Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
Opini Archives - Page 7 of 18 - DIANNS.ORG

Category: Opini

Pelajar Turun ke Jalan, Apa Salahnya Memperjuangkan Demokrasi?

Oleh : Ahmad Kevin Alfirdaus A Siapa pembangkang-pembangkang ini? Mereka adalah sekumpulan manusia yang menolak keterasingan dalam industri yang bernama sekolah. Tepuk tangan meliputi para orator jalanan dalam berbagai elemen masyarakat yang resah terkait kondisi negeri ini. Para jagoan baru penggenggam masa depan negeri ini, telah mengingatkan kita jika kita tidak sendiri. Kita punya masa depan cerah esok. Dalam orasinya, salah satu pelajar berani mati ini mengemukakan keresahannya, “sebelumnya mohon maaf, ini pertama kali saya berbicara di depan umum. Saya ingin menceritakan sedikit alasan sebelum kami datang kesini. Untuk semua sekolah (di Kota Malang) tidak diperbolehkan untuk mengikuti aksi...

Read More

Manusia dan Kejahatan

Radix malorum est cupiditas Akar dari kejahatan adalah nafsu. Sepakbola merupakan salah satu olahraga yang paling digemari di dunia. Bukan hanya Indonesia, seluruh bagian bumi pun mengetahui olahraga ini. Sepakbola telah mengalami berbagai perubahan seiring dengan berjalannya waktu. Dari sebuah olahraga tradisional yang umum dimainkan di pedesaan hingga berevolusi menjadi sebuah olahraga yang ‘mahal’. Akan tetapi, sepakbola tetap memiliki marwah yang sama, terutama pada penikmatnya. Berbicara sepakbola di Indonesia, ingatan saya tidak terpisah oleh pemain-pemain Mutiara Hitam, Papua. Teringat ketika Oktavianus Maniani atau yang biasa dikenal Okto meliuk-liuk di antara pemain lawan pada Kejuaran AFF Suzuki tahun 2010. Sebeleum...

Read More

Pendidikan: Sebagai Proses Manusia untuk Menemukan Kembali Dirinya dan Realitasnya

Penulis: Rama Yusuf “Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya mampu merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu” – Ki Hadjar Dewantara Rachel anak kelas 6 Sekolah Dasar (SD) Sanggar Anak Alam (Salam) memiliki grup musik beranggotakan enam anak perempuan termasuk dirinya. Pada satu kegiatan di Salam, Rachel dengan grupnya berkesempatan tampil dalam acara tersebut. Sebelum itu, mereka sepakati jadwal latihan di bawah bimbingan fasilitator Salam. Namun, jadwal tersebut tidak selalu ditepati oleh setiap anggota. Kondisi seperti ini akhirnya membuat Rachel menggerutu, sebab baginya latihan ini penting untuk persiapan pentas yang ada di Salam. Hingga, pada akhirnya, melalui...

Read More

Pendidikan Tinggi, Biaya Tinggi

Penulis: Wakhidatul Rohmawati Stigma mahal memang begitu melekat ketika berbicara mengenai biaya pendidikan tinggi. “Kuliah mahal cuk,” celetukan semacam itu rasanya sudah tak asing lagi terdengar disela-sela obrolan mahasiswa. Terlebih ketika masa-masa pembayaran kuliah akan tiba, segala keluh kesah tentang mahalnya biaya kuliah akan lebih intens terdengar. Sebab melalui sistem yang telah dirancang, mahasiswa tidak bisa mengambil mata kuliah sebelum tagihan biaya kuliah dibayarkan. Maka tak jarang pula kita mendengar nasihat orang tua, “Sekolah yang benar kuliah itu mahal, Nak.” Di titik ini sebetulnya letak beban moral mahasiswa kepada orang tua atas dipenuhinya biaya kuliah. Perihal tanggung jawabnya kepada...

Read More

Stereotip Orang Papua: Pembenaran Kekerasan Kultural

Penulis: Helmi Naufal Awal tahun 2000, Presiden Abdurrahman Wahid, yang akrab disapa Gus Dur, memperbolehkan Kongres Rakyat Papua II dan pengibaran bendera Bintang Kejora. Pengibaran bendera itu diperbolehkan asal berdampingan dengan bendera Merah Putih. Selain itu bendera Merah Putih harus berada lebih tinggi dari bendera Bintang Kejora. Artinya, Gus Dur mengakui simbol kultural masyarakat Papua. Dengan mengakui simbol kultural, Gus Dur menempatkan masyarakat Papua sebagai manusia. Sebelum menggelar Kongres Rakyat Papua II, pemuka Papua menggelar musyawarah besar pada 23-26 Februari 2000. Musyawarah besar bertempat di Sentani, Jayapura. Hasilnya, terbentuk lembaga eksekutif mandiri yang dikenal dengan Presidium Dewan Papua. Mandat...

Read More