Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
Ragam Archives - Page 14 of 19 - DIANNS.ORG

Category: Ragam

Jangan Rebut Lapangan Kami

Penulis: Ria Fitriani “Diah, sekarang sih ..” seru seorang bocah. “Ah, iya ..” jawab Diah. “Diah, awas jangan sampai gagal! Nanti tim kita bisa kalah .. “seru bocah yang lainnya. “Tenang saja! Tenagaku besar, kamu tak perlu khawatir .. “ucap Diah dengan nada penuh percaya diri. Ia pun mendapatkan bola kasti di genggamannya menggunakan kayu pemukul dengan kuat. Bola melambung jauh, semua anggota tim lari ke zona aman. Tim Diah kembali menang pertandingan. Suara riuh sorak sorai anak-anak polos ini sangat meramaikan suasana di lapangan desa Mojo Mulyo sakit itu. “Diah!” Panggil seseorang dari balik pohon jambu. “Ah, Sigit! Kau membuatku kaget saja. ” “Maaf Di,...

Read More

Vokasi Tanpa Ad

Peulis: Zendy Titis Advokasi Bukan, maksudku Vokasi Kehilangan Ad-nya Hilang di balik telapak orang tuanya Vokasi tumbuh liar di luar pagar Kita meringkuk hangat dipeluk rektorat Tapi hangat tak langsung berarti selamat Kita masih terancam daemon Dalam U dan B, kita sama! Tapi beda F dan V mengaburkan semuanya Di mata U, K, dan T, kita sama juga! Tapi lima ratus kita, kawan, adalah sejuta mereka Apakah Vokasi terlalu durhaka? Ataukah dosa masa kelam masih menjadi luka? Kenapa Vokasi dikebiri? Kenapa kita juga mau dikebiri? Ilustrator: Fadhilla...

Read More

Untuk Bayiku Yang Tak Bernama

Penulis : Zendy Titis D. A Aku berangkat kerja. Kumasuki lapis demi lapis pagi seiring dengan kayuhan pedal sepedaku. Dulu, jalanku sepagi ini bukanlah hiruk pikuk lalu lintas yang macet. Melainkan hamparan sawah royo-royo[1] dengan kabut yang setengah terangkat. Kini, harus kurelakan kenangan sepuluh tahun silam itu. Mereka telah menguap bersama harapan terakhir yang tersisa di hati perempuan tua sepertiku. Aku harus mengikhlaskan sejuk silir padi yang setiap hari membantu napas kami. Aku dan seluruh petani yang dulu menggantungkan hidupnya pada persawahan di desa kami. Aku terus mengayuh, sesekali kurasakan kontraksi pada perutku. Setelah keberangkatan suamiku ke Malaysia, aku...

Read More

Senapan

Penulis : Ayu Dyah Hapsari Semenjak berita kehilangan tiba Itu ruh kami lepas dari raga Bung, orang-orang punya senapan dalam kepalnya Hanya saja diam menetap entah berapa lama Bagi beta buat apa dibela Sebab bagimu tahta, bagiku luka Jika hanya diperintah membatu itu kami punya cerita Bung, orang-orang punya senapan dalam mulutnya Kita sama tahu apalah arti senapan mematikan Bila pelurunya kau jejer rapi di dalam rahang Bung, mari kukenalkan itu senapan berjudul kedaulatan Biar saja sampai sesak juga di hati pelatuknya akan ku letakkan Tenanglah tak kan menyakitkan ataupun mematikan...

Read More

Akademisi Badut

Penulis : Ganis Harianto Hah… Baru saja terasa ketikan janji diutarakan Dari mulut busuk dan tulisan besarmu itu Yang dulu sudah kami percayakan Dan saat ini terkuak penyesalan akan masa lalu Buka… Bukan soal jabatan Atau juga pilihanku padamu Namun soal kelakuan Oleh kalian para petinggi yang mengaku akademisi Tak bosan rasanya membohongi kami Sampai detik ini Memang terkadang realita tak sesuai dengan ekspektasi Tapi jangan jadikan itu alasan untuk ingkar janji Karena tak seperti keadaan ekspektasi hari ini Mempunyai posisi digunakan untuk korupsi Bukan kami yang tak mempercayai Namun bukti berkata lain Data menjelaskan semuanya Jangan lagi berpura-pura...

Read More