Bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan kian parah. Data dari pantauan satelit Terra Aqua sampai akhir September 2015 menunjukkan, titik panas di Sumatera mencapai 1.559 titik dan di Kalimantan 257 titik (KOMPAS, 8 Oktober 2015). Korban meninggal dunia akibat gangguan paru dan pernapasan semakin bertambah. Apabila bencana asap ini terus berlarut tanpa ada langkah nyata pemerintah dan kepedulian semua pihak, maka tak elak bangsa kita disebut bangsa yang tak pernah belajar. Kebakaran hutan dan lahan tahun ini diprediksi adalah yang terbesar setelah kebakaran hutan di Indonesia pada 1997-1998 lalu dengan nilai kerugian miliaran rupiah. (Ilustrator: Khoirul Anwar)