Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
Ragam Archives - Page 13 of 19 - DIANNS.ORG

Category: Ragam

Aku Bukan Bicara Tentang Tanah

Penulis: DebbyLian/ Ilmu Administrasi Publik 2012 Ruh-ruh yang menjadi perdebatan dialektika Masih terasa manis di lidah Masih terasa lumat untuk dikoyak Dilumat masak-masak hingga terbilang kenyang Kenyang melumat jeritan-jeritan pecangkul tanah Kenyang menjejali tuan-tuan tanah Kenyang memabukkan penguasa Semesta menjadi saksi, kala cangkul ditancapkan Sejak tanam paksa hingga repelita Nasib kita tak pernah berubah Kita tetap sebagai pribumi, pemasok nasi tapi sering tersisih Terbuai swasembada namun berujung dusta Ketika tuan bilang tanah kita kaya, kau duakan aku dengan dia Kau cekokkan kita dengan senjata, berdalih modernisasi era duaribu Tak taukah tuan, tanah saja kita tak punya? Hilang dilahap gedung...

Read More

Penyamun di Kampung Srikandi

Penulis: Athika Sri A. Belum puaskah kau tertawa Tidur pulas beralaskan gua emas Tak kau pikirkan bala yang kau buat Merampas tanah di kampung orang Para Srikandi-ku tidur dibawah tenda hitam Menjaga permadaniku agar tak ber-abu Para Srikandi-ku datang dengan memasung jalan Berharap sang Ratu Adil menitipkan titahnya Permadani hijauku yang malang sekarang hilang tak terlihat Permadani hijauku yang usang sekarang tandus tak tertinggal Hadir apa yang kau buat wahai penjarah! Harta karunku yang melimpah, lanun datang menjarahnya Sumber dahagaku yang mengalir deras, sekarang kering kerontang tak tertinggal Dulu padiku yang menguning, kini mengabu tak mau Bangsat !! Lumbung...

Read More

Waktu Aku Kecil

Penulis: Zendy Titis Waktu aku kecil, kutemukan tawa di pelataran rumah Di kebun belakang, di sawah kakek, di kali aku dan teriakan nyaring kawan-kawan gundulku Kami saling tawa dari onggokan bambu tua Sebentang layangan, butir kelereng, putaran gasing Keliling desa, mencicip hujan, mandi di Kali Waktu aku besar, kutemukan semua itu di layar Tak harus kepanasan atau gatal kena ulat Tak harus lengket kena keringat Kusedot waktu kecilku dalam layar Meski aku sadar, kawanku hilang Tawa lawas yang...

Read More

Jangan Rebut Lapangan Kami

Penulis: Ria Fitriani “Diah, sekarang sih ..” seru seorang bocah. “Ah, iya ..” jawab Diah. “Diah, awas jangan sampai gagal! Nanti tim kita bisa kalah .. “seru bocah yang lainnya. “Tenang saja! Tenagaku besar, kamu tak perlu khawatir .. “ucap Diah dengan nada penuh percaya diri. Ia pun mendapatkan bola kasti di genggamannya menggunakan kayu pemukul dengan kuat. Bola melambung jauh, semua anggota tim lari ke zona aman. Tim Diah kembali menang pertandingan. Suara riuh sorak sorai anak-anak polos ini sangat meramaikan suasana di lapangan desa Mojo Mulyo sakit itu. “Diah!” Panggil seseorang dari balik pohon jambu. “Ah, Sigit! Kau membuatku kaget saja. ” “Maaf Di,...

Read More

Vokasi Tanpa Ad

Peulis: Zendy Titis Advokasi Bukan, maksudku Vokasi Kehilangan Ad-nya Hilang di balik telapak orang tuanya Vokasi tumbuh liar di luar pagar Kita meringkuk hangat dipeluk rektorat Tapi hangat tak langsung berarti selamat Kita masih terancam daemon Dalam U dan B, kita sama! Tapi beda F dan V mengaburkan semuanya Di mata U, K, dan T, kita sama juga! Tapi lima ratus kita, kawan, adalah sejuta mereka Apakah Vokasi terlalu durhaka? Ataukah dosa masa kelam masih menjadi luka? Kenapa Vokasi dikebiri? Kenapa kita juga mau dikebiri? Ilustrator: Fadhilla...

Read More