Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
Kabar Kampus Archives - Page 25 of 36 - DIANNS.ORG

Category: Kabar Kampus

Entrepreneur Talk : Why I Want To Be An Entrepeneur

Malang, DIANNS.org – Tahun ini adalah tahun pertama Mahasiswa Wirausaha Brawijaya mengadakan Entrepeneur Talk (25/05/2013). Entrepeneur Talk yang bertemakan ‘Why I Want To Be An Entrepeneur?’ ini merupakan acara pembuka dari Entrepeneur Academy yang akan diadakan empat bulan kedepan. Acara ini bertempat di Ruang Oryza Sativa, UB Hotel Malang. Sabtu pagi yang cerah tidak menurunkan semangat para panita dan peserta Entrepeneur Talk, pukul 09.00 para peserta sudah berdatangan dan memenuhi 400 kursi yang telah disediakan oleh panitia. Acara diawali oleh penampilan dari home band FEB. Setelah itu acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ardantya Syahreza (CEO Generasi Muda ID) dan Hendy Setiono (CEO Baba Rafi Group) Materi Entrepeneur Talk yang pertama disampaikan oleh CEO Generasi Muda ID tentang bagaimana menjadi entrepreneur muda yang sukses. Seorang Entrepeneur merupakan seseorang yang Freedom. Entrepeneur bebas mengekspresikan dirinya, mengeksplorasi dan membuat sesuatu yang baru, Selain itu entrepreneur harus pandai membaca peluang serta peka terhadap lingkungan sekitar. Sangat disayangkan sekali banyak entrepreneur di Indonesia yang tidak menyadari bahwa Negara mempunyai banyak potensi dan peluang usaha yang bias dilirik dan dieksplorasi. Setelah materi pertama telah disampaikan oleh Ardantya Syahreza, Hendy menyampaikan materi dengan selingan lelucon. Dengan selingan lelucon para peserta Entrepeneur Talk semakin bersemangat untuk mendengarkan materi dari CEO Baba Rafi Group. Beliau menyampaikan materi dengan perumpaan seorang entrepreneur adalah seorang tokoh film atau super hero. Salah satu materi yang beliau sampaikan adalah belajar bisnis dari...

Read More

Polisi Blokade Aksi Damai BEM

Aksi damai yang dilakukan oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), pada Kamis (21/5/2015) dalam rangka memeringati tujuh belas tahun reformasi, diblokade oleh polisi. Aksi yang dilakukan untuk menyambut kedatangan Presiden Jokowi di Malang tersebut dinamai sebagai ‘Aksi Jatim Menggugat’. Rencananya, aksi ini akan dilakukan di jembatan Soekarno-Hatta (Soehat) yang bertujuan untuk pemblokiran jalan. Namun sebelum massa keluar dari gerbang Soehat Universitas Brawijaya (UB), satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari Polisi Resor Kota (Polresta) Malang menghadang massa. Alhasil, aksi saling dorong pun tidak dapat dihindari. Kedatangan Presiden Jokowi di Malang sendiri bertjuan untuk membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang. Aliansi BEM SI sendiri terdiri dari puluhan mahasiswa yang berasal dari UB, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Politeknik Negeri Malang (Polinema). Massa memulai aksi dari Gedung Samantha Krida UB pada pukul 09.15 WIB. Massa kemudian bergerak menuju jembatan Soehat untuk menanti kedatangan Presiden Jokowi sembari menggotong tiruan keranda mayat. Dalam aksi damai tersebut, massa menyampaikan tiga tuntutan kepada Presiden Jokowi. Tuntutan pertama adalah mencabut kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dari mekanisme pasar bebas dan mengembalikan subsidi BBM. Mereka menilai pemerintah telah membuka jalan bagi liberalisasi harga BBM melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 mengenai periodesasi harga BBM. Dalam penetapan ini, harga BBM mudah berubah karena menyesuaikan dengan kondisi pasar. Padahal, dalam pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang migas, dikatakan...

Read More

The Breakthrough-Konser Perdana

Fotografer : Siska Wahyu Malang, LPMDIANNS.com – Sabtu (18/05) bertempat di Gedung Widyaloka Paduan Suara Mahasiswa Universitas Brawijaya menggelar konser pertamanya yang bertema ‘the Breakthrough’. Konser ini dihadiri lebih dari 500 penonton. Busana resmi nan elegan dari panitia dan penonton yang datang, menambah kesan eksklusif acara ini. Agustinus selaku pembawa acara membuka acara sekaligus membacakan tata tertib untuk penonton yang ada di dalam ruangan tersebut selama acara berlangsung. Pada sesi pertama,Youth Student Brawijaya choir menyanyikan 4 lagu sekaligus dengan pergantian singer pada tiap lagunya. Kemudian acara diistirahatkan selama 15 menit. Brawijaya Student Choir yang merupakan anggota lama PSM UB tampil menyanyikan 3 buah lagu setelah istirahat selesai. Memasuki sesi kedua, sempurna menjadi lagu pertama yang dinyanyikan Youth Brawijaya Student Choir kemudian dilanjutkan 4 lagu berbahasa Inggris dan Perancis. Saat menyanyi, mereka diiringi oleh pianis Christabel Annora PP serta di konduktori oleh Getha B Aponno dan Fahd Faisal Afriza secara bergantian. “ini kami anggap sebagai inovasi baru, gebrakan baru dalam rangka memperkenalkan dan memperlihatkan potensi Youth Brawijaya Student Choirke masyarakat umum sehingga kami mengambil tema The Breakthroughuntuk  mewakili konser kami di taun pertama ini,” papar Yuki Masrifah mahasiswa Teknik Industri Universitas Brawijaya selaku Ketua Pelaksana. Dia juga menjelaskan bahwa konsep acara ini dibuat semirip mungkin dengan keadaan yang akan di hadapi para Youth jika mereka mengikuti lomba keluar dan harus bernyanyi didepan orang banyak. Selain itu, dia juga mengungkapkan beberapa kendala dalam 4 bulan proses latihan itu yang datang dari...

Read More

Aksi BEM FIA Tolak Politik Uang

Oleh : Armelia Malang, LPMDIANNS.com – Kamis (16/5/2013) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (BEM FIA UB) melakukan aksi di persimpangan Jalan Soekarno-Hatta. Aksi ini mengangkat tema Bersama Kita Kawal Pilkada Malang. Aksi yang dimulai pukul 08.30-09.00Â WIB cukup mengganggu lalu lintas dan menyita perhatian banyak masyarakat. Selama aksi berlangsung, demonstran mengenakan jas almamater UB dan membawa spanduk bertuliskan Bersama Kita Kawal Pilkada Malang. Berdasarkan penelitian BEM FIA UB, 67,5 % masyarakat Kota Malang Peduli terhadap Pilkada. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel secara random. Ada 15 profesi masyarakat yang diteliti dan masing-masing profesi diambil sekitar 10-20 sample dari berbagai daerah di Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak masyarakat Kota Malang peduli terhadap Pilkada. Selain itu, masyarakat menuntut agar Malang bebas dari money politic dan menjadi Malang yang seperti dulu, yaitu Malang yang bersih dan sejuk. BEM melihat masih banyak masyarakat yang dikasih duit itu manut. Maka dari itu, kita terpanggil untuk memberikan pencerdasaan, kata Alfiansah selaku perwakilan BEM FIA UB. Aksi ini bertujuan memberikan edukasi mengingat 23 Mei 2013 Kota Malang akan menyelenggarakan Pilkada. BEM FIA UB menilai berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, masih banyak pemilih yang kurang cerdas. Maksudnya yaitu masih banyak masyarakat yang memilih calon jika mereka telah diberi uang oleh calon yang bersangkutan. Maka dari itu, BEM FIA UB berinisiatif melakukan aksi edukasi memberi pencerdasan kepada masyarakat Kota Malang. Rencananya BEM FIA UB akan melakukan aksi demontrasi ini...

Read More

Tuntutan SPBI Menyambut May Day

Oleh : Debby Lian, Amalia P, Ganis Harianto Malang, dianns.org – “ Memperingati hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh setiap tanggal 1 Mei, Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) Malang menggelar aksi damai di depan stasiun kota Malang. Aksi ini dimulai pukul 09.15 WIB (01/05) dan dihadiri oleh sekitar seratus buruh dari berbagai daerah di  Malang Raya. Muhammad Yusik Asadi selaku Kepala Biro Advokasi SPBI membuka aksi damai ini dengan berorasi di atas panggung mimbar bebas. Dalam orasinya, ia menyampaikan tiga tuntutan: kenaikan Upah Minimum Regional (UMR), jaminan kesehatan buruh, dan kejelasan terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hari Buruh Internasional yang telah ditetapkan sebagai hari libur nasional pada tahun 2013, menurut Yusik, dianggap oleh sebagian buruh sebagai sebuah kemenangan dan akhir perjuangan. Tetapi bisa dilihat dari seluruh penjuru negeri, masih banyak penindasan yang dihadapi kaum buruh, PHK tanpa pesangon sepeserpun, dan tidak mendapat pelayanan kesehatan yang baik, tegas Yusik. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Malang, Kusnadi mengatakan permasalahan utama yang dihadapi buruh adalah kenaikan gaji. Kusnadi mengakui memang masih ada pengusaha-pengusaha di Malang yang menggaji buruh di bawah UMR Kota Malang tahun 2014 yaitu sebesar Rp. 1.587.000,-. Namun, rata-rata gaji buruh di kota Malang sudah dua juta ke atas. Mengenai kesejahteraan kesehatan bagi buruh juga sudah ditampung oleg BPJS yang dulu bernama JAMSOSTEK, tambah Kusnadi. Selain perihal kenaikan gaji untuk memenuhi kesejahteraan hidup buruh, peran dari...

Read More