Malang, Dianns.org “ Seminar nasional bertemakan Entrepreuneurial Spirit Creative Business For Shaping This Future Of ASEAN National Seminar” diselenggarakan di gedung Prof. Taher Al Habsyi, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Kamis (23/02/2013). Seminar dimulai pukul 08.00 hingga pukul 12 : 30 WIB. Seminar ini menghadirkan pemateri Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka P., Fadel Muhammad, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Sandiaga Uno, dan Prof. Dr. Martani. Tetapi Sandiaga Uno tidak dapat menghadiri seminar dan Menteri Mari Elka P digantikan oleh wakil menteri Sapta Nirwanda. Pemateri Pertama adalah Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dengan tema materi perekonomian Indonesia saat ini dan ke depannya. Gita wirjawan membahas aspek tingkat Inflasi, anggaran pemerintah, dan biaya pokok manufaktur.

Pemateri kedua adalah Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwanda dengan tema diskusi IPTEK dalam pariwisata dan ekonomi kreatif. Dalam diskusi ini Sapta Nirwanda memberikan penjelasan bagaimana Singapore Science Center sebagai contoh IPTEK dalam pariwisata dan ekonomi kreatif. Dalam diskusi, seorang peserta menanyakan apakah kita bisa memaksimalkan 1000 pulau di Indonesia menjadi seperti pulau Bali, yang diperkirakan bisa mencapai  800 milliar omsetnya. Ada dua hal yang menjadi masalah mengapa pejabat daerah belum melihat potensi budaya dan masyarakat di daerah tersebut,” jawab Sapta Nirwanda.

Pemateri ketiga adalah Dahlan Iskan, Dahlan Iskan merupan calon RI 2014 ucap moderator dan penonton pun memberikan tepuk tangan yang meriah. Dengan gaya khas nya Dahlan Iskan langsung meminta para penonton yang ingin bertanya maju ke depan. Pasti sudah capek semua kan? dengerin pidato. Sekarang langsung aja kita mulai diskusi,” ucap Dahlan Iskan memecah suasana ruangan seminar. Dengan antusias, para penonton yang ingin bertanya secara langsung dengan Dahlan Iskan naik ke atas podium. Ada enam penonton yang bertanya, salah satu pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta adalah mengenai kelangkaan sapi di Indonesia. Di Australia anak sapi yang baru lahir langsung dikebiri agar tak menghamili induknya itu dilakukan untuk meningkatkan agar kualitas daging sapi tapi di Indonesia tidak begitu terganjar oleh ajaran agama islam bahwa daging yang dikebiri haram yang halal itu daging impor,” ucap Dahlan Iskan menjawab pertanyaan tentang kelangkaan daging sapi di Indonesia.

Pertanyaan selanjutnya dari salah satu peserta yang cukup menggelitik adalah apakah mungkin Dahlan Iskan menjadi RI 1, melihat seorang Dahlan Iskan adalah orang yang tanpa embel-embel politik dan apakah dia ingin menjadi RI 1. Dahlan Iskan pun menjawab pertanyaan tersebut dengan mengatakan “Politik seperti narkoba, sangat menggoda. Orang yang tidak pantas menjadi presiden dia merasa pantas jadi presiden,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa ia percaya kepada takdir. Jabatan presiden saya serahkan pada takdir.Mengenai pertanyaan tentang apakah dia ingin menjadi RI 1. Ia menanggapi pertanyaan tersebut dengan mengatakan kalau saya bilang tidak ingin saya bohong. Saya ingin tetapi tidak habis-habisan. Jika dimisalkan ingin saya pada skala tujuh dari sepuluh. Agak ingin tetapi tidak sangat ingin.

Setelah Dahlan Iskan, pemateri berikutnya adalah Dr.Ir. Fadel Muhammad dan Prof. Drs. Martani. Dalam diskusi ini pemateri menyampaikan materi kewirausahaan berbasis kampus dan pengembangan ekonomi kreatif yang disampaikan oleh Dr. Ir. Fadel Muhammad. “Pemahaman industri kreatif lebih cocok berbasis perguruan tinggi karena pasti intelektual dan bermoral dalam mengembangkan kewirausahaan, ucap Dr. Ir. Fadel Muhammad.  Materi berikutnya sekaligus materi terakhir adalah menjadi wirausaha UMKM yang tangguh di era ekonomi kreatif yang disampaikan oleh Prof. Drs. Martani. Dalam diskusi materi terakhir ini disinggung tentang Triple Helix, dari ekonomi pertanian ke era ekonomi kreatif.  Triple Helix bisa berjalan apabila Academic University, Bussines Industry, dan Government saling bekerjasama.

Reporter : Debby Lian dan Dio Rachmad