Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
LPM DIANNS

Author: LPM DIANNS

Stand Up Comedy Bersuara

Liputan/Foto: Siska Wahyu/Ganis Harianto Malang, LPMDIANNS.com – “Sekitar 70 orang memadati gedung Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya untuk menyaksikan Stand Up UB, Senin (04/03/2013) malam. Acara dibuka oleh Fariz dari fakultas Ilmu Administrasi selaku pembawa acara malam itu. Materi yang disampaikan mengenai apa sih stand up comedy itu? Dalam sesi ini comic Setiawan membahas mulai dari hal penting yang perlu diperhatikan comic sebelum tampil.  Pertama ada bit yang memfokuskan tentang setup + punchline, rule of three, raffing dan callback. Kedua, act out yaitu gerakan yang timbul waktu berbicara untuk menunjang pesan yang akan disampaikan atau bahasa tubuh. Terakhir delivery, yaitu penyampain pesan dari apa yang disampaikan comic. Cara menggali materi menjadi pokok pembahasan selanjutnya dari Setiawan. Ada banyak cara bagi seorang comic mencari bahan joke-nya, bisa dari pengamatan, kegalauan si comic, dan latihan. Comic pemula akan tampil pada acara open mic, lanjut ke stand up show dan acara paling bergengsi buat para comic professional adalah stand up nite. Hasilnya adalah unforgettable performance dari penyusunan materi yang cepat dan kepercayaan diri yang tinggi. Pesan dari Setiawan buat para comic “try to be funny”. Acara dilanjutkan dengan open mic dari para comic, baik dari UB sendiri atau dari luar, seperti UM, UMM,  dan komunitas stand up Malang. Gemuruh tawa penonton mewarnai penampilan setiap comic, banyak pesan yang disampaikan, mulai dari kritik sosial atau hanya sekedar  joke comic yang terinspirasi dari para penonton....

Read More

DPR RI, Peringkat Keempat Gaji Parlemen Terbesar se-Dunia

Sumber : Mediamegapolitan.com Begitu terhormat dan istimewanya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang duduk di gedung mewah Senayan, Jakarta. Di tengah maraknya korupsi dan skandal yang menyangkut beberapa anggota dewan, Indonesia justru masuk peringkat teratas dengan gaji anggota DPR paling besar di dunia. Peringkat ini disusun bukan berdasar jumlah tetapi berdasar perbandingan gaji dengan pendapatan per kapita penduduk. Data gaji anggota DPR itu dirilis oleh Independent Parliamentary Standards Authority (IPSA) dan Dana Moneter Internasional (IMF). Data ini juga dimuat majalah Economist edisi 20-26 Juli 2013. Nigeria menjadi negara yang memiliki gaji anggota DPR paling besar di dunia, yaitu 116 kali lipat dari pendapatan per kapita penduduknya. Disusul negara Kenya dengan pendapatan anggota DPR-nya 76 kali lipat dari pendapatan per kapita warga Kenya per tahun. Peringkat ketiga Ghana dengan pendapatan anggota legislatifnya 30 kali lipat lebih besar dari pendapatan per kapita penduduk Ghana. Selanjutnya Indonesia berada di peringkat keempat dengan jumlah gaji anggota DPR-nya 18 kali lipat dari pendapat per kapita rata-rata penduduk Indonesia. Mengutip dari merdeka.com, seorang anggota DPR yang duduk di kursi legislatif itu setiap bulannya mendapatkan gaji pokok sebesar Rp 15.510.000. Sementara mereka juga masih mendapatkan tunjangan listrik Rp 5.496.000, tunjangan aspirasi Rp 7.200.000, tunjangan kehormatan Rp 3.150.000, tunjangan komunikasi Rp 12 juta, dan tunjangan pengawasan Rp 2.100.000. Apabila ditotal, jumlah bersih yang diperoleh seorang anggota DPR tiap bulan yakni Rp 46.100.000. Sehingga setiap tahunnya para...

Read More

Belajar Sepakbola

Tiga klub papan atas BPL menyambangi Indonesia tahun ini. Arsenal, Liverpool, dan Chelsea secara berturut-turut menjalani tur pra musimnya di Indonesia sebelum kick off perdana BPL Agustus nanti. Ketiganya hadir di bulan Juli. Momen langka ini bisa dijadikan momentum berharga bagi Timnas Indonesia untuk meramu tim yang tepat sebelum kualifikasi Piala Asia melawan China pada tanggal 15 Oktober. Sementara bagi pendukung ketiga klub di atas, kedatangan tim idola mereka bisa menjadi pemuas dahaga sajian yang sebelumnya hanya bisa dinikmati di layar kaca. Indonesia Dream Team Melawan Arsenal Saya tertegun melihat pertandingan Indonesia Dream Team melawan Arsenal beberapa waktu lalu. Dari layar kaca, saya melihat tidak ada ruang kosong di dalam stadion yang tidak disesaki. Setidaknya itu yang saya lihat malam itu. Sayang memang, dalam pertandingan tersebut Indonesia terlalu bermurah hati kepada Theo Walcott cs dengan membiarkan tujuh gol masuk tanpa balas. Walaupun bertajuk pertandingan persahabatan, hasil malam itu nampaknya membuat Jacksen F Tiago tidak bisa tidur nyenyak. Waktu persiapan yang sedikit ditambah sejumlah pemain kunci yang tidak dapat bermain bisa dijadikan alasan logis untuk menjawab hasil yang mengecewakan itu. Secara kualitas dan kapasitas pemain, Indonesia memang berada jauh di bawah pemain Arsenal. Tapi dengan jumlah gol yang masuk ke gawang Kurnia Meiga seakan menegaskan mengalahkan Arsenal memang masih harus masuk dalam stok mimpi tim impian Indonesia. Jika tahun depan Arsenal datang kembali ke Indonesia, hal pertama yang harus ditentukan...

Read More

DISMAnagement

Memasuki pertengahan tahun, tandanya ribuan institusi pendidikan tinggi di seluruh Indonesia akan menyambut tahun ajaran baru, tak terkecuali UB. Belasan ribu mahasiswa baru dari puluhan kota di seluruh Indonesia akan tumplek blek dalam masa orientasi Universitas maupun Fakultas. Sayangnya, hajatan tahunan ini selalu saja menimbulkan perdebatan panjang yang tak kunjung usai. Mulai dari isu politisasi kegiatan, transparasi anggaran, hingga yang terparah adalah adanya tindak kekerasan yang dilakukan oleh senior kepada juniornya. Sejak zaman saya Maba hingga sekarang, setiap mahasiswa yang coba saya tanyakan pendapatnya mengenai keefektifan pelaksanaan Ospek atau PKK MABA, kebanyakan dari mereka bilang, acaranya nggak penting, buang-buang waktu, dan tidak terlihat di mana letak manfaatnya. Malah tidak sedikit yang bilang, acara tersebut cuma jadi ajang perpeloncoan semata. Jangan salahkan saya, itu pendapat mereka. Dan kalau ingin melempar pertanyaan itu ke saya pun, maka secara tegas saya bilang, acara seperti demikian cuma menjadi wadah pengkerdilan mahasiswa. Boleh setuju boleh tidak. Bagi mereka yang pro dengan kebijakan ini, silakan saja. Yang jelas dari dahulu saya tidak setuju. Ketika tiga tahun lalu saya menjadi Maba pun, saya tidak mengikuti kegiatan ini secara penuh hingga akhirnya saya tidak diluluskan. Walaupun begitu, saya merasa baik-baik saja sampai sekarang. Tidak ada sesuatu yang kurang. Lahirnya keputusan DIRJEN DIKTI No. 38 tahun 2000 tentang Pengaturan Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru pun berangkat dari evaluasi pelaksanaan Ospek atau sejenisnya yang sebelumnya dilakukan oleh sebagian besar perguruan tinggi...

Read More

CEDAW: Senjata Pelindung Perempuan

Sumber : ohionow.org Berbicara mengenai hak asasi manusia, semua insan semenjak dalam kandungan pun telah memilikinya. Universalisasi dari sebuah hak asasi berlaku di seluruh negara walaupun mungkin bertentangan dengan aturan/norma di suatu negara. Lalu, bagaimana jika hak asasi itu harus berbenturan dengan peraturan atau budaya yang membuat jurang diskriminasi terhadap perempuan semakin dalam? Pemberitaan di berbagai media senantiasa tak pernah berhenti setiap harinya membahas kasus diskriminasi terhadap perempuan bahkan hingga kasus pelanggaran HAM yang selalu membombardir citra demokrasi dan kepatenan hak asasi. Upaya perlindungan terhadap hak asasi dan pemusnahan diksriminasi terus dilakukan selain bantuan dari berbagai LSM, salah satunya dengan Konvensi CEDAW. Penjelasan lebih lanjut yang didapatkan dari berbagai sumber, Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan atau Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan atau Konvensi CEDAW (Convention On The Elimination of All Forms Discrimination Against Women) merupakan suatu instrumen standar internasional yang diadopsi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1979 dan mulai berlaku pada tanggal 3 Desember 1981. Pada tanggal 18 Maret 2005, 180 negara, lebih dari sembilan puluh persen negara-negara anggota PBB, merupakan Negara Peserta Konvensi. Sementara itu, pada abad ke-20, Amerika Serikat memegang peran utama dalam pendirian Perserikatan Bangsa-Bangsa dan penyusunan Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia. CEDAW merupakan perjanjian internasional yang paling komprehensif tentang HAM perempuan, di mana ditetapkan kewajiban yang mengikat Negara Pihak secara hukum untuk mengakhiri diskriminasi terhadap perempuan. Konvensi CEDAW sendiri telah...

Read More