Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
LPM DIANNS

Author: LPM DIANNS

Kemerdekaan Bersyarat Milik Pers di Indonesia

Kata pers seakan menjadi pedang bagi beberapa pemilik negeri. Pers bagaikan kerikil yang menghambat jalannya roda pemerintahan. Tanggal 9 Februari menjadi kelahiran pers palsu yang digemakan ke seluruh negeri. Mereka semua bersorak, merasa kebebasan berekspresi telah dilahirkan kembali. Tetapi apa yang harus dibahagiakan? Apa yang harus dirayakan dari sebuah selebrasi palsu ciptaan penguasa negeri. Perpaduan kepentingan dan korporasi melahirkan hari hitam, bukan hari bahagia milik kawan pers. Pers otoritarian, mungkin lebih tepat untuk menggambarkan keadaan kawan pers di era sebelum reformasi. Fungsi pers jauh dari kontrol sosial dan mengarah kepada fungsi penyebaran kebaikan pemerintah. Salah satu kawan pers saat itu, Ging...

Read More

Telusur Kisah Aslim, Seniman Musik Tradisional Pak-Pak di Era Modern

Menjelang sore pada 10 November lalu, saya dan rekan berkesempatan menemui salah satu seniman musik Pak-pak yang cukup masyhur di daerah saya. Aslim Pudan Padang namanya. Rumahnya berada tak jauh dari kediaman saya, yaitu di lingkungan Pasar Lama, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi. Saat pertama kali memasuki rumahnya, kami langsung diperlihatkan beberapa alat-alat musik tradisional Pak-pak yang tertata rapi. Ia kemudian mengenalkan satu per satu dari alat musik tersebut, bahkan mengajari kami memainkannya. Tak hanya itu, pajangan beberapa lukisan di kediamannya kian memperlihatkan betapa dalamnya jiwa seni Ia. Meski usianya sudah lebih dari setengah abad, Ia masih aktif bermain musik...

Read More

Memaknai Pahlawan Abad-21

76 tahun yang lalu, tepatnya hari ini sejarah perjuangan terjadi di Surabaya. Bermula pada 27 Oktober 1945 beberapa pekan setelah peristiwa sakral Indonesia. Di mana sekutu memenuhi langit Surabaya dengan selebaran yang memaksa tentara Indonesia untuk menyerahkan senjata. Sekitar 200 prajurit Indonesia tewas atas insiden penyerangan yang dilakukan sekutu pada 28 Oktober 1945. Bentrokan terus berlanjut pasca prajurit Indonesia dan pihak sekutu gagal melakukan perundingan pada 29 Oktober 1945. Pertempuran kian memanas pada 30 Oktober 1945 ketika A.W.S. Mallaby yang merupakan brigadir jenderal Britania yang tewas karena pengepungan oleh prajurit Indonesia Mansergh, yakni pengganti Mallaby mengeluarkan ultimatum akan melakukan...

Read More

Berlindung dibalik Feminisme

Aku menyeruput secangkir teh yang sudah tidak lagi panas di hadapanku dengan perlahan. Menyesap sembari menikmati cita rasa dari teh yang selalu dapat menenangkanku. Sudah cukup lama aku berdiam diri menunggu salah seorang teman lamaku sejak kuliah. Beberapa menit kemudian, aku melihat seorang wanita yang memakai pakaian khas kantor yang tengah menyebrang jalan raya. “Maaf terlambat. Atasanku benar-benar mengerikan kalau udah akhir bulan.” Sambutnya dengan raut wajah lelah. Sebenarnya tidak ada alasan khusus kami bertemu. Toh, kami tidak begitu dekat. Pertemuan hari ini dikarenakan karena kami secara tidak sengaja bertemu di sebuah pusat perbelanjaan beberapa hari yang lalu. Berbincang...

Read More

Menikmati Rokok

Malam ini, hujan turun. Setiap yang berpayung langit merasakan guyurannya. Meski datang membabi buta, mengeroyok permukaan bumi, tidak ada yang merasa terluka dengannya. Menyegarkan kehidupan, melahirkan harapan. Malam ini, penghuni bumi sejenak menghirup udara segar, setelah beberapa minggu dilukai polusi. Di teras padepokan Kota Monde, Surya duduk menyendiri menikmati gelapnya malam. Dengan lagaknya, menyelipkan sebatang rokok kretek disela-sela jari, lalu menyisipkan ke bibir coklatnya. Spontan, tangan kanannya mengambil korek dan memutar roda pemantiknya yang dibarengi dengan membentuk tameng dari tangan kirinya untuk melindungi api yang menyala. Sembari mengernyitkan alis dan dahi, kedua tangannya diarahkan ke ujung rokok yang terselip...

Read More