tentang apa yang harus dituntut Dari mulut-mulut yang tunduk Pada rejim yang...

Read More