Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
Cerpen Archives - Page 7 of 10 - DIANNS.ORG

Category: Cerpen

Kesatria Piningit

Penulis: Lupa Ingatan/Administrasi Bisnis 2014 Uang ratusan juta dollar dikeluarkan pemerintah Amerika untuk membiayai peluncuran satelit pendeteksi aura manusia. Ribuan ilmuwan berkumpul mengadakan diskusi terbuka untuk menemukan alat pembaca pikiran manusia jarak jauh–yang tentunya mampu mendeteksi lebih cepat daripada satelit. Agen-agen rahasia seluruh negara dikerahkan ke pelosok dunia: ke dusun, pulau-pulau hasil reklamasi, bahkan hingga ke mal-mal di Antartika. Dimanakah Kesatria Piningit? Begitulah berita yang menjadi headline koran maupun liputan utama dalam siaran televisi dalam sebulan ini. Tidak hanya media lokal, media mancanegara pun seperti sedang kebanjiran liputan. Bahkan berita di internet juga tak kalah sengit. Setiap portal berita...

Read More

Jangan Rebut Lapangan Kami

Penulis: Ria Fitriani “Diah, sekarang sih ..” seru seorang bocah. “Ah, iya ..” jawab Diah. “Diah, awas jangan sampai gagal! Nanti tim kita bisa kalah .. “seru bocah yang lainnya. “Tenang saja! Tenagaku besar, kamu tak perlu khawatir .. “ucap Diah dengan nada penuh percaya diri. Ia pun mendapatkan bola kasti di genggamannya menggunakan kayu pemukul dengan kuat. Bola melambung jauh, semua anggota tim lari ke zona aman. Tim Diah kembali menang pertandingan. Suara riuh sorak sorai anak-anak polos ini sangat meramaikan suasana di lapangan desa Mojo Mulyo sakit itu. “Diah!” Panggil seseorang dari balik pohon jambu. “Ah, Sigit! Kau membuatku kaget saja. ” “Maaf Di,...

Read More

Untuk Bayiku Yang Tak Bernama

Penulis : Zendy Titis D. A Aku berangkat kerja. Kumasuki lapis demi lapis pagi seiring dengan kayuhan pedal sepedaku. Dulu, jalanku sepagi ini bukanlah hiruk pikuk lalu lintas yang macet. Melainkan hamparan sawah royo-royo[1] dengan kabut yang setengah terangkat. Kini, harus kurelakan kenangan sepuluh tahun silam itu. Mereka telah menguap bersama harapan terakhir yang tersisa di hati perempuan tua sepertiku. Aku harus mengikhlaskan sejuk silir padi yang setiap hari membantu napas kami. Aku dan seluruh petani yang dulu menggantungkan hidupnya pada persawahan di desa kami. Aku terus mengayuh, sesekali kurasakan kontraksi pada perutku. Setelah keberangkatan suamiku ke Malaysia, aku...

Read More

Teruntuk Kau Yang Tak Pernah Datang

Penulis : Zendy Titis “Sudah kubilang dia nggak mungkin datang, Kuv. Ayo balik!” “Enggak.” Kutepis tangan Lisa, kakakku. “Kuv… ayo pulang… dia nggak akan datang. Oke?” Suara kakakku melembut, tapi aku tetap bergeming, lalu menatapnya sengit. Biasanya dengan seperti ini, dia akan langsung mengalah. Perlahan aku mendengar langkah-langkah kakinya menjauh. Pelayan mengambil cangkir-cangkir kosong di depanku. Dua ampas kopi terendap di sana selagi aku menunggunya. Nya, pronomina dari dia yang pergi tanpa bekas selain kenangan. Kenangan yang kusesap bersama kepul kopi panas setiap pagi. Nya yang tertinggal di setiap getir bubuk kopi yang tak ikut larut. Yang kukira telah...

Read More

Dilema

Penulis : Joko Nur Sulityawan “Naikkan upah kami!” “Naikkan upah kami!” Gemuruh teriakan buruh yang berdemo di depan pabrik tengah menuntut hak-haknya. Mereka meminta pihak perusahaan untuk menaikkan upah mereka sesuai UMR yang ditentukan pemerintah setempat. Mereka mengancam akan melakukan mogok kerja massal jika tuntutan mereka tersebut tak dihiraukan oleh para pemimpin perusahaan. Bagi mereka dengan terkabulnya tuntutan mereka, maka pemerataan kesejahteraan masyarakat akan terwujud. “Pertemukan kami dengan kaum borjuis perusahaan yang telah banyak memeras kami dengan upah yang minim!” Seru Siswanto selaku penggerak massa. “Kami ingin upah yang kami terima selama ini disesuaikan dengan UMR yang ditentukan pemerintah!”...

Read More