Malang, dianns.org – Senin, 15 Juli 2013 pukul 14.00 WIB Gamelan in Harmony digelar di gedung A lantai 4 Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya dengan diiringi karawitan dari dosen-dosen dan karyawan FIA “FIA Raras Mekar Arum”, dan dilanjutkan penampilan hadrah Al Islam dari FIA. Acara ini merupakan kerjasama antara Universitas Victoria School of Music dari New Zealand dengan FIA Universitas Brawijaya. Dalam acara kali ini pihak dekanat menunjuk SSM (Sanggar Seni Mahasiswa FIA) dengan AEC (Administration English Club) untuk menjadi panitia dan mengatur rangkaian acara ini. Acara ini di buka oleh 3 pembawa acara yang menyajikan dengan bahasa Indonesia, Inggris, dan bahasa Jawa. Sambutan pertama dibuka dengan pembacaan doa oleh Pembantu Dekan 2 Pak Zainul, sambutan kedua oleh Dekan FIA Bapak Bambang Supriono, dalam sambutan kali ini Pak Bambang juga menyampaikan dalam 3 bahasa. Hal ini disebutkan karena gamelan merupakan alat tradisional dari Jawa. Dalam sambutan ini Pak Bambang mengaharapkan agar acara ini tidak berhenti sampai disini. Sambutan yang ke tiga di sampaikan oleh Rektor Universitas Brawijaya Prof.Dr. Yogi, sambutan berikutnya di lanjutkan oleh perwakilan dari MMI (Museum Musik Indonesia) dan di akhir sambutan menyerahkan cinderamata, dan sambutan yang terakhir yaitu perwakilan dari New Zealand, Pak Budi.

Setelah serangkaian sambutan di sampaikan dilanjutkan dengan penampilan tari baskalan yang diiringi dengan karawitan, penampilan dari MMI yaitu penampilan tari remong kidung, dan selanjutnya karawitan dari dosen-dosen fia “FIA Raras Mekar Arum” disini yang unik yaitu dosen-dosen FIA beserta karyawan memainkan karawitan dengan sindenan dengan 3 bahasa juga, dan penampilan yang terakhir yaitu tari perang kembang.

Penampilan yang paling ditunggu-tunggu yaitu penamppilan dari sanggar karawitan New Zaeland “Padhang Munchar”. Disini mereka membawakan beberapa lagu daerah Jawa seperti: Prahu Layar dan Gambang Suling, selain itu mereka juga menembangkan lagu satu nusa satu bangsa dan yang terakhir mereka berkolaborasi dengan sanggar karawitan FIA.

“Saya sangat menyukai kesenian di Indonesia terutama Balinese danJavanese gamelan, masing-masing dari mereka mempunyai daya keunikan tersendiri,” tutur Jason, mahasiswa Victoria University of Wellington.

SSM berkontribusi dalam acara ini dengan jumlah panitia sebanyak 26 orang dan untuk pemain karawitan dan tari sebanyak 15 orang. SSM sendiri mendapat mandat dari Pak Heru secara mendadak. Namun dengan adanya acara ini dimanfaatkan untuk pengenalan SSM secara lebih luas, ajang promosi, dan menambah ilmu tentang karawitan. Dalam menyiapkan acara ini mereka melakukan persiapan kurang lebih tiga minggu.

“SSM berharap dengan adanya hal ini berharap bisa menjadi agenda tahunan, tidak hanya karawitan tetapi semua cabang seni dalam SSM bisa ikut berpartisipasi,” ucap Fandy Akbar selaku ketua karawitan SSM.

Reporter: Fidya Gumilang

Fotografer: Bintang Aldini