Oleh : Yogi Fachri

Malang, LPMDIANNS.COM – Agenda Pemilihan Dekan (PILDEK) FIA UB memasuki hari tenang, masa kampanye yang diadakan tanggal, Rabu (27/03/2013) sudah berakhir. Tidak begitu terlihat persiapan khusus serta manuver politik yang dilakukan para calon untuk menghadapi tanggal 1 April nanti. Bambang Supriyono mengatakan persiapan yang dia lakukan tetap berdialog kepada dosen, mahasiswa, dan karyawan tentang kondisi yang terjadi di FIA saat ini diluar konteks PILDEK sebagai langkah real keseriusannya untuk menjadi FIA 1. “terpilih atau tidak dua-duanya keputusan yang terbaik buat saya dan saya ikhlas, jelas Bambang.

Kusdi Rahardjo saat ditemui wartawan DIANNS, menuturkan persiapan yang dia lakukan serupa dengan calon yang lainnya yaitu bersilaturahmi dengan sesama dosen. Tidak banyak yang dia lakukan untuk hari tenang ini sebab masa kampanye yang sudah berakhir. Hanya kordinasi kepada tim sukses untuk mencari informasi baru seputar PILDEK nanti. Berbeda dengan Zainul Arifin, beliau mengatakan keinginan untuk menjadi Dekan muncul karna permintaan dosen FIA sendiri. Sehingga persiapan yang dia lakukan untuk menghadapi PILDEK nanti hanya meminta doa restu dari teman-teman yang mengusungnya.

Ketika ditemui di rumahnya, Abdul Hakim berujar “saya hanya melakukan pendekatan personal bagi teman-teman yang menginginkan adanya perubahan”. Beliau meyakini perubahan itu bisa terwujud jika seseorang memegang kendali dan memiliki kuasa. Bila tidak memiliki keduanya agak sulit untuk membuat perubahan, jelasnya.  Hakim menambahkan Pikdek ini lebih lebih mengutamakanlike/dislike. Dalam artian, ketika pemilih tidak menyukai tokoh tersebut sebagus apapun program yang disampaikan tetap sulit untuk merubah pilihannya. Dia menghimbau pada saat pemilihan nanti lebih menggunakan logika dari pada perasaan.

Masing-masing calon optimis dan yakin jika tim sukses yang mengusungnya kompak dan sudah bekerja dengan baik selama agenda PILDEK ini berlangsung.