Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
LPM DIANNS

Author: LPM DIANNS

LA Lights Campus League 2013 Menjadi Milik UB

Reporter : Roihatul Musyafi dan Jihan Khalida Malang, LPMDIANNS.com – Malam minggu kemarin (9/03/2013), GOR Pertamina UB dipadati oleh penonton. Mereka datang untuk menyaksikan final LA LIGHTS Campus League regional Malang. Malam final dibuka oleh penampilan seluruh peserta dance competition yang berjumlah 9 kelompok. Tim yang lolos ke final terdiri dari tim basket putra UB dan Universitas Udayana, sedangkan tim basket putri mempertemukan UB dan UM. Antusiasme suporter belum begitu terasa ketika kuarter pertama basket putri dimulai. Pertandingan berlangsung sangat alot dan poin pun hanya terpaut sedikit hingga kuarter pertama berakir. Terlepas dari euforia dari masing-masing suporter dan juga ketegangan antara kedua tim hingga akhir pertandingan, pertandingan tersebut ditutup dengan kemenangan UB 57-46. Sekitar pukul 19.00 GOR Pertamina semakin penuh sesak oleh penonton yang memadati seluruh tribun. Euforia penonton pun semakin terasa ketika pada break pertandingan diisi oleh penampilan band indie Malang dan pengumuman pemenang dance competition. Untuk dance competition sendiri dimenangkan oleh Lapose Dance. Tepat pukul 19.30 final basket putra dimulai, keriuhan dan semangat yel-yel pun menggema di GOR Pertamina UB yang mayoritas penonton adalah suporter tuan rumah. Sepanjang pertandingan, tim basket UB mendominasi hampir di setiap kuarter, tak pelak hal ini dibuktikan dengan keunggulan 57-36 di akhir pertandingan. Dan lagi, UB juara. “Latar belakang diselenggarakannya acara ini, diawali dari kekhawatiran dan juga kemirisan komunitas yang notabene para pemain basket atas terbatasnya wadah atau tempat untuk memberikan ruang kompetesi,...

Read More

Pemimpin dan Gerakan Sosial Jangan Absen

Foto: ANTARA/Eric Ireng/ED/ama/08 Penulis : Pandu Wicaksono Dalam pidato kenegaraan menjelang perayaan HUT Ke-25 RI, 16 Agustus 1970, Presiden Soeharto secara eksplisit menyatakan perang melawan korupsi. Kemudian, 28 tahun setelahnya dominasi Soeharto dijatuhkan oleh rakyat. Akar kemarahan rakyat adalah korupsi yang terinstitusionalisasi secara sistemik dan mengakar yang dilakukan oleh Soeharto dan kroninya pada zaman orde baru. Bahkan, pada pidato tersebut beliau secara jelas menyebutkan bahwa ia siap memimpin langsung perang melawan korupsi. Sungguh ironis. Gerakan demokrasi 1998 membawa harapan baru bagi pemberantasan korupsi dan menjadi prioritas dalam upaya perbaikan bangsa secara komprehensif dan tuntas. Kenyataannya, demokrasi di negara berkembang rentan terhadap praktik korupsi. Yang terjadi justru elite politik memanfaatkan otoritas dan sumber dayanya untuk mengamankan kepentingan pribadi dan loyalitas pengikutnya. Data Bank Dunia (2009) menunjukan bahwa kecenderungan negara berkembang dalam hal pemberantasan korupsi saat ini meningkat signifikan. Namun, proses investigasi, penuntutan, dan penjatuhan hanya menyentuh koruptor kelas bawah dan sulit sekali menyentuh kalangan elit atas (big fishes). Area peradilan yang seharusnya berada dalam koridor hukum kini berubah menjadi area tarik ulur kepentingan para elite kekuasaan. Pemberantasan korupsi sendiri lebih sering diselesaikan dengan metode kompromi politik. Kepentingan penguasalah yang akan menentukan siapa yang akan menjadi target dan tidak menjadi target dalam pemberantasan korupsi. Dengan demikian, pemberantasan korupsi rentan terhadap manipulasi, intervensi, dan tekanan politik. Salah satu faktor yang menyulitkan masyarakat politik mendapatkan politisi dan pimpinannya yang bersih dari korupsi adalah orientasi...

Read More

UB, Universitas Terbaik dan Terbesar (?)

Penulis : Putri Tanjung Sari Selamat datang di kampus terbesar dan terbaik, The Big Blue Campus, ungkapan yang diberikan oleh Rektor UB. Pernyataan dalam penyambutan yang diberikan di PK2MU (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Universitas) tersebut menimbulkan tanda tanya besar. Sebab data yang telah ditampilkan pada layar proyektor sedikit tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Terlihat pada jumlah dosen yang mencapai jumlah 1.853 orang dan karyawan yang berjumlah 1.739. Kemudian poin terbaik peringkat I di Indonesia Pelayanan Prima. Pernyataan tersebut tidak sebanding dengan yang dirasakan para mahasiswa yang melakukan login SIAM pada saat KRS berlangsung. Sungguh sangat disayangkan bila yang dimaksudkan dengan kampus terbaik tidak disesuaikan dengan kenyataan yang dirasakan oleh para mahasiswa. Nampak sangat jelas bahwa pernyataan tersebut hanya digunakan sebagai ajang promosi kampus pada mahasiswa baru. Perlu disadari bahwa pernyataan tersebut memiliki pro-contra yang sangat jelas bagi para mahasiswa lama yang mendengarkan dan pada saat itu berada di dalam gedung dengan tugas kepanitiaannya. Lalu pertanyaan-pertanyaan yang selalu berkutat dipikiran para mahasiswa lama tersebut adalah Apakah benar kampus kita merupakan kampus terbesar dan terbaik?, Apakah terbesar dengan hanya jumlah penduduknya saja?, Bagaimana dengan kesejahteraan penduduknya? , Terbaik dalam pelayanan prima yang seperti apa?, sedangkan untuk melakukan login ke SIAM saja sangat susah. Sebaiknya ungkapan yang diberikan oleh Rektor UB tersebut tidak hanya dijadikan untuk ajang promosi kampus saja. Namun, alangkah baiknya jika diwujudkan juga dalam kenyataannya. Agar tidak terkesan hanya...

Read More

Pemimpin dan Gerakan Sosial Jangan Absen

Foto: ANTARA/Eric Ireng/ED/ama/08 Penulis : Pandu Wicaksono Dalam pidato kenegaraan menjelang perayaan HUT Ke-25 RI, 16 Agustus 1970, Presiden Soeharto secara eksplisit menyatakan perang melawan korupsi. Kemudian, 28 tahun setelahnya dominasi Soeharto dijatuhkan oleh rakyat. Akar kemarahan rakyat adalah korupsi yang terinstitusionalisasi secara sistemik dan mengakar yang dilakukan oleh Soeharto dan kroninya pada zaman orde baru. Bahkan, pada pidato tersebut beliau secara jelas menyebutkan bahwa ia siap memimpin langsung perang melawan korupsi. Sungguh ironis. Gerakan demokrasi 1998 membawa harapan baru bagi pemberantasan korupsi dan menjadi prioritas dalam upaya perbaikan bangsa secara komprehensif dan tuntas. Kenyataannya, demokrasi di negara berkembang rentan terhadap praktik korupsi. Yang terjadi justru elite politik memanfaatkan otoritas dan sumber dayanya untuk mengamankan kepentingan pribadi dan loyalitas pengikutnya. Data Bank Dunia (2009) menunjukan bahwa kecenderungan negara berkembang dalam hal pemberantasan korupsi saat ini meningkat signifikan. Namun, proses investigasi, penuntutan, dan penjatuhan hanya menyentuh koruptor kelas bawah dan sulit sekali menyentuh kalangan elit atas (big fishes). Area peradilan yang seharusnya berada dalam koridor hukum kini berubah menjadi area tarik ulur kepentingan para elite kekuasaan. Pemberantasan korupsi sendiri lebih sering diselesaikan dengan metode kompromi politik. Kepentingan penguasalah yang akan menentukan siapa yang akan menjadi target dan tidak menjadi target dalam pemberantasan korupsi. Dengan demikian, pemberantasan korupsi rentan terhadap manipulasi, intervensi, dan tekanan politik. Salah satu faktor yang menyulitkan masyarakat politik mendapatkan politisi dan pimpinannya yang bersih dari korupsi adalah...

Read More

One Women: Lagu Perempuan Sedunia

Reporter : Nova Andriani Tahukah kamu jika perempuan memperingati hari kaumnya setiap tahun? Hari Perempuan Internasional yang dirayakan setiap tanggal 8 Maret setiap tahun ini merupakan sebuah hari besar yang dirayakan di seluruh dunia untuk memperingati keberhasilan kaum perempuan di bidang ekonomi, politik dan sosial. Gagasan tentang perayaan ini pertama kali dikemukakan pada saat memasuki abad ke-20 di tengah-tengah gelombang industrialisasi dan ekspansi ekonomi yang menyebabkan timbulnya protes-protes mengenai kondisi kerja. Seperti yang dilansir Neurope, bersamaan di hari perempuan internasional ini, UN Women telah meluncurkan sebuah lagu “One Woman: A song for UN Women. Sekitar 25 penyanyi dan musisi dari 20 negara telah berpartisipasi dalam proyek ini untuk menyebarkan pesan persatuan dan solidaritas. UN Women merupakan organisasi PBB yang memiliki tujuan utama pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender di seluruh dunia dan mulai beroperasi sejak Januari 2011 lalu. Lebih lanjut, klik:http://www.unwomen.org Michelle Bachelet, UN Women Executive Director menegaskan, Sudah saatnya bagi pemerintah untuk menepati janji mereka dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan konvensi internasional dan perjanjian yang telah ditandatangani. Janji adalah janji. Tahun ini, Hari Perempuan Internasional berfokus pada mengakhiri kekerasan terhadap perempuan, termasuk pelanggaran HAM berat yang menimpa 7 dari 10 perempuan di dunia. Pelanggaran HAM, eksploitasi seksual, kekerasan dan pelecehan pada wanita, merupakan peristiwa yang kerap menusuk nadi para perempuan di berbagai negara. Pada Hari Perempuan Internasional, 8 Maret 2013, Michelle Bachelet menekankan bahwa diskriminasi dan kekerasan...

Read More