Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
Ragam Archives - Page 12 of 19 - DIANNS.ORG

Category: Ragam

Telah Mati

Penulis : Karima Styorini Hari ini kawanku mati. Dadanya sesak, napasnya tersengal-sengal, tubuhnya pucat membiru. Kalimat terakhir yang sempat ia ucapkan dengan susah payah setelah perdebatan kami, Perhatikan Tan Malaka. Aku masih mencari-cari maksud petuah terakhir kawanku itu, hingga matahari melingsir ke peraduannya petang ini, yang kutahu hanya siapa Tan Malaka, sisanya masih teka-teki yang tak kunjung kutemu jawabannya. Beberapa waktu sebelum kawanku mati, aku sempat berdebat dengannya. Siang yang gerah. Hampir tiga puluh menit aku terpanggang terik matahari, menunggu seorang kawan yang katanya ingin bertemu. Membahas sesuatu yang penting, begitu ucapnya empat jam yang lalu. Kalau bukan karena...

Read More

Secuil Kisah Negeri Kolam Susu

Penulis: Rethiya A “Dia punya raga. Aku punya jiwa. Dia punya raga. Aku punya jiwa. Tanah Surga namanya.” Sayup-sayup angin dingin menyapu suara antah brantah. Menjadikan Lenang dalam dengkurannya tertegu. Tak kala matanya melotot menyibak Tanah Surga. Benar-benar surga memang. Angin bersilir diantara padang rumput dan danau. Mega-mega putih menggumpal menjadikanya ketenangan. Mata melotot Lenang mulai tertimang-timang melanjutkan dengkurannya. Ketika suara “dorrrr!” menyentaknya. Membuat matanya melotot menghadap tebing tinggi diujung Tanah Surga. Ketika ia bangun, kakinya melangkah membelah Tanah Surga. Hati Lenang keruh, ketakutan mengelilinginya. Tebing diujung ternyata tumpukan semut-semut hitam tak bernyawa. Ia tengok arah lain. Berekor-ekor Tembukur...

Read More

Celoteh

Penulis: Ryu/Administrasi Publik 2014 “Nyatanya tidak demikian!”, sergahku pada diri sendiri Kau pikir perut akan kenyang dengan makan pasir?? “Goblok!!” dadaku sesak penuh emosi Kau ini badut atau apa? Perutmu terlalu buncit untuk bisa memeluk kami Janganian memeluk, melirik pun tak sudi Rupanya kau untung banyak sejak merebut lahan kami Kau tukar puluhan petak sawah kami dengan ratusan ribu saja Kau dirikan dinding-dinding beton berlapis baja Kau bilang mau mengikuti tuntutan zaman Apa kau sudah edan? Besok apa yang kami makan?? Ingin kusumpal mulut kotormu itu dengan segumpal tanah lumpur, Tuan Sebab terlalu muak kami dengan narasi kapitalismu Maka...

Read More

Murka Sang Ibu Pertiwi

Penulis: Ganis Harianto/ Administrasi Publik 2012 Senandung senyumnya bergulir lama sudah Tak ada kata berucap Tentang apa yang dirasakan Terpendam syahdu kasih sayang Layaknya dekap bidadari suci Perlahan menghampiri Menghampiri kami tiada henti Namun kai ini ia meronta Kala lelah tak kunjung reda Dimana-mana ada tumpukan bata Hingga tak kuat lagi raganya Menahan jajaran kubus dan persegi di tubuhnya Namun kali ini ia menghujat Kala kemarahannya meletup Tubuhnya luka dicabik Hingga tak kuat lagi raganya Menahan perih tiap keruk butir di tubuhnya Namun kali ini ia berteriak Kala kesaktiannya memuncak Sekujur tubuhnya penuh lubang Hingga tak kuat lagi raganya...

Read More

Untuk Siapa?

Penulis: Kurir Literal/Hubungan Internasional 2013 Meski hebat, ia juga manusia, makin hari makin tua. Juga pikun Baginya, revolusi tak ada lagi hangus dibakar api yang disulutnya sendiri Apa yang bisa kami mengerti dari segala rupa pongahnya bangunan-bangunan kokoh ibukota? Kian tinggi dan jauh dari rumput tanpa pernah hidup dari tanya pada rumput Suara rumput adalah harapan sebelum harapan diinjak-injak gagahnya sepatu lars Kemanusiaan tercerabut dari akar-akar Di Rembang, juga di Chiapas. Apalagi di Jakarta Kemudian mempertanyakan keadilan dimana gerangan mereka simpan Kemudian membagi-bagikan keranda di tepi-tepi jalan raya Mekar dan gemetar Rumput sudah kadung bergoyang Terus bertanya apa itu...

Read More