Berlindung dibalik Feminisme
Aku menyeruput secangkir teh yang sudah tidak lagi panas di hadapanku dengan perlahan. Menyesap sembari menikmati cita rasa dari teh yang selalu dapat menenangkanku. Sudah cukup lama aku berdiam diri menunggu salah seorang teman lamaku sejak kuliah. Beberapa menit kemudian, aku melihat seorang wanita yang memakai pakaian khas kantor yang tengah menyebrang jalan raya. “Maaf terlambat. Atasanku benar-benar mengerikan kalau udah akhir bulan.” Sambutnya dengan raut wajah lelah. Sebenarnya tidak ada alasan khusus kami bertemu. Toh, kami tidak begitu dekat. Pertemuan hari ini dikarenakan karena kami secara tidak sengaja bertemu di sebuah pusat perbelanjaan beberapa hari yang lalu. Berbincang...
Read More