Laboratorium Politik dan Tata Pemerintahan (LPTP) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya menyelenggarakan Mini Class Laboratory Session 1 bertema “Reformasi Layanan Publik di Daerah” pada Sabtu, 6 Juni 2026 di Gedung E FIA UB lantai 8.2. Kegiatan ini menghadirkan tiga praktisi yang sekaligus merupakan mahasiswa Magister Administrasi Publik (MAP) FIA UB yaitu Faisal Jamaludin dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Wahyuni Nur dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mamuju Tengah, dan Rinaldy Origenes dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami secara lebih mendalam terkait implementasi reformasi layanan publik secara langsung dari pengalaman para praktisi di lapangan.
Kegiatan ini diikuti 25 peserta, sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan. Kegiatan ini tidak hanya dihadiri mahasiswa program S1, tetapi juga mahasiswa magister yang telah memiliki pengalaman bekerja di berbagai instansi. Kehadiran peserta dari beragam latar belakang tersebut mendorong terciptanya forum diskusi yang dinamis dimana terdapat pertukaran pengalaman dan perspektif selama proses diskusi berlangsung. Menurut Ilse Yulia Rizti selaku panitia teknis kegiatan ini, model diskusi yang diterapkan dalam kegiatan ini dirancang agar peserta dapat terlibat aktif melalui sesi diskusi kelompok yang didampingi oleh pemantik dari asisten laboratorium. Pendekatan tersebut dinilai berhasil menciptakan suasana diskusi yang dinamis dan partisipatif. “Menurut saya sangat efektif karena tadi setelah dilihat itu diskusinya berjalan hangat dan sebenarnya kami juga sediakan pemantik di masing-masing diskusi,” jelas Ilse.
Melalui pemaparan para narasumber yang sudah berpengalam di instansi daerah, peserta memperoleh gambaran mengenai berbagai tantangan reformasi layanan publik yang dihadapi pemerintah daerah. Diskusi tidak hanya membahas konsep dan teori, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kebijakan dan pelayanan publik dijalankan dalam kondisi nyata yang faktanya seringkali berbeda dengan teori. Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang paling dirasakan oleh peserta selama mengikuti kegiatan.
Pemahaman tentang perbedaan antara teori dan realita di lapangan ini juga menjadi salah satu keuntungan yang diperoleh peserta secara langsung. Khusnul Khotimah selaku peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini membantunya melihat bagaimana kebijakan publik diterapkan dalam kondisi sebenarnya di daerah, sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritisnya dalam menganalisis berbagai masalah layanan publik. “Mungkin kalau dari saya sendiri karena sudah mengalami sesi diskusinya tadi gitu ya, saya merasa kalau output dari kelas ini tuh lebih bisa meningkatkan sisi kritis saya. Dan mungkin teman-teman yang lain juga merasakan gitu ya, kayak lebih mengasah sisi kritis saya, kemudian juga saya juga lebih tahu gitu antara gap antara praktiknya itu bagaimana, teorinya bagaimana, yang meskipun dari kenyataannya itu tidak se-ideal yang ada di teori.” ungkapnya.
Selain memberikan wawasan tentang penerapan kebijakan publik, kegiatan ini juga menjadi wadah tukar pengalaman antara peserta dan praktisi dari berbagai instansi pemerintah. Pengalaman yang dibagikan oleh para narasumber dianggap mampu memberikan perspektif yang lebih relevan dan kontekstual dibandingkan hanya membahas teori. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memahami konsep administrasi publik, tetapi juga mendapatkan gambaran tentang tantangan dan dinamika yang dihadapi dalam praktik pemerintahan sehari-hari.
Kegiatan bertajuk “Reformasi Layanan Publik di Daerah” ini adalah sesi pertama dari serangkaian Mini Class Laboratory yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan oleh LPTP FIA UB. Pada pelaksanaan berikutnya, program ini akan menampilkan tema dan narasumber yang berbeda dengan fokus pada isu politik dan tata pemerintahan. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, LPTP FIA UB berusaha menghadirkan ruang pembelajaran yang interaktif dan aplikatif, sekaligus menjembatani pemahaman mahasiswa antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan realitas praktik di lapangan.
Penulis: Andien dan Arumi
Editor: Nayla
Deslay: Ilham
Reporter: Raina, Nayla, Arumi, dan Andien